Home / Romansa / Vokalis Culas, Aku Bukan Istrimu / Part 92: Pinang Dengan Bismillah

Share

Part 92: Pinang Dengan Bismillah

Author: Titi Chu
last update Last Updated: 2025-12-30 18:16:01

"Bas banyak banget nulis lagu buat kamu." Kata-kata ini satu kali pernah kudengar ketika kami berdiskusi di dapur rekaman. Yang mengatakan hal tersebut adalah Rigen. Waktu itu aku masih menyamar. Dia menyemburkannya karena berharap aku dan Bas kembali rujuk setelah berita perceraian kami menyebar.

Sekarang aku sadar, yang dimaksud Rigen adalah Gumi. Bukan aku. Karena secara teknis Gumi banyak membawa sakit hati, dan perasaan itu memunculkan inspirasi, mendorong Bas untuk menciptkan lirik-lirik gila dalam lagu-lagunya.

Jadi sewaktu di perjalanan dan salah satu dari lagu Bas yang tercipta saat masih bersama Gumi terputar, dadaku ikut sesak. Bas berhasil menyampaikan isi lagunya dengan baik. Maknanya tentang jatuh cinta berkali-kali namun selalu berakhir disakiti. Dalam kata lain, bucin akut.

Dia bisa cengeng juga ternyata.

Dan setelah kuingat-ingat lagi, setahun belakangan, lirik dari lagu-lagunya sama. Sama-sama tentang hal
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Icank Hanafi
sha, mendingan fokus sm kuliah dlu aja deh.. kok aku jd sebel ya sm emaknya marsha, gumi jg, bukannya say thanx ke marsha .. sukses flu sha , klo emang si bas qtau goz cinta sm loe, mereka bakalan ngejer kok.. fokus dlu ya sha.. pindah biar bs konsentrasi, kesel gw thor.. tp aku mau say thnxQ thor
goodnovel comment avatar
Ki-van
Matur thank you Thor TC update nya...🫰...️...
goodnovel comment avatar
annisasaka.2512
i feel you
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Vokalis Culas, Aku Bukan Istrimu   Part 114: Belly Dance

    "Mau tidur di luar, Bas?""Babe.""Joget aja lagi ama penari perut.""Boleh?"Kami tertawa.Kalau tahu menikah ternyata menyenangkan, mungkin dulu aku tidak akan menunda-nunda. Lebih tepatnya menikah dengan orang yang tepat.Meskipun sudah pacaran kurang lebih enam bulan, masih banyak yang belum kutahu tentang Bas. Sikap jayusnya, jokesnya yang bapak-bapak, dan kebiasaannya yang dulu ternyata suka banget tidur di kasur lembab.Yang terakhir aku agak shock, sampai Bas menjelaskan kalau masa kecilnya memang absurd. Dia baru bisa tidur kalau di atas kasur, tepatnya di bagian kaki itu dikasih air, jadi lembab-lembab. Tapi kemudian dia menjalani terapi dan akhirnya kebiasaan itu menghilang. Hanya saja kalau sedang lelah, kadang mendadak kebiasaan itu kembali muncul.Namun di antara semuanya, aku masih tidak menyangka kalau dia super ramah, sampai saat ditarik oleh penari perut di salah satu resto pun dia heboh sendir

  • Vokalis Culas, Aku Bukan Istrimu   Part 113: Kangen

    "Apa yang dilakukan pengantin saat malam pertama, Mon? Kok aku deg-degkan banget, gimana kalau aku justru merusak malam pertama kami?" tanyaku ke Mona di antara riuh para tamu.Dia benar-benar bertingkah seperti bridesmaid. Meskipun kami menggunakan tim WO yang perhatian banget. Tapi Mona tidak kalah sibuk dan selalu standby di sisiku, baik saat akad, maupun saat aku sudah berganti gaun ke resepsi."Yakali, kayak gini aja mesti gue ajarin?" seru Mona, suaranya agak naik agar terdengar dari balik suara penyanyi hits yang menyumbang lagu di panggung. "Lo nggak akan merusak apa-apa, stop pikiran negatif kayak gitu. Sebaliknya, lo harus tanamkan ke diri lo, Kak Bas pasti menyukai lo apa adanya.""Aku nggak berpengalaman." Dan satu-satunya pengalaman yang kupunya, justru trauma buruk yang sudah berbulan-bulan lalu berusaha kulupakan."Lo pikir pengantin lain perpengalaman? Eh, semua juga sama Sa. Tapi intinya tetap bisa kan? Itu karena alami. Semuanya

  • Vokalis Culas, Aku Bukan Istrimu   Part 112: Barbie

    Hari H pernikahan. Rasanya menggelisahkan, seperti mulas, tegang, bolak-balik ke kamar mandi.Bunda sudah sejak subuh standby di hotel tempat akad kami. Di antara semua keluarga justru beliau-lah yang paling rempong. Bunda Farah bertingkah seperti Ibu kandung, mungkin ini pula cara Tuhan menggantikan peran Mama yang tidak bisa memberikan perhatian maksimal dengan sosok Bunda. Meskipun aku gagal menjadi menantunya, tapi perhatian Bunda Farah tidak berkurang sedikit pun.Dia berkata. "Buka mulutnya Marsha, makan yang banyak nanti kamu pingsan." Saat aku sibuk makeup dengan MUA, dan sibuk menyuapiku hingga sepiring penuh, sadar betul aku belum sarapan.Dia pula yang cerewet mengatur photo di kamar hotelku agar terlihat aestetik. "Nanti kalau diupload di IG, pasti bagus."Atau Bunda yang ikut menangis, ketika aku berputar memamerkan penampilanku dalam kebaya ke hadapan keluarga.Beliau lebih tersedu-sedu, dibandingkan Mama yang hany

  • Vokalis Culas, Aku Bukan Istrimu   Part 111: Pasang Surut Masalah

    "Aku nggak minta apa-apa selain dikasih kamar dengan view perbukitan, dan tolong jauh dari kamar Abang.""Nggak bisa request dong, Bine.""Lah, kenapa ini kan, acara Abang? Demi menjaga privasi, nggak mungkin aku yang bocil ini sanggup mendengar pasutri yang baru menikah. Tolong banget Abang."Bocil apa yang tubuhnya bongsor begitu?Keluarga Sangkara punya bibit-bibit generasi raksasa, Sabine ini salah satunya, kalau dilihat sekilas dia mengingatkanku dengan Anya Geraldine. Tinggi semampai dan penampilannya juga modis.Setelah sekian purnama enggan pulang ke Jakarta. Demi pernikahan kami, dia menyempatkan diri untuk hadir lebih awal karena sekalian liburan semester.Aku sebenarnya kasihan karena kepulangannya harus disambut dengan kemesaraan kami. "Kenapa nggak bilang kalau udah sampai, biar dijemput.""Kak Marsha, nggak perlu repot, aku udah biasa apa-apa sendiri kok." Sabine menyahut tenang, tapi sadar kalau dijemput d

  • Vokalis Culas, Aku Bukan Istrimu   Part 110: Nenek-Nenek

    Kurang lebih kami sudah tidak bertemu hampir sebulan, semenjak dia pulang honyemoon, kami sempat dinner bersama dan Ruka kini kelihatan sehat, dia mengangumi gaun yang kukenakan."Bagus cocok buat kamu, Sa. Sepertinya kamu kehilangan banyak berat badan ya, sekarang makin kelihatan langsing, atau kamu menjalani diet khusus?"Oke, meskipun sudah tidak bertemu lama ternyata mulutnya belum berubah."Nggak sih—""Aku malah nggak boleh diet sama Noah, semenjak nikah, sampai naik lima kilo. Noah paling nggak suka aku kurus." Dia memuji penampilannya sendiri.Mama menyambutnya dalam pelukan sambil cipika-cipiki, dibuntuti Kak Jena. "Emberan," seru lelaki setengah matang itu. "Kamu mau kurus, mau gendut tetap kelihatan stunning kok, yang penting sehat ya, Moms, nggak ada tipes. Muka asli no oplas-oplas. Dagu runcing aselii."Ruka mengibaskan tangan. "Oh, bisa ngamuk Noah kalau aku merubah ciptaan Tuhan. Sebenarnya asalkan pintar

  • Vokalis Culas, Aku Bukan Istrimu   Part 109: 13 Angka

    "Ya?""Bas?""Ya?""Bastian, gimana mau pulang atau aku tinggal aja di sini?""Sebentar Babe."Astaga, menyebalkan.Mba Nuke melirik, lalu tersenyum lebar, sadar aku tidak sabar dan sumbu pendek. Mungkin kalau hidup dalam kartun, dari kedua telingaku sekarang sudah keluar uap asap seperti knalpot racing."Oke, makasih banyak Mba Nuke, nanti saya hubungi." Bas kemudian menyela dirinya berdiri tegak, ponsel menyala di tangannya. Aku mendelik, jadi daritadi mereka bertukar nomor ponsel?Seorang Bas?"Benar 13 angka?""Iya Kak Bas." Mba Nuke menjawab ramah. Bas seperti memastikan sekali lagi, lalu menyelipkan ponsel ke saku celana. Kemudian menarikku menjauh.Hidungku kembang kempis."Bisa nggak sih, kamu jangan bagi-bagi nomor ke sembarang orang, nanti kalau ada sesaeng fans yang nelponin mulu selama 24 jam nontsop kamu tantrum. Padahal itu karena ulah kamu juga yang suka kasih-k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status