MasukEvgenia terbangun dan merasakan matanya berat akibat menangis semalaman. Evgenia tidak melihat Lev dimanapun, dan ranjang sebelahnya pun terasa dingin, seolah menggambarkan tidak pernah tersentuh oleh siapapun. Evgenia turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Begitu selesai, Evgenia mengambil ponselnya yang ada di atas nakas, dan tidak ada satupun panggilan atau pesan yang dari Lev. Evgenia menggambil sebuah outer panjang untuk menutupi pakaiannya, setelah itu keluar dari kamar untuk menghirup udara segar. Ketika Evgenia tengah menikmati pemandangan di sekitar hotel, tanpa sengaja dia bertemu dengan Mark yang baru saja kembali setelah berolahraga. "Pagi Jeni" "Pagi Mark" Terlihat keringat yang masih mengucur dari keningnya dan nafas pria itu yang naik turun setelah berlari. "Apa kau sedang berjalan-jalan?" "Ya. Seperti yang kau lihat" "Dimana Lev?" "Sepertinya ada hal penting yang harus dia lakukan pagi-pagi sekali" bohong Evge
Evgenia berjalan cepat menuju kamarnya, Lev berusaha menarik tangannya dan dihempaskan begitu saja oleh wanita itu. "Apa kau puas sekarang?!" "Apa maksudmu?" "Kenapa kau membiarkan Mitya menyentuhmu di depan semua orang di pesta itu?!" "Kami hanya berdansa. Apa yang kau permasalahan?" Evgenia menggeleng tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. "Kau melarangku dekat dengan pria lain. Tapi kau sendiri justru membiarkan dirimu di sentuh oleh Mitya. Apa kau sengaja mempermalukan ku di depan banyak orang?!" Evgenia tidak habis pikir dengan sikap Lev, meskipun tidak banyak orang disana yang mengetahui statusnya yang sudah menjadi nyonya muda Stainslav, tapi dengan melihat Lev dekat dengan wanita lain, bukankah itu cukup mempermalukan dirinya yang dimana orang-orang mengetahui jika dia adalah wanita yang dibawa oleh Lev ke pesta. "Jangan berlebihan Eve. Kami tidak memiliki hubungan apapun" "Kalau begitu, aku pun bisa berkata hal yang sama tentang Mark" Mata Lev melo
Lev melepaskan tangan Evgenia dari cengkramannya begitu masuk ke dalam kamar. "Apa yang kau lakukan Lev?!" ucap Evgenia tidak suka "Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu. Apa kau bersenang-senang dengan sepupu iparmu?" "Apa maksud mu?!" "Apa kau lebih suka bersama pria lain, dibandingkan menunggu suamimu kembali?!" "Aku tidak sengaja bertemu dengan Mark. Aku juga tidak tau jika dia berada di tempat ini. Lagipula kami hanya makan kue, bukan melakukan hal lain" "Bagiku itu sama saja. Kau tetap pergi dengan pria lain" "Tapi kami sudah menjadi keluarga" "Itu hanya pemikiran mu tapi tidak untukku" Lev lalu pergi meninggalkan kamar. Nafas Evgenia memburu akibat pertengkaran itu. Dia tidak habis pikir dengan Lev, kenapa dia begitu mempermasalahkan kedekatannya dengan Mark, padahal mereka sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi. Terlebih saat ini dia dan Mark sudah memiliki pasangan masing-masing. Malam harinya, Evgenia sudah membersihkan diri dan bersi
"Kau bisa beristirahat di kamar sebelum pesta nanti malam" ucap Lev begitu mereka sampai di hotel tempat mereka menginap "Kemana kau akan pergi?" "Aku akan mengunjungi beberapa cabang perusahaan di kota ini, mungkin akan memakan waktu cukup lama, jadi tidak perlu menungguku" "Apa kau tidak ingin aku menemanimu?" "Itu akan membuatmu kelelahan" Evgenia terdiam Lev maju selangkah "Ingat kau harus menjaga dirimu agar bisa secepatnya memberi penerus untuk kakek" bisik Lev di dekat telinganya Evgenia seketika merona Lev menarik sudut bibirnya melihat itu, dia mencium pipinya sekilas, lalu berbalik dan masuk ke dalam mobil. Evgenia memegang pipinya, rona merah masih menjalar di wajahnya. Setelah mobil Lev menjauh, Evgenia masuk ke dalam hotel yang disiapkan Avraam untuk menjamu mereka selama di kota itu. Sebelum pergi, Lev sudah memberikan kunci kamar mereka. Ketika pintu lift hendak tertutup, Evgenia mengernyitkan dahinya saat melihat sosok orang yang cukup dikenalny
"Wow. Ternyata ini enak" seru Feliks Dia tidak menyangka akan menemukan makan enak di tempat kecil seperti ini. Evgenia tersenyum "Benar bukan.. aku sudah melihat reviewnya" "Anda memang hebat nyonya" Feliks mengangguk setuju Lev berdeham Feliks menunduk dan kembali makan "Kenapa kau tidak makan? Apa kau tidak suka makanannya?" "Lev sangat pemilih dalam makanan, dia tidak bisa sembarangan memakan apapun" celetuk Feliks dengan mulut yang penuh makanan Lev seketika meliriknya tajam "Eh benarkah?" ucap Evgenia terkejut "Tidak juga. Aku akan mencobanya sedikit" ucap Lev "Tapi.." "Aku baik-baik saja Eve.." ucap Lev tegas Evgenia bungkam, namun dia ingat saat Lev juga tidak memakan makanan yang di pesannya saat di cafe kecil dekat kantornya saat itu. Dan Mitya mengganti makanan Lev dengan miliknya. Evgenia terdiam, seharusnya dia bertanya terlebih dulu kepadanya. Jika seperti ini, dia seperti sudah bersikap egois sekali. Melihat wajah murung istrinya, mem
Sinar matahari menerpa wajah cantik Evgenia. Wanita itu mengerjapkan matanya, dan terbangun dari tidur nyenyaknya. Dia tersentak saat menyadari hari sudah hampir siang. Namun dia tidak menemukan Lev disana. Bukankah mereka harus pergi ke St. Petersburg hari ini? Tapi Lev tidak mengatakan pukul berapa mereka akan pergi. Perlahan Evgenia menurunkan kakinya ke lantai, dan dia kembali meringis saat merasakan pegal di pangkal pahanya. Terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka, dan dia melihat Lev yang sudah segar setelah membersihkan dirinya. "Kau sudah bangun" "Apa aku kesiangan?" "Ya kurasa kita melewatkan waktu sarapan" "Bukan.. maksudku.. pukul berapa kita harus pergi?" "Hmm.. seharusnya lima menit lagi" "Apah?!" Evgenia sontak terkejut "Tidak masalah. Kita bisa pergi kapanpun" Evgenia terdiam, ya memang dia tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, karena mereka pergi dengan pesawat pribadi. "Apa kau butuh bantuan untuk ke kamar mandi?" "Kura
Taksi yang ditumpangi Evgenia berhenti di depan sebuah minimarket di pinggiran kota Moskow. Lilia sedang membereskan beberapa barang di rak, sampai matanya tidak sengaja menangkap sosok Evgenia berdiri di depan minimarket, wanita itu melambaikan tangan padanya. Lilia bergegas keluar dan menghampiri
Saat mengetahui Evgenia menjalin hubungan dengan Mark Yaroslav, itu menjadi angin segar bagi Igor dan Ivan. Meskipun Mark bukanlah keturunan asli dari keluarga Stainslav, tapi mereka yakin jika Matvei Stanislav pasti memberikan sebagian hartanya untuk cucu angkatnya itu. Tapi karena kegagalan pertu
Di tengah kesedihan dan kekecewaan Evgenia karena dikhianati oleh tunangannya, tiba-tiba sebuah suara mendekatinya "Sepertinya kalian sama-sama saling mengkhianati malam itu" Tubuh Evgenia seketika menegang mendengar suara itu, dia mencoba menghapus air matanya dan menatap tidak suka pada Lev.
Di dalam ballroom hanya tinggal Mark, Evgenia, dan Victoria. Tidak jauh dari ketiganya, Lev berdiri sambil meminum segelas sampanye, entah mengapa pria itu masih bertahan disana. Mark tidak bisa berkata apa-apa, keputusan sang kakek adalah mutlak dan harus dilakukan, tapi dia masih tidak percaya







