공유

55

작가: Meylen
last update 게시일: 2026-05-25 19:58:59

Seketika keringat dingin terasa membasahi punggung Nail dan Alisa, mereka menyadari tidak ada cafe lain yang paling dekat dengan kantor mereka selain tempat itu, jika mereka harus pergi ke cafe lain, mereka setidaknya harus berjalan kaki beberapa kilometer atau menggunakan taksi agar lebih cepat sampai, namun di jam padat seperti ini mustahil mereka bisa sampai tepat waktu.

"Lebih baik kita kembali ke kantor dan membeli beberapa makanan kecil di cafetaria" ucap Evgenia tersenyum, mencoba memb
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Wanita Milik Sang Pewaris   111

    Di ruangan CEO, terdengar suara pintu yang terbuka begitu saja. Di belakangnya ada Gresha yang berusaha mencegah seorang pria yang menerobos masuk. "Kau bisa keluar Gresha" "Baik tuan" Karol menarik sudut bibirnya dan berjalan mendekati meja kerja Lev. Dia menarik kursi di depan meja itu dan duduk dengan angkuh. "Bukankah seharusnya kau memanggilku dengan sebutan kakak ipar sekarang?" "Apa yang kau lakukan Karol?" Karol menarik sudut bibirnya "Hanya ingin berkunjung untuk menyapa adik iparku" Lev menatapnya seolah ucapan pria itu tidak penting. "Apa yang kau inginkan?" "Kita sudah menjadi keluarga sekarang. Bukankah seharusnya aku juga mendapat bagian khusus?" "Bagian khusus?" Karol mengangguk "Kau melamar Jeni dengan banyak barang mewah, tapi semua itu hanya sebagai bayaran karena keluarga Vasiliev sudah mengurus Jeni selama ini" Lev menarik sudut bibirnya, merasa lucu dengan ucapan pria itu. "Dan?" Karol menatap sekeliling ruangan itu lalu terse

  • Wanita Milik Sang Pewaris   110

    Mark mendatangi Stains Corp, dia membuka pintu ruangan CEO, tanpa memperdulikan peringatan dari Gresha. Lev yang tengah melakukan rapat virtual seketika menghentikan semuanya. Langkah Mark terhenti, namun rasa kesal menghilangkan rasa sopan santunnya. Lev menyandarkan punggungnya di kursi "Apa yang kau inginkan?" "Kenapa kau mengambil keputusan tanpa meminta ijin dariku?!" Lev sedikit mengerutkan dahinya, namun sedetik kemudian dia menyeringai tipis. "Kau punya masalah dengan itu?" "Bagaimanapun seharusnya kau mendiskusikannya terlebih dulu denganku. Aku lah direktur utama di mall itu, jadi semua keputusan harus melewati ku terlebih dahulu" geram Mark tidak terima Lev berdiri dan berjalan mendekatinya "Perlu kau ingat satu hal, Mark Yaroslav. Meskipun kau menjadi direktur utama disana, tapi mall itu masih berada dibawah kendali Stains Corp. Dan seharusnya kau tau apa artinya" Mark mengepalkan tangannya. "Jika kau tidak memiliki urusan lain disini, silahkan per

  • Wanita Milik Sang Pewaris   109

    Di Stains Corp, sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan gedung. Beberapa reporter mendekatinya dan mencoba mengambil foto sebanyak mungkin. Para petugas keamanan bersiaga, mereka membukakan jalan untuk Lev dan Evgenia yang keluar dari mobil. "Tuan Lev, apakah benar jika anda sudah menikah?" "Ya" "Kenapa anda tidak mengumumkannya kepada publik?" "Aku berniat melakukannya setelah pernikahan" "Kenapa anda melakukan pernikahan secara tertutup?" "Aku tidak ingin merusak kesakralannya" "Siapa wanita yang anda nikahi, tuan Lev?" "Dia Evgenia Vasiliev" ucap Lev seraya merangkul tubuh Evgenia merapat padanya Sorotan kamera mengarah kepada keduanya untuk mengambil foto dan rekaman video. "Apakah benar jika dia adalah salah satu karyawan anda?" "Ya.. Dia bekerja di divisi perancangan" "Apakah dia anak dari tuan Ivan Vasiliev, pemilik Liev Corp?" "Ya benar" Bisikan dari para awak media yang mengutarakan pendapatnya terdengar oleh keduanya. "Apakah anda me

  • Wanita Milik Sang Pewaris   108

    "Apah?! Lev sudah kembali?" ucap Matvei terkejut Jerry mengangguk kecil "Itu laporan yang saya terima, tuan" Matvei merasa heran, bukankah mereka akan kembali akhir pekan nanti? "Tetap pada rencana, Jerry.. persiapkan saja semuanya" "Baik tuan" ucap Jerry menunduk hormat Matvei sudah merencanakan untuk membuat jamuan makan bersama dengan seluruh keluarga besar Stainslav, bahkan keluarga Yaroslav dan Vasiliev pun turut dalam undangan tersebut. Di bandara, pesawat pribadi Lev sudah mendarat. Lev dan Evgenia berjalan keluar dari bandara dan sebuah mobil hitam sudah siap membawa mereka kembali. "Bolehkah aku kembali bekerja besok?" tanya Evgenia Lev menatapnya "Kau sudah ingin bekerja kembali?" Evgenia mengangguk. "Baiklah. Mulai sekarang kita akan berangkat bersama" "Eh?" "Ada masalah dengan itu?" Lev mengerutkan dahinya "Tidak. Hanya saja kau datang ke kantor lebih siang, aku tidak ingin dianggap memanfaatkan keadaan" Lev menarik sudut bibirnya "Siapa

  • Wanita Milik Sang Pewaris   107

    "Apa aku bisa mendapatkan informasi dimana kamar Lev Stainslav berada?" "Maaf tuan, ada keperluan apa anda ingin mengetahuinya?" "Aku sepupunya, aku hanya ingin berkunjung" Seorang resepsionis wanita memandang temannya untuk meminta pendapat, namun sebelum resepsionis itu memberikan jawaban, sebuah suara menginterupsi keduanya. "Ada keperluan apa kau mencari tau kamarku?" Mark menoleh dan melihat Lev yang baru saja keluar dari lift. Mark berjalan mendekatinya "Aku hanya ingin melihat kondisi Jeni" "Dia hanya sepupu iparmu, kenapa kau begitu peduli padanya?" Mark mengepalkan tangannya "Kau sudah menyakitinya" "Dia istriku dan sudah menjadi urusanku" "Kau-!" "Dan ingat satu hal, Mark. Kau sudah memiliki istri dan calon anak, jadi tidak perlu merepotkan dirimu untuk mengurusi rumah tangga orang lain" ucap Lev lalu berjalan menjauh Mark mengepalkan tangannya dengan keras. Lev keluar dari hotel dan melihat Feliks sudah berdiri di dekat mobil hitam. "Dimana J

  • Wanita Milik Sang Pewaris   106

    Evgenia terbangun dan merasakan matanya berat akibat menangis semalaman. Evgenia tidak melihat Lev dimanapun, dan ranjang sebelahnya pun terasa dingin, seolah menggambarkan tidak pernah tersentuh oleh siapapun. Evgenia turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Begitu selesai, Evgenia mengambil ponselnya yang ada di atas nakas, dan tidak ada satupun panggilan atau pesan yang dari Lev. Evgenia menggambil sebuah outer panjang untuk menutupi pakaiannya, setelah itu keluar dari kamar untuk menghirup udara segar. Ketika Evgenia tengah menikmati pemandangan di sekitar hotel, tanpa sengaja dia bertemu dengan Mark yang baru saja kembali setelah berolahraga. "Pagi Jeni" "Pagi Mark" Terlihat keringat yang masih mengucur dari keningnya dan nafas pria itu yang naik turun setelah berlari. "Apa kau sedang berjalan-jalan?" "Ya. Seperti yang kau lihat" "Dimana Lev?" "Sepertinya ada hal penting yang harus dia lakukan pagi-pagi sekali" bohong Evge

  • Wanita Milik Sang Pewaris   5

    Saat mengetahui Evgenia menjalin hubungan dengan Mark Yaroslav, itu menjadi angin segar bagi Igor dan Ivan. Meskipun Mark bukanlah keturunan asli dari keluarga Stainslav, tapi mereka yakin jika Matvei Stanislav pasti memberikan sebagian hartanya untuk cucu angkatnya itu. Tapi karena kegagalan pertu

  • Wanita Milik Sang Pewaris   4

    Di tengah kesedihan dan kekecewaan Evgenia karena dikhianati oleh tunangannya, tiba-tiba sebuah suara mendekatinya "Sepertinya kalian sama-sama saling mengkhianati malam itu" Tubuh Evgenia seketika menegang mendengar suara itu, dia mencoba menghapus air matanya dan menatap tidak suka pada Lev.

  • Wanita Milik Sang Pewaris   3

    Di dalam ballroom hanya tinggal Mark, Evgenia, dan Victoria. Tidak jauh dari ketiganya, Lev berdiri sambil meminum segelas sampanye, entah mengapa pria itu masih bertahan disana. Mark tidak bisa berkata apa-apa, keputusan sang kakek adalah mutlak dan harus dilakukan, tapi dia masih tidak percaya

  • Wanita Milik Sang Pewaris   6

    Taksi yang ditumpangi Evgenia berhenti di depan sebuah minimarket di pinggiran kota Moskow. Lilia sedang membereskan beberapa barang di rak, sampai matanya tidak sengaja menangkap sosok Evgenia berdiri di depan minimarket, wanita itu melambaikan tangan padanya. Lilia bergegas keluar dan menghampiri

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status