Home / Romansa / Wanita Simpanan Bos Mafia / Bab 2 Mengerjai Yunika

Share

Bab 2 Mengerjai Yunika

Author: Jackie Boyz
last update publish date: 2025-06-18 23:07:37

Di kediaman Irawan.

Beberapa wanita yang pernah bekerja di kediaman tersebut tidak tahan diperlakukan seenaknya sendiri oleh Regan. Terlebih para wanita yang menjadi pengasuh Regan Irawan. Pria muda normal yang berpura-pura menjadi pria idiot setelah mengalami kecelakaan. Semua anggota keluarga Irawan menganggapnya gila karena benturan di kepala akibat kecelakaan. Aksi Regan membuat para baby sitter yang merawatnya resign hanya dalam hitungan hari.

Hal-hal gila yang dilakukan Regan tidak hanya minta dimandikan dan disuapi tapi dia juga minta disusui oleh wanita-wanita itu. Tidak ada yang sudi dilecehkan oleh Regan Irawan. Niat Regan bertindak seperti itu memang disengaja karena para baby sitter itu merupakan suruhan keluarganya untuk mengawasi Regan dan melaporkan semua tindakan yang dilakukan oleh Regan tentang kemajuan perkembangan kondisi otak Regan. Tentunya mereka berharap Regan tidak memiliki kemajuan apapun demi merebut semua saham sebagai pewaris utama di perusahaan Irawan.

Aksi Regan juga dilakukan ketika seorang wanita muda bernama Yunika bekerja di kediamannya sebagai pengasuh. Anehnya perlakuan Regan terhadap Yunika tidak membuat Yunika pergi dan langsung angkat kaki dari kediamannya. Bahkan Regan juga meminta Yunika menginap dan pulang seminggu sekali. Yunika tidak protes malah terus melayani apapun yang diminta Regan sebagai pengasuh.

"Rere, perkenalkan ini Nona Yunika, dia yang akan bertugas menjaga kamu mulai sekarang," ujar Wina pelayan rumah yang bertugas mengurus baju-baju Regan untuk dibawa ke belakang untuk dicuci.

Yunika hanya membungkuk hormat untuk menyapa sosok pria bertubuh atletis namun memiliki perilaku kekanak-kanakan di depan semua orang.

Regan tampak memperhatikan wajah Yunika sejenak.

Pasti wanita itu ditugaskan untuk mengawasi perkembangan kondisiku lagi, aku tidak mau penyamaranku terbongkar! Aku akan membuatnya angkat kaki dari rumah keluarga Irawan dalam semalam!

Yunika melihat Regan seolah-olah sedang memikirkan sesuatu hal yang dibencinya. Untuk menenangkan Regan Yunika segera meletakkan tasnya dan berjalan mendekatinya.

"Rere?" Sapa Yunika.

"Nona, Nona Yuni nggak-nggak boleh pulang! No-nona Yuni harus temani Rere tidur, malam ini pokoknya Rere pengen minum susu!" Ujarnya dengan terang-terangan.

Yunika pikir minum susu yang dimaksud Regan adalah seduhan air susu di gelas jadi Yunika tidak begitu memikirkannya.

Hari ini adalah hari pertama Yunika bekerja, tentu saja dia tidak heran dengan permintaan dari majikannya tersebut. Pelayan wanita yang menemani Yunika untuk memperkenalkan dirinya kepada Regan langsung menyiku Yunika agar Yunika lekas menjawab permintaan Regan, jika tidak segera menjawabnya maka Regan akan menangis dan marah-marah seperti anak kecil pada umumnya.

"I-iya aku tidak akan pulang, aku pergi ganti baju dulu, nanti aku buatkan susu," pamitnya pada Regan karena Yunika masih mengenakan setelah kemeja putih dengan rok hitam layaknya pelamar kerja.

Melihat Yunika akur dengan Regan, Wina segera menutup pintu dan melanjutkan pekerjaannya di kediaman. Setelah Wina menutup pintu Regan segera melancarkan aksinya untuk membuat Yunika tidak betah tinggal di kediaman Irawan.

Regan langsung masuk ke ruangan ganti, dia melihat Yunika sedang melepaskan kancing bajunya satu persatu lalu disusul rok span ketat. Kini tubuh Yunika hanya mengenakan sepasang pakaian dalam transparan berenda warna merah muda. Sebagai pria dewasa normal sebenarnya Regan mengagumi lekuk tubuh Yunika yang sangat seksi dan cantik. Di balik bra-nya Regan bisa melihat bola putih berukuran lumayan besar.

Regan melihat proporsi tubuh yang sangat bagus dan Yunika memiliki kulit mulus. Regan sengaja berjalan mendekat dan langsung memeluk Yunika dari belakang.

Yunika kaget sekali ketika menyaksikan pria dengan lengan kekar memeluknya dan langsung meremas-remas dari belakang melalui pantulan cermin besar di depannya.

Yunika terkejut melihat Regan memperlakukannya demikian tapi bibir tipisnya sulit dikontrol dan tiba-tiba mendesah.

"Em, Re? Apa-apa, emh, kenapa Rere menyentuh ini? Rere ini ti-tidak boleh, ini salah, Rere ini bukan tindakan yang benar, kan?" Tanya Yunika dengan wajah serba salah. Yunika awalnya panik sekali tapi dia menyadari bahwa pria dewasa yang menyentuhnya tidak lebih dari pria idiot yang tidak mungkin bertindak macam-macam terhadapnya.

Lagi pula sebelumnya Yunika sudah mendengarkan lebih dari tujuh halaman keluhan yang dibacakan oleh kepala pelayan dan dituliskan oleh pengasuh Regan sebelumnya. Yunika merasa sentuhan tersebut lebih mirip remasan pria normal dan Yunika tanpa sadar malah mendesah nikmat.

"Em, Re ....," rintih Yunika sambil mendongak dengan kedua mata terpejam.

Jika yang memperlakukannya adalah pria normal mungkin dia akan langsung menghantam kepala pria itu dengan barang yang bisa diraihnya.

Dalam hati Yunika mengumpat, tidak seharusnya dia melayani kegilaan ini!

Regan menunjukkan sifat aslinya, Regan tampak kesal karena Yunika malah menikmati kelakuan kurang ajarnya. Jadi dia segera mengambil tindakan yang lebih kurang ajar lagi. Tidak tahu kalau peran tersebut sengaja dimainkan Yunika untuk membodohi Regan. Yunika juga terpaksa dan harus bersikap seperti yang seharusnya.

Yunika terpaksa, tidak tahu pengorbanan besar apa lagi yang harus dia lakukan demi misi yang diberikan Judika bisa tuntas.

"Re, Regaan ...." Napas Yunika tersendat-sendat, Yunika benar-benar terlihat seolah-olah sedang larut dalam sentuhan pria berparas dewasa dengan perilaku idiot.

Yunika mengumpat dalam hati.

Jika bukan untuk melakukan misi, mana mungkin aku bersedia mengorbankan tubuhku yang berharga? Lihat saja aku akan membalasmu suatu hari nanti, Regan!

"No-nona Yunika, Rere-rere minta susu, se-sekarang ng-saja!" Ujar Regan seraya mengambil posisi di depan Yunika.

Meski perilakunya terlihat seperti pria idiot tapi wajah Regan sama sekali tidak buruk dan sangat tampan.

Yunika merasa sudah gila akibat ulah Regan, akan tetapi dia tetap ingin bekerja dan tidak mau resign.

Tanpa disadarinya kakinya pun berjalan menuju ke dinding dan bersandar di sana dengan napas tersengal-sengal, sementara Regan memeluknya erat sambil terus mengikutinya ke dinding untuk terus mengerjai Yunika.

"Re, ka-kapan kamu tidak haus lagi? Aku sudah sangat tertekan, Re, aku ingin ini segera selesai ..." Yunika sudah kepanasan akibat ulah Regan.

Regan melepaskan bibirnya dari sasarannya sejenak kemudian dia menatap wajah Yunika yang sudah memerah. Keringat keluar dari pori-pori wajahnya, wanita itu saat ini sudah tidak bisa menahannya.

Regan memiliki ide gila dia segera menunjuk ke arah sisi bawah bagian tubuh Yunika.

"Itu-itu dibuka saja, Rere ingin lihat, kenapa No-nona Yunika?"

Regan tidak peduli meski Yunika menggelengkan kepalanya.

Wajah Yunika memucat, dia sudah pucat seperti mayat, keringat terus mengucur deras membasahi tubuhnya. Yunika merasa Regan sangat gila dan harus segera dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa.

Yunika ingin sekali memarahinya, dia agak kesal dan tiba-tiba dia mencekal lengan Regan untuk menghentikannya.

Regan yang tadinya merasa berhasil tiba-tiba langsung mengangkat wajahnya dan beralih menatap wajah pucat Yunika.

Sejenak tatapan mata Regan tampak normal seperti pria yang tidak idiot sama sekali namun ketika Yunika menatapnya dengan tatapan curiga serta tidak berdaya Regan langsung berkata dengan suara gagap.

"I-ini gatal, i-ya? Rere-rere bantu menggaruk, ya? Ya?!" Ujarnya dengan wajah polos dan berpura-pura bodoh.

Setelah aku lecehkan seperti ini pasti Yunika bakalan resign malam ini!

Yunika merasa ingin membunuhnya ketika Regan mulai menyentuh sisi-sisi yang tidak boleh disentuh.

Regan dalam hati terus mengagumi betapa kuatnya Yunika bertahan dalam situasi menjijikkan ini.

Sebagai pria normal sesuatu miliknya pun terbangun dari tidurnya.

Sialan! Kalau begini aku bisa ketahuan! Regan menggerutu dalam hati.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Wanita Simpanan Bos Mafia    Bab 5 Pernyataan Mengejutkan

    Malam itu setelah penjahat berhasil diringkus, dan penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Judika. Judika berasa lega karena ingin secepatnya menemukan dalang yang sudah membuat Rebel terbunuh, Rebel merupakan rekan kerja Judika yang sedang menyamar untuk melakukan penyelidikan di dalam kediaman keluarga Irawan. Mereka sudah seperti saudara kandung sendiri. Rebel sangat baik dan juga memperlakukan Yunika dengan baik sama seperti Judika.Beberapa hari yang lalu Judika bersama rekan-rekannya yang lain pergi ke bendungan Jingge untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Mayat Rebel ditemukan dengan luka tusuk pada perut dan dadanya. Benda tajam yang digunakan untuk melukai rekan kerjanya tersebut masih belum ditemukan. Karena alasan itulah Judika khawatir ketika Yunika memutuskan untuk terjun langsung ke kediaman keluarga Irawan. Melihat adiknya masuk ke dalam sarang harimau, tidak berbeda dengan mengorbankannya sebagai tumbal. Beberapa hari ini Judika sibuk mengusut kasus Rebel,

  • Wanita Simpanan Bos Mafia    Bab 4 Bersandiwara

    Oh, sepertinya permainan ini tidak akan mudah berakhir! Yunika, kamu memutuskan untuk terus bersandiwara hingga akhir? Oke! Aku akan menuruti keinginanmu! Regan meletakan kedua lengannya di tepi ranjang sambil menatap tubuh telanjang Yunika dengan kedua mata berkedip-kedip jenaka."Em, No-nona Yunika, ke-kenapa tidak pa-pakai baju?" Regan menunjuk ke arah tubuh telanjang Yunika. "No-nona Yunika me-mesum, nan-nanti Re-Regan bilang Re-Regan mau la-laporkan pada Bibi pengasuh, bibi Wina pasti akan me-mecatmu!" Ujarnya sambil berusaha berdiri dari lantai.Yunika baru sadar bahwa dirinya sama sekali tidak mengenakan pakaian. Dia panik melihat Regan sudah bersiap melaporkannya. Yunika dengan cekatan langsung melompat ke pintu dan menguncinya."Re, dengarkan aku, ini salah paham, aku semalam, em, kemarin aku kepanasan jadi lupa tidur di mana!" Serunya dengan cepat. Yunika memaksakan senyum demi menutupi amarah di dalam hati. Dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mengumpat dalam hati.S

  • Wanita Simpanan Bos Mafia    Bab 3 Pemaksaan Regan, kesucian yang hilang

    Setelah begitu lama menyentuhnya dan Yunika tidak bereaksi selain menatapnya dan menahan segalanya, Regan kembali memiliki ide untuk membuat Yunika menyerah."Mmm, Nona? Ki-kita pindah ke ranjang, Rere lelah terus membungkuk," ajak Regan sambil menarik lengan Yunika dengan genggaman erat, Yunika mengikutinya dengan enggan dan berharap neraka ini akan segera berakhir. Sampai langkah kaki mereka tiba di ranjang empuk milik Regan.Yunika sudah tidak tahan lagi, apalagi terus berpura-pura tidak merespon Regan. Dia hanya mematung dan membeku seperti mayat beku yang tidak bernapas. Karena terus dipancing tubuhnya menggelepar lemas tidak berdaya. Bukan hanya Yunika yang merasakan siksaan itu, Regan pun tidak jauh berbeda dengannya. Dibandingkan dengan pengasuh-pengasuh sebelumnya, Regan tidak begitu peduli dan tidak sampai melakukan tindakan seperti sekarang mereka langsung kabur keluar dari kamar dan resign.Sekarang, celana pendeknya yang menggembung sulit untuk disembunyikan dari Yunika.

  • Wanita Simpanan Bos Mafia    Bab 2 Mengerjai Yunika

    Di kediaman Irawan. Beberapa wanita yang pernah bekerja di kediaman tersebut tidak tahan diperlakukan seenaknya sendiri oleh Regan. Terlebih para wanita yang menjadi pengasuh Regan Irawan. Pria muda normal yang berpura-pura menjadi pria idiot setelah mengalami kecelakaan. Semua anggota keluarga Irawan menganggapnya gila karena benturan di kepala akibat kecelakaan. Aksi Regan membuat para baby sitter yang merawatnya resign hanya dalam hitungan hari. Hal-hal gila yang dilakukan Regan tidak hanya minta dimandikan dan disuapi tapi dia juga minta disusui oleh wanita-wanita itu. Tidak ada yang sudi dilecehkan oleh Regan Irawan. Niat Regan bertindak seperti itu memang disengaja karena para baby sitter itu merupakan suruhan keluarganya untuk mengawasi Regan dan melaporkan semua tindakan yang dilakukan oleh Regan tentang kemajuan perkembangan kondisi otak Regan. Tentunya mereka berharap Regan tidak memiliki kemajuan apapun demi merebut semua saham sebagai pewaris utama di perusahaan Irawan

  • Wanita Simpanan Bos Mafia    Bab 1 Kematian Rebel di bendungan Jingge

    Dua hari sebelum bekerja di kediaman keluarga Irawan.Yunika sedang berada di kediaman bersama kakak angkatnya Judika.Pagi hari ini Yunika sedang menyiapkan sarapan untuk kakaknya."Kira-kira kapan aku bisa masuk ke kantor? Jangan lupa kamu sudah menjanjikan pekerjaan untukku di sana!" Tagihnya pada Judika. Judika sedang melamun langsung tersadar lalu menyuap makanan yang dihidangkan di meja. Beberapa hari sebelumnya, Judika memang sudah menjanjikan pekerjaan kepada Yunika di kantor, namun mengingat pekerjaan di dunianya sekarang banyak sekali hal-hal berbahaya yang harus dihadapi dan hampir selalu melibatkan diri dengan penjahat, Judika mulai ragu untuk membawa serta Yunika."Apa uang yang aku berikan tidak cukup?" Tanyanya untuk mengubah alur pembicaraan mereka berdua.Yunika mengukir senyum pada salah satu sudut bibirnya lalu menarik kursi dan duduk tepat di depan Judika. Yunika memainkan garpu dalam genggaman tangannya lalu menunjuk ujung batang hidung Judika."Jangan-jangan kam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status