Share

Bab 1296

Author: Jayden Carter
Menghadapi pertanyaan Nadhif di telepon yang menanyakan apakah Arlo takut, semua orang tanpa sadar menoleh ke arah Arlo.

Zaem mengernyit. Dia merasa kali ini Dewa Perang Utara terlalu memojokkan Arlo. Ada alasan di balik kejadian ini. Mengapa tidak menyelidikinya terlebih dahulu sebelum mengambil kesimpulan?

Namun, orang-orang lain justru tidak menganggapnya demikian. Mereka semua menunggu untuk melihat apakah Arlo akan mengalah atau setidaknya melunak sedikit dalam perkataannya.

Kunar dan rombo
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1570

    Namun, Sheila sempat ragu. Dibandingkan dulu, Isyana memang sudah jauh lebih dewasa, tetapi dia masih kurang tegas dan kejam dalam mengambil tindakan. Tanpa ketegasan yang cukup, dia tidak akan mampu mengendalikan berbagai pihak yang licik dan berbahaya.Membiarkan Risty pergi memang bukan masalah besar, tetapi dalam situasi seperti ini, mereka tidak boleh terlalu berbaik hati. Sheila masih merasa khawatir.Seolah mengetahui apa yang sedang dipikirkan Sheila, Isyana berkata dengan tenang, "Keluarlah!"Tirta dan Sheila sama-sama tertegun.Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki. Rifqi pun masuk dengan langkah lebar dan mantap."Bu Isyana, tenang saja. Aku sudah menyuruh orang mengikutinya. Setelah Risty menemui orang di balik semua ini, aku pasti akan mengetahuinya."Rifqi terlebih dahulu melaporkan hal itu kepada Isyana, baru kemudian menyapa Tirta dan Sheila.Sheila sedikit terkejut. Dia sama sekali tidak tahu kapan Isyana menghubungi Rifqi.Namun, Isyana sudah mengambil langk

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1569

    Husin mundur dua langkah. Sekilas, keterkejutan tampak di matanya.Dia memiringkan tubuh, lalu melayangkan tendangan melingkar. Yang terlihat oleh semua orang hanyalah bayangan yang melintas di depan mata.Tangan putih nan ramping itu menjentikkan jarinya sedikit. Seketika, nyala api muncul. Husin langsung menjerit kesakitan.Setelah api menyentuh tubuh Husin, kobarannya langsung membesar seperti minyak yang tersulut. Dalam sekejap, seluruh kakinya dilalap api. Husin berguling-guling di tanah, tetapi kobaran api itu sama sekali tidak mereda.Dalam sekejap, api melahap seluruh tubuhnya. Jeritannya yang memilukan terdengar seperti lolongan roh jahat, membuat siapa pun yang mendengarnya merinding.Sebelum semua orang sempat tersadar, sosok anggun itu terlihat berputar di udara. Tinju putihnya yang indah memelesat bertubi-tubi.Dalam sekejap, beberapa pengawal yang dibawa Risty semuanya terkapar di tanah sambil memuntahkan darah.Sosok itu mendarat tepat di samping Sheila. Mata indahnya ta

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1568

    Risty melangkah maju dan meraih lengan Tirta. "Kak, kamu benar-benar nggak ingin membalaskan dendam keluarga kita dan menuntut keadilan?"Tatapan Tirta rumit. "Kamu terlalu bodoh! Kamu benar-benar berpikir cara ini akan berhasil?""Kenapa nggak? Arlo sudah mati. Tanpa dia, siapa lagi yang bisa menghalangi kita?" balas Risty."Dengan perkataanmu barusan saja, aku sudah bisa membuatmu nggak bisa keluar dari rumah ini!"Suara seorang wanita terdengar dari sudut tangga menuju lantai dua.Risty menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang wanita luar biasa cantik mengenakan gaun putih sedang menuruni tangga dengan langkah anggun.Wanita itu memiliki fitur wajah yang indah dan pesona yang menggoda. Meskipun tampak kelelahan, seluruh dirinya memancarkan ketenangan seseorang yang memegang kendali atas situasi."Sheila?" Risty mengenali wanita yang datang itu dan berseru kaget. Dia melirik Tirta. Amarahnya langsung meluap.Namun, ketika Sheila menghampirinya dan dia melihat wanita itu datang s

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1567

    Di Hondaria, rumah Keluarga Hadju ....Kini, Keluarga Hadju sudah hancur. Kesombongan dan sikap semena-mena Risty yang dulu tampak di wajahnya pun sudah lenyap. Tatapannya terlihat tenang, tetapi menyiratkan sedikit kekejaman."Kak, kabar tentang dua kapal kargo yang disandera bajak laut sudah tersebar. Grup Yindola sudah mengetahuinya dan mengirim orang untuk menyampaikan, kalau barang nggak bisa dikirim tepat waktu, kita harus membayar denda keterlambatan sesuai kontrak."Tirta mengusap dahinya dengan telapak tangan. Wajahnya tampak sangat muram."Selain itu, kudengar salah satu klien perusahaan teknologi informasi kita di Prandis adalah investor dari Timur Tengah. Ada yang melaporkan kita melanggar aturan dengan memasok barang-barang embargo ke Timur Tengah. Kita mungkin akan didenda besar-besaran oleh pemerintah Prandis. Gimana kamu akan menangani masalah ini?"Risty bertanya lagi tanpa mengubah ekspresinya.Tirta mengangkat kelopak matanya. Sorot tajam terpancar dari kedua matanya

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1566

    "Meski para awak kapal mungkin memiliki niat yang tidak baik, setidaknya mereka belum melakukan apa-apa, 'kan?"Yolanda mencibir dalam hati. Belum melakukan apa-apa? Lebih tepatnya, mereka tidak punya kemampuan untuk macam-macam!Namun, jika ingin kembali ke daratan, mereka memang harus menumpang kapal kargo ini. Jika tidak, entah sampai kapan mereka harus menunggu kapal lain lewat.Lagi pula, tidak mungkin mereka membunuh semua orang di kapal ini."Kalian mau pergi ke mana?""Kami mau ke Hondaria!" Kapten itu sama sekali tak berani bertanya macam-macam. Dia menjawab setiap pertanyaan dengan jujur.Hondaria? Itu masih searah dengan tujuan mereka.Arlo mengangguk puas. "Siapkan satu kabin untuk kami. Sekarang, kalian semua enyah dari hadapanku! Kalau ada yang berani berbuat licik diam-diam, aku nggak keberatan membunuh kalian!""Baik! Baik!"Kapten mengantar mereka berdua menuju kabin. Dalam hati, dia terus mengumpat, 'Tunggu saja kalian! Aku akan memanggil Master Bachan untuk menghabis

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1565

    Setelah kapal mendekat, orang-orang di atas kapal tampak lebih bersemangat daripada dua orang yang sedang terhanyut itu."Hei! Kami datang untuk menolong kalian!"Sambil berkata demikian, seorang awak kapal dengan sukarela melompat dari kapal kargo dan berenang menuju rakit mereka.Mereka berbicara dalam bahasa asing dengan aksen Indie yang kental sambil menyeringai mesum. Bahasa asing Yolanda dan Arlo cukup baik. Kalau tidak, melihat ekspresi mereka saja mungkin sudah cukup membuat keduanya langsung menghunus pedang."Jangan mendekat!"Ketika melihat awak kapal itu menyodorkan pelampung dan memberi isyarat agar dia turun ke air, Yolanda memasang wajah dingin dan mengubah arah rakit.Awak kapal itu gagal meraih sasarannya. Raut kesal melintas di wajahnya yang gelap.Arlo berdeham dua kali. "Jangan-jangan mereka punya niat lain?"Bukan berarti Arlo terlalu meremehkan sifat manusia. Namun, di tengah lautan luas ini, mereka berdua sudah hanyut mengikuti ombak selama dua hari. Mereka tetap

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 295

    Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 588

    "Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 572

    Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 600

    Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status