Share

Bab 1533

Author: Jayden Carter
Pengemis tua itu mencibir, lalu menatap Arlo. "Kamu pasti Arlo, 'kan?"

Dia mengamati Arlo dari atas hingga bawah beberapa kali. "Benar saja, kamu mampu mencapai tingkat transenden dalam waktu tiga bulan. Saat gelombang takdir tiba kali ini, di antara para Utusan Takdir yang terlahir kembali, kamu pasti termasuk salah satu yang paling menonjol."

"Siapa sebenarnya kamu?" tanya Arlo.

"Aku Tegar, dari Semesse." Pengemis tua itu mengangkat dagunya. Tiba-tiba, dua sorot tajam memancar dari kedua matan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1536

    Ketika sosok itu semakin mendekat, mata Rubah langsung dipenuhi kegembiraan. Dewa Militer sudah tiba.Tanpa sadar, dia menoleh ke area tempat sosok Arlo dan Yolanda tenggelam. Keduanya sudah tak terlihat. Tubuh mereka juga tidak muncul ke permukaan. Tidak diketahui apakah mereka masih hidup.Tepat saat itu, area itu tiba-tiba membentuk pusaran raksasa, seolah ada suatu kekuatan aneh yang berputar di dasar laut.Pusaran itu berputar semakin cepat, seolah hendak menyedot segala sesuatu di sekitarnya.Rubah membelalakkan mata. Dia belum pernah melihat fenomena aneh seperti ini di laut.Air laut di sekitarnya mulai bergolak hebat, seolah ditarik oleh suatu kekuatan yang berada di bawah pusaran itu.Cahaya hijau berpendar yang tak terhitung jumlahnya menyembur keluar dari dalam pusaran, membentuk bayangan cahaya yang menyerupai kobaran api hijau."Apa itu?" tanya Yusa dengan wajah pucat.Arlo dan Yolanda baru saja jatuh ke area itu. Dengan pusaran yang begitu ganas, bagaimana mereka bisa di

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1535

    Dengan mengerahkan energi langit dan bumi, pengemis tua itu memanifestasikan senjata pusakanya, lalu melepaskan kekuatan yang sepuluh kali lebih dahsyat daripada serangan biasa.Energi murni berbentuk pipa tembakau sepanjang sepuluh meter menghantam Yolanda dari atas seperti pilar dewa yang jatuh dari langit. Pipa itu seolah hendak ditancapkan langsung ke dasar laut.Yolanda mengepalkan tangannya yang ramping dan menebaskan pedang untuk melepaskan energi pedang. Cahaya pedang keemasan memelesat ke luar, tetapi dalam sekejap langsung dihancurkan. Pipa tembakau sepanjang sepuluh meter itu sempat melambat, lalu kembali menghantamnya.Sosok Yolanda bergerak untuk mengelak, lalu dia melayangkan satu pukulan lagi. Suara ledakan dahsyat terdengar seperti gemuruh angin dan petir. Kepalan tangannya bertabrakan dengan energi murni berbentuk pipa tembakau itu.Bum! Yolanda terpental dan jatuh ke laut. Di atas kapal kargo, Rubah dan yang lainnya terkejut. Mereka panik dan menoleh ke segala arah.W

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1534

    Kali ini Yolanda benar-benar murka. Pedang emas di tangannya menangkis pipa tembakau itu, lalu melancarkan energi pedang yang tajam langsung ke leher si pengemis tua.Pengemis tua itu hanya memiringkan kepala dan menghindari energi pedang. Energi yang mengamuk di sekitarnya itu seolah sama sekali tidak perlu dikhawatirkan olehnya.Pipa tembakau yang tampak biasa saja itu digunakan seperti tongkat pendek di tangannya. Dia mengayunkannya dari belakang dengan gerakan memutar. Kekuatannya sama sekali tidak kalah dari artefak Pedang Ular Api. Dalam sekejap, keduanya sudah bertukar lebih dari sepuluh jurus.Setiap kali pipa tembakau diayunkan, celah hitam akibat robekan ruang akan muncul. Ketika energi dahsyat menyebar ke sekeliling, Rubah, Yusa, dan yang lainnya merasa seolah udara di sekitar mereka tersedot habis hingga membuat mereka sesak.Gerakan pria tua itu terlihat biasa saja, tetapi setiap jurusnya membawa energi langit dan bumi. Jelas, dia adalah ahli tingkat transenden yang sudah

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1533

    Pengemis tua itu mencibir, lalu menatap Arlo. "Kamu pasti Arlo, 'kan?"Dia mengamati Arlo dari atas hingga bawah beberapa kali. "Benar saja, kamu mampu mencapai tingkat transenden dalam waktu tiga bulan. Saat gelombang takdir tiba kali ini, di antara para Utusan Takdir yang terlahir kembali, kamu pasti termasuk salah satu yang paling menonjol.""Siapa sebenarnya kamu?" tanya Arlo."Aku Tegar, dari Semesse." Pengemis tua itu mengangkat dagunya. Tiba-tiba, dua sorot tajam memancar dari kedua matanya yang keruh."Awas!" Yolanda mendadak berteriak.Bulu kuduk Arlo langsung berdiri. Pada detik itu, firasat bahaya yang luar biasa kuat membanjiri hatinya, bahkan ratusan kali lebih kuat daripada saat menghadapi tembakan meriam tadi.Dia segera membentuk lapisan energi pelindung di depannya. Pada saat yang sama, Pedang Darah Purba juga diangkat melintang untuk bertahan.Di hadapannya, pengemis tua itu melepaskan pipa tembakau dari pinggangnya. Dengan santai, dia menyalakan tembakau dan mengisap

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1532

    Orang-orang di kapal patroli bersorak kegirangan. Fujikawa ternyata mengenal Yolanda. Bagi mereka, itu berarti masih ada kesempatan untuk tetap hidup."Sudah kubilang sejak awal, biar aku saja yang mengurus Arlo. Toh yang ingin diselidiki Organisasi Sembilan Ular hanya rahasia di balik tingkat transenden.""Tapi kalian justru mempertaruhkan segalanya. Yang lebih menjijikkan, sebagai seorang praktisi, kamu malah memilih menggunakan tembakan meriam. Sungguh memalukan!"Energi dingin mengalir di sekujur tubuh Yolanda."Memangnya kenapa? Dia sekarang sudah mati. Apa gunanya lagi kamu membunuh semua orang di sini? Lebih baik kita kerja sama. Aku bisa merahasiakan apa yang terjadi di sini dari kepala ular lainnya.""Jangan lupa, dulu kita sudah sepakat untuk nggak saling bermusuhan. Kalau kamu membunuhku, kamu harus menghadapi kejaran dari seluruh kepala ular. Setiap orang harus menimbang untung-rugi dalam melakukan sesuatu, 'kan?"Fujikawa berusaha membujuknya."Untung-rugi? Aku cuma mau me

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1531

    Tubuh Siluman Ilusi milik Fujikawa sebagian besar tenggelam ke bawah laut. Hanya separuh kepalanya yang masih terlihat. Melihat Arlo berdiri sambil memegang pedang, dia terus mencibir dalam hati.Dia tahu Arlo mendapat dukungan energi langit dan bumi. Dinding air dan rumput laut yang dibuatnya bisa saling terjalin seperti sulur tanaman, dengan kekuatan yang bahkan sebanding dengan baja.Namun, itu adalah peluru meriam berkaliber besar. Bagaimana mungkin kekuatannya bisa diredam begitu saja?Arlo ingin melawannya hanya dengan pedang? Sungguh konyol!Tubuh raksasanya mulai menyelam dengan cepat ke bawah laut. Dia sudah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk, yaitu tubuhnya mati dan berubah menjadi roh.Asalkan Arlo mati terkena ledakan peluru meriam, semua ini akan sepadan.Di atas kapal patroli, Yolanda baru saja berhasil mengendalikan keadaan. Dari kejauhan, dia memandang ke arah jatuhnya peluru meriam. Hatinya pun dilanda gelombang kepanikan.Dia sudah mempertaruhkan segalanya. Selur

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 295

    Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 588

    "Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 572

    Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 600

    Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status