Share

Bab 168

Author: Jayden Carter
Selama bertahun-tahun, Omran juga punya beberapa teman yang disebut-sebut sebagai master. Mereka mengaku bisa menetralkan halusinasi dari relik itu, tapi semuanya gagal.

Namun, Arlo melakukannya dengan mudah sekali. Orang seperti ini benar-benar tidak bisa diremehkan. Derry tidak berani lagi berpikir sedikit pun bahwa Arlo hanya mengandalkan wanita.

Sementara itu, Sheila dan Maulana saling berpandangan dengan penuh keterkejutan.

Apa yang Arlo lakukan barusan benar-benar di luar pemahaman mereka.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1042

    Baru sedetik yang lalu, jurus pamungkas Cortis masih membuat Arlo tidak mampu menghadapinya. Namun sedetik berikutnya, Arlo sudah menggunakan jurus yang sama persis? Arlo benar-benar belajar di tempat, lalu langsung memakainya?Namun, Cortis memahami makna ucapan "meniru tanpa memahami hakikatnya" itu. Dia mengolah energi negatif dengan tujuan menggunakan tubuhnya sebagai wadah energi negatif.Akan tetapi, manusia sendiri merupakan makhluk yang mengandung esensi langit dan bumi. Kecuali memiliki Fisik Kekacauan, seseorang tidak mungkin secara sempurna menampung dan mengubah energi spiritual serta energi negatif menjadi Energi Kekacauan.Karena itu, dia hanya bisa mengandalkan teknik kultivasi dan metode rahasia untuk secara paksa menggabungkan kedua energi tersebut. Dari sudut pandang tertentu, itu hanyalah tiruan tingkat rendah dari Energi Kekacauan.Meskipun metode itu sangat ampuh untuk menghadapi praktisi bela diri dan praktisi sihir biasa, di hadapan Energi Kekacauan yang sesunggu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1041

    Arlo tidak menjawab. Dia malah mulai secara aktif menyerap energi negatif yang dilepaskan Cortis."Luar biasa! Ternyata memang bisa seperti ini!"Kilatan kegembiraan melintas di mata Arlo.Barusan, aliran energi dan darah di seluruh tubuhnya terhambat oleh energi negatif. Setelah energi negatif memasuki pusat energinya, energi murni yang awalnya tertekan, malah berubah menjadi saling menjalin dan saling memperkuat dengan cepat.Hal itu membuatnya teringat pada catatan dalam Kitab Surgawi Pengobatan Abadi mengenai Fisik Kekacauan.Fisik Kekacauan mampu menampung energi spiritual dan energi negatif, bahkan memurnikannya menjadi Energi Kekacauan untuk menjalankan Kekuatan Kekacauan.Selama ini Arlo sering menggunakan teknik sihir untuk mengendalikan energi negatif, tetapi belum pernah mencoba memasukkan energi negatif ke dalam tubuhnya.Karena kebetulan yang tidak disengaja, hari ini dia malah menghirup energi negatif dan memperoleh kejutan besar. Ternyata dia memiliki Fisik Kekacauan yan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1040

    "Ini adalah energi negatif jahat, bukan energi dalam ataupun energi murni biasa. Kamu orang kampung yang nggak berilmu, apa kamu benar-benar mengira semua jalan bela diri itu sama?""Dalam dunia bela diri ada ribuan jalan yang berbeda. Aku mengolah energi negatif. Energi ini mampu menekan seluruh energi dalam. Begitu energi negatifku memasuki tubuhmu, energi dalammu nggak akan bisa digerakkan lagi.""Mau pakai apa kamu melawanku?"Arlo hanya menjawab santai, "Oh.""Lalu demi teknik kultivasi ini, kamu mengkhianati gurumu?""Kalau aku nggak salah lihat, gurumu menempuh jalur energi dalam dan metode yang bersifat positif. Jelas bukan satu jalan denganmu.""Hahaha!" Cortis tertawa keras. "Kamu ternyata tahu cukup banyak.""Sayangnya .... Kamu tetap harus mati!"Tatapan matanya tampak histeris. Energi negatif yang mengelilingi tubuhnya tiba-tiba meledak semakin kuat. Seolah hendak menelan seluruh tubuh Arlo.Gerakan Arlo langsung menjadi lambat untuk sesaat.Di dalam mobil, ekspresi Bravy

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1039

    Bravy dan Winola segera memusatkan pandangan ke depan. Benar saja, orang yang berdiri beberapa meter di hadapan mereka adalah Cortis.Saat ini dia berdiri dengan kedua tangan di belakang punggung, melepaskan seluruh auranya tanpa menahan sedikit pun. Niat membunuh yang tajam membuat seluruh dirinya tampak seperti sebilah pedang yang berkilauan dan siap menebas kapan saja. Sampai-sampai orang lain sulit menatapnya secara langsung."Kakak Cortis ... kenapa dia ada di sini ...."Hati Winola langsung diliputi firasat buruk. "Jadi dia benar-benar ingin membunuh dan merampas barang."Arlo tertawa sinis.Dalam benak Winola, istilah membunuh demi merampas harta sama sekali tidak mungkin dikaitkan dengan kakak seperguruannya."Hentikan mobil! Aku tanya ke dia! Kak Cortis pasti nggak akan ...." Sebelum dia sempat menyelesaikan kalimatnya, Arlo tiba-tiba menginjak pedal gas dalam-dalam. Mobil langsung melesat menuju Cortis."Arlo, apa yang kamu lakukan?! Hentikan mobil! Gimana kalau ini hanya sal

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1038

    "Kak Cortis!" Winola buru-buru mengejar sambil memanggilnya. Namun, Cortis sama sekali tidak menoleh dan langsung pergi dengan langkah cepat."Arlo, ini ... aku mewakili Kak Cortis minta maaf! Dia ... dia mungkin ...."Winola mendapati dirinya sama sekali tidak mampu menjelaskan situasinya.Di satu sisi ada penyelamat nyawa ayahnya. Di sisi lain ada kakak seperguruannya. Dia benar-benar berada dalam posisi yang sulit.Arlo menggeleng dan berkata dengan tenang, "Kamu adalah kamu, dia adalah dia. Selama kamu membayar biaya pengobatanku sesuai kesepakatan, aku nggak akan menyeretmu ke dalam urusan lain."Winola menggigit bibirnya. "Aku tetap berharap kamu dan kakak seperguruanku nggak benar-benar sampai bermusuhan. Selama beberapa tahun terakhir, dia sudah mengenal banyak tokoh besar. Belum tentu kamu bisa unggul kalau berhadapan dengannya.""Lagian, dia benar-benar bukan orang jahat."Hati Winola memang tidak buruk.Arlo menatapnya sambil berkata penuh makna, "Yakin dia bukan orang jahat

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1037

    Sudut bibir Arlo melengkung membentuk senyum tipis saat dia berjalan menuju pintu masuk. Di sana, lima atau enam orang sedang tertahan di depan pintu. Masing-masing membawa kotak obat di tangan mereka.Yang membuat Arlo sedikit terkejut adalah, dari semua orang itu, hanya satu yang dia kenal. Yaitu pria yang dulu memperkenalkan dirinya sebagai Bravy.Saat Konferensi Pengobatan Tradisional berlangsung, ketika dia bertarung melawan Bados, ada seorang praktisi independen yang berdiri membelanya karena merasa tidak adil. Pria kekar itu adalah orang yang sama.Bravy melangkah maju lalu langsung menyodorkan kotak obat di tangannya kepada Arlo."Barang ini didapat temanku secara kebetulan. Waktu dengar bahwa kamu membutuhkannya, aku langsung mengantarkannya ke sini.""Untung lokasinya masih di kota tetangga. Aku bahkan dapat bantuan helikopter dari kepala Keluarga Raharjo untuk mengantarkannya. Kalau nggak, aku pasti nggak sempat tiba."Arlo menangkupkan kedua tangannya sebagai penghormatan.

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 301

    Alis Arlo semakin berkerut. Dia sudah bersiap turun tangan dan menghajar beberapa bajingan itu sampai mati.Namun, Daniel yang berdiri di sampingnya justru menabrak Arlo dengan wajah penuh penghinaan. "Dasar pecundang tak berguna. Baru preman kelas teri saja sudah bikin kamu ketakutan sampai nggak b

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 291

    Arlo tidak menganggapnya serius. "Nggak usah diladeni, kita jalan saja."Arlo mengemudi dengan stabil, bersiap keluar dari jalan lingkar kapan saja. Tak disangka, tiga mobil itu malah makin menjadi-jadi. Mereka terus menyelip ke depan mobil Arlo, mengerem mendadak dan mencoba memaksa berhenti!Arlo

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 295

    Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 309

    Semua orang di tempat itu tercengang!Lidya sampai meragukan hidupnya sendiri, menatap Arlo dengan sorot mata yang sudah benar-benar berbeda.Para berandalan kaya yang ikut Angga dipenuhi rasa iri dan dengki.Sementara Angga meledak di tempat, menunjuk Mutia sambil memaki, "Mutia, kamu berani-berani

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status