Share

Bab 171

Author: Jayden Carter
Omran masih ragu. Sorot mata Sonda berkilat, muncul secercah keserakahan yang hampir tidak terlihat. Bagaimana mungkin dia membiarkan Omran yang dermawan ini lolos? Dia segera memberi Warno sebuah isyarat.

Warno langsung paham dan membujuk, "Pak Omran, ini soal nyawa. Jangan ragu lagi. Semakin lama kamu menunda, semakin besar kemungkinan istrimu kehilangan akal."

Omran menatap lama istrinya yang terbaring di ranjang, lalu menggertakkan gigi dan berkata, "Baik!"

Begitu mendapat izin, Sonda mulai
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 978

    Arlo merasa seolah ada sesuatu yang meledak di dalam pikirannya. Gelombang energi yang tak kasatmata memancar dari seluruh tubuhnya dan menyebar ke udara, menciptakan lingkaran-lingkaran riak energi.Energi itu bagaikan gelombang energi murni yang berwujud nyata, menghancurkan seluruh perabotan dan peralatan elektronik di dalam kamar.Dengan Arlo sebagai pusatnya, seluruh ruangan tampak seperti baru saja diterjang angin puyuh. Entah berapa lama kemudian, Arlo perlahan membuka matanya dan wajahnya dipenuhi kegembiraan.Berhasil!Saat ini, Arlo merasa dunia di sekelilingnya jauh lebih jelas daripada yang bisa dilihat oleh kedua matanya.Ketika kesadaran spiritualnya dilepaskan, dia bisa "melihat" semua orang di dalam dan di luar klub. Dia bisa "mendengar" setiap kalimat yang diucapkan siapa pun. Bahkan dia bisa melihat Leonard dan Harto yang masih memainkan Pil Jiwa Kehidupan sambil mengobrol dengan Sheila dan Fellis di restoran lantai dua ....Setelah kesadaran spiritual terbentuk, buka

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 977

    Leonard berhenti sejenak lalu melanjutkan, "Yang ingin aku katakan adalah, jangan merasa terbebani. Kalau memang nggak memungkinkan, kita kembali saja ke Naldern. Membuka dan mengelola klinik kita dengan baik juga sudah cukup untuk membuat hati tenang dan nggak ada penyesalan!"Harto mengangguk. "Benar. Demi semua orang, kamu sampai harus mempertaruhkan nyawa. Kami juga merasa nggak enak hati! Pengobatan tradisional adalah milik Doraia, bukan milikmu seorang. Nggak ada alasan kamu harus terus menerima pukulan demi semuanya!"Kata-kata mereka begitu tulus hingga membuat hati Arlo tersentuh. Perasaan sesak dalam hati Arlo pun banyak berkurang. Dia tertawa keras dan berkata, "Kalian berdua benar. Pengobatan tradisional adalah milik Doraia. Kalau hanya karena beberapa sampah aku menyerah begitu saja, bukankah itu malah sesuai sama keinginan mereka?"Tentu bohong jika Arlo mengatakan bahwa dia tidak marah terhadap cara licik yang digunakan Kaisan dari Sekte Vitalitas. Bahkan, dia juga meras

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 976

    Syafiq mengernyit lebih dalam.Faudina melanjutkan dengan hati-hati, "Paman Azriel juga bukan bilang nggak mau ikut campur. Dia hanya bilang waktunya belum matang ....""Kapan waktunya akan matang? Mau tunggu sampai Arlo bunuh Keluarga Kushanto?" Henky mencibir.Syafiq menggeleng, wajahnya penuh kekecewaan.Sebagai sesepuh dan tetua keluarga, kepentingan keluarga selalu lebih besar daripada kepentingan individu. Meskipun dia punya banyak cucu, tetap saja dia merasa sedih melihat cucunya meninggal.Namun seperti yang dikatakan menantunya, menyelesaikan masalah dengan biaya sekecil mungkin adalah pilihan orang cerdas!Dia tidak melanjutkan topik itu, melainkan menoleh ke arah Faudina dan berkata, "Kakakmu dan sepupumu sudah pulang dari ibu kota. Malam ini suruh semuanya datang ke rumah utama, kita makan malam reuni keluarga, gimana?"Mendengar kakak dan sepupunya sudah kembali, kilatan kegembiraan muncul di wajah Faudina.Kakak laki-lakinya adalah kebanggaan generasi muda Keluarga Kushan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 975

    Yukara melirik bekas tebasan yang membelah tanah. Kelopak matanya sedikit terangkat sebelum akhirnya berbicara, "Dewa Militer bilang, Kaisan terbukti berkolusi dengan Organisasi Sembilan Ular. Buktinya sudah jelas. Karena itu, kematiannya dianggap sebagai hukuman yang pantas.""Sedangkan Sekte Bayangan hanya datang untuk mengaktifkan formasi. Karena mereka sendiri yang memulai masalah, maka mereka harus menanggung akibatnya. Kirimkan mayat mereka kembali."Azriel tercengang.Tidak ada penyelidikan sama sekali?Dia bertanya dengan enggan, "Kalau Sekte Bayangan ingin menuntut Arlo atas perbuatannya?"Yukara melirik Azriel lalu tertawa sinis. "Kalau begitu, suruh mereka cari Dewa Militer."Kening Azriel berkerut. Dia tidak mengerti bagaimana Arlo bisa mendapatkan dukungan sebesar itu dari Dewa Militer.Sudut mulut Bagas berkedut. Dalam hatinya muncul berbagai dugaan. Apakah keberpihakan Dewa Militer kepada Arlo benar-benar hanya karena Arlo memperjuangkan pengobatan tradisional?Dia meras

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 974

    Sejak menjadi pemimpin tertinggi markas militer Kota Aramaya, sudah sangat lama tidak ada seorang pun yang mampu memberinya tekanan sebesar ini.Azriel melirik ke arah pintu masuk dengan gelisah.Arlo terlalu berbahaya. Bagaimanapun juga, dia tidak boleh dibiarkan pergi.Sementara itu, setelah mendengar ucapan Arlo, perasaan orang-orang yang hadir menjadi campur aduk dan sulit dijelaskan.Pada titik ini, bahkan orang yang paling lambat memahami situasi pun sudah bisa menebak bagaimana semua ini bermula dan mengapa sampai berkembang sejauh ini.Arlo ingin mengangkat kembali kejayaan pengobatan tradisional dan hal itu menyentuh kepentingan Sekte Vitalitas yang diwakili oleh Kaisan.Setelah menunjukkan kemampuan medis yang luar biasa, dia juga menjadi sasaran keserakahan banyak pihak. Sepertinya Arlo tidak melakukan kesalahan apa pun. Namun setelah membunuh orang, seolah-olah semuanya berubah menjadi kesalahannya.Setidaknya, itu tidak dapat diterima oleh hukum.Arlo sama sekali tidak mem

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 973

    Gonzali gemetaran. Bahkan sebelum Arlo mendekat, dia sudah berlutut dan bersujud tanpa henti."Master Arlo, ampuni nyawaku! Meski aku memang pernah ngomong nggak sopan, aku nggak pernah bersekongkol untuk menjatuhkanmu! Konferensi Pengobatan Tradisional memang mengandalkan kemampuan masing-masing. Lagi pula, yang menang juga kamu .... Apa yang dilakukan Pak Kaisan nggak ada hubungannya denganku."Arlo mencibir."Sekte Vitalitas milikmu itu memperoleh manfaat dari warisan keterampilan para leluhur. Nggak mampu mengembangkannya saja sudah cukup memalukan. Waktu kamu menghalangiku demi kepentingan pribadimu sendiri, pernahkah kamu berpikir akan ada hari seperti ini?"Gonzali menundukkan kepala. Wajahnya pucat pasi dan dia tidak berani menatap Arlo."Aku seperti katak dalam tempurung, egois dan berpikiran sempit. Aku bersedia menerima hukuman. Master Arlo, mohon ampuni nyawaku!"Arlo tertawa sinis. "Aku selalu membedakan antara balas budi dan balas dendam. Aku juga bukan pembunuh yang memb

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 523

    Levin mengernyit. Itu adalah barang pertama yang diminati Arlo. Dia sebenarnya berniat menghadiahkan barang itu. Melihat Risty masih terus memprovokasi, dia langsung hendak mengangkat papan untuk menawar lagi.Namun tepat saat itu, Arlo menarik lengannya."Kamu bodoh ya? Barang ini bahkan nggak lebi

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 529

    "Kalau kita dapat bukti konkret, itu cukup untuk langsung menghabisi si licik itu!""Aku selidiki dulu, sekalian saja bantu kamu untuk nekan Keluarga Sriwandi sampai mampus!"Arlo mengerutkan kening, "Selidiki? Gimana caranya?"Sheila terkekeh manja, "Aku sudah melacak identitas salah satu orang Gor

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 522

    Risty seolah baru saja mendengar lelucon paling lucu di dunia. Dia sampai tertawa terpingkal-pingkal."Sebelum datang ke Hareast, aku sudah mempelajari keluarga-keluarga dan para taipan di sini. Maaf kalau penilaianku kurang tajam, tapi di daftar orang kaya, aku benar-benar nggak melihat namamu.""S

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 517

    Lidya cukup terkejut saat melihat Mutia. Dia sebenarnya tidak terlalu akrab dengan Mutia, hanya pernah dua kali minum teh susu bersama karena diajak Isyana. Namun, gadis kecil ini lincah dan pintar. Lidya juga menyukainya."Kamu datang sama Kak Isyana?"Mutia menggeleng.Lidya mengacak rambut Mutia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status