Share

Bab 237

Author: Jayden Carter
Jangan sampai nyawa melayang!

Para dokter ternama dari tim pertukaran memang tidak sepenuhnya menerima Arlo, tetapi sebagian besar tetap orang-orang berhati baik. Mereka tidak ingin Arlo yang masih begitu muda kehilangan nyawanya.

"Cepat racik obatnya!"

"Nggak bisa, pakai dulu ramuan penawar darurat!"

Namun, Arlo tetap bersikap semaunya sendiri, seolah-olah tak mendengar apa pun.

Alif menatap Arlo dengan senyuman licik. Resep penawar yang disebutkan Arlo jelas berbeda dari milik Lembah Raja Obat
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 982

    Setelah memberikan instruksi, Arlo pergi bersama Sheila dan Fellis.Leonard dan Harto kembali ke kamar mereka. Kira-kira lebih dari satu jam kemudian, terdengar ketukan di pintu. Begitu pintu dibuka, mereka melihat dua pria paruh baya berpakaian seragam militer berdiri bersama seorang pemuda berpakaian mencolok.Di tangan pemuda itu terdapat sebuah kotak brokat berbentuk panjang.Pemuda itu langsung menjelaskan tujuannya, "Jenderal Markos menyuruh kami datang untuk melakukan penukaran obat."Leonard melirik kedua pria berseragam militer itu lalu berkata, "Boleh kulihat identitas kalian?"Salah satu pria paruh baya itu mengeluarkan kartu identitas.Leonard melihat cap merah resmi yang tampak sangat meyakinkan. Dia tidak memperhatikan bahwa cap tersebut berasal dari Distrik Militer Ibu Kota. Kalaupun dia melihatnya, dia juga tidak memahami perbedaan dan pembagian wilayah militer semacam itu. Dia hanya refleks memercayai seragam militer yang mereka kenakan."Pak Arlo bilang ini ditukar de

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 981

    "Karena Paman Derma adalah rekan seperjuangan lama Markos!""Memangnya kenapa?""Kamu ini sebenarnya pernah baca data tentang Arlo atau nggak?""Hmm, belum sempat. Aku cuma tahu dia seorang grandmaster, ahli dalam alkimia, dan punya banyak permusuhan sama Keluarga Kushanto.""Kalau berurusan sama orang luar, anak yang namanya Arlo itu kejamnya bukan main. Kalau lengah sedikit, sekeluarga bisa dia habisi semua ...."Valden terdiam."Tapi kalau sama orang sendiri, dia malah cukup mudah diajak bicara. Bagas dan Zaem sekarang hidup enak karena mengikutinya ....""Markos berhubungan baik sama dia?""Sudahlah, nggak usah banyak tanya. Aku jamin bakal bantu kamu mendapatkan barang itu, sekaligus melampiaskan amarahmu!"....Di markas militer Kota Aramaya, Markos sedang bergumam dalam hati. 'Arlo benar-benar luar biasa. Bahkan Pil Jiwa Kehidupan saja bisa dia buat.''Kalau begitu, Pil Pembersih Sumsum pasti lebih mudah lagi baginya. Tingkat keberhasilan produksinya kemungkinan juga sangat ting

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 980

    "Apa maksudnya?" tanya Valden sambil menatap Harto dengan tajam.Sebelum Harto sempat menjawab, suara seorang pria terdengar dari belakang mereka."Itu berarti sekarang dia sudah jadi orang idiot. Cepat bawa pergi. Kalau nanti dia buang air besar atau buang air kecil di sini, semua orang bakal kehilangan nafsu makan."Valden menoleh mengikuti arah suara. Dia melihat Arlo berjalan santai dari pintu masuk restoran."Ini ulahmu?" tanya Valden tanpa sadar sambil mundur selangkah, wajahnya dipenuhi ketidakpercayaan.Kalau bukan Arlo, bagaimana mungkin Arfan yang baik-baik saja tiba-tiba menjadi seperti ini?Akan tetapi kalau memang Arlo pelakunya, dia tadi bahkan tidak berada di lokasi. Bagaimana dia bisa melakukannya?Arlo melirik Valden sekilas.Tadi dari lantai atas, dia telah menyelimuti area ini dengan kesadaran spiritualnya. Saat melihat Arfan bergerak, dia sekadar mencoba serangan kesadaran spiritual. Hasilnya ternyata jauh lebih baik daripada yang dia perkirakan."Kalau lain kali ak

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 979

    Valden menahan pemuda di belakangnya yang hendak bergerak, lalu tertawa kecil."Di mata Bu Sheila, apakah aku ini benar-benar kelihatan seperti berandalan begitu?""Sekarang aku datang untuk membeli. Aku minta Bu Sheila memperkenalkan aku kepada Master Arlo. Itu adalah bentuk penghormatanku kepada Master Arlo, sekaligus penghormatanku kepada Bu Sheila."Nada bicara Valden terdengar tulus. Jika orang yang mendengarnya sederhana dan polos, mungkin benar-benar akan mengira dia datang dengan niat baik untuk membeli.Namun, wanita seperti Sheila yang telah lama berjuang di dunia ini tentu memahami bahaya yang tersembunyi di balik kata-kata tersebut. Jika dia menolak tawaran tersebut, yang datang berikutnya mungkin bukan lagi perlakuan baik."Kalau aku tetap bilang nggak mau?" tanya Sheila sambil tersenyum.Valden masih tersenyum, tetapi kilatan kejam melintas di kedalaman matanya. "Aku juga bukan orang suci. Semua orang bilang, aku ini anak yang dimanjakan keluarga. Apa pun yang kuinginkan,

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 978

    Arlo merasa seolah ada sesuatu yang meledak di dalam pikirannya. Gelombang energi yang tak kasatmata memancar dari seluruh tubuhnya dan menyebar ke udara, menciptakan lingkaran-lingkaran riak energi.Energi itu bagaikan gelombang energi murni yang berwujud nyata, menghancurkan seluruh perabotan dan peralatan elektronik di dalam kamar.Dengan Arlo sebagai pusatnya, seluruh ruangan tampak seperti baru saja diterjang angin puyuh. Entah berapa lama kemudian, Arlo perlahan membuka matanya dan wajahnya dipenuhi kegembiraan.Berhasil!Saat ini, Arlo merasa dunia di sekelilingnya jauh lebih jelas daripada yang bisa dilihat oleh kedua matanya.Ketika kesadaran spiritualnya dilepaskan, dia bisa "melihat" semua orang di dalam dan di luar klub. Dia bisa "mendengar" setiap kalimat yang diucapkan siapa pun. Bahkan dia bisa melihat Leonard dan Harto yang masih memainkan Pil Jiwa Kehidupan sambil mengobrol dengan Sheila dan Fellis di restoran lantai dua ....Setelah kesadaran spiritual terbentuk, buka

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 977

    Leonard berhenti sejenak lalu melanjutkan, "Yang ingin aku katakan adalah, jangan merasa terbebani. Kalau memang nggak memungkinkan, kita kembali saja ke Naldern. Membuka dan mengelola klinik kita dengan baik juga sudah cukup untuk membuat hati tenang dan nggak ada penyesalan!"Harto mengangguk. "Benar. Demi semua orang, kamu sampai harus mempertaruhkan nyawa. Kami juga merasa nggak enak hati! Pengobatan tradisional adalah milik Doraia, bukan milikmu seorang. Nggak ada alasan kamu harus terus menerima pukulan demi semuanya!"Kata-kata mereka begitu tulus hingga membuat hati Arlo tersentuh. Perasaan sesak dalam hati Arlo pun banyak berkurang. Dia tertawa keras dan berkata, "Kalian berdua benar. Pengobatan tradisional adalah milik Doraia. Kalau hanya karena beberapa sampah aku menyerah begitu saja, bukankah itu malah sesuai sama keinginan mereka?"Tentu bohong jika Arlo mengatakan bahwa dia tidak marah terhadap cara licik yang digunakan Kaisan dari Sekte Vitalitas. Bahkan, dia juga meras

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 480

    "Oh." Nada suara Arlo datar. Dia menatap Dovi, lalu menunjuk Fabio. "Sepertinya dia nggak berniat membela kalian berdua."Dovi dan Felix saling memandang dan sama-sama tertegun. Arlo dan Fabio saling kenal? Fabio tidak berniat balas dendam?"Fabio?" Dovi melemparkan tatapan penuh tanya.Namun, Fabio

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 439

    "Eh?" Arlo menghentikan langkahnya dan menatap lelaki tua bersetelan tradisional yang menghalangi jalan."Namaku Thariq. Hafir adalah keponakan seperguruanku. Awalnya aku memang berniat mencarimu, kebetulan bertemu di sini, sekalian saja kita selesaikan sekarang.""Hafir sudah menyinggungmu, kamu su

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 437

    Marcela kegirangan setengah mati. Dia mengangguk berkali-kali lalu buru-buru kembali ke kantor penjualan untuk mengambil berkas. Wajah Mahira sampai terdistorsi oleh rasa iri. Bahkan Hendy pun merasa gaya Arlo yang pamer kekayaan ini sudah agak keterlaluan.Meski Keluarga Pramono hanya keluarga kela

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 452

    Atas undangan hangat Omran, Arlo menikmati jamuan ikan di resor. Setelah itu barulah dia bersiap kembali ke kota.Saat keduanya berjalan ke area parkir untuk mengambil mobil, Arlo tanpa sengaja melihat mobil Isyana.Kenapa perempuan ini bisa sampai ke sini? Bukankah sudah dibilang jangan ke mana-man

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status