Mag-log inYukara menurunkan kelopak matanya, seolah sedang menyindir. 'Bukannya kamu memang suka cari perhatian? Dengan kejadian ini, kurasa nggak akan ada lagi anak orang kaya di Kota Aramaya yang berani cari masalah denganmu.'Arlo mencibir. "Dewa Militer benar-benar melindungi anak-anak orang kaya ya!"Anak-anak orang kaya memang gemar membuat masalah. Saat mereka menindas rakyat biasa dan mengambil keuntungan seenaknya, tak ada seorang pun yang akan menghentikan.Namun, ketika mereka berhadapan dengan Arlo, Dewa Militer sengaja turun tangan. Mungkin dia khawatir Arlo marah, lalu memukul mati beberapa orang itu. Namun, tetap saja, pada akhirnya yang dilindungi adalah para anak orang kaya itu.Ini hanyalah cara "halus" untuk memberi tahu mereka bahwa Arlo adalah orang yang tidak boleh diusik.Yukara tidak menyangka Arlo bisa melihat semuanya dengan begitu jelas. Kalau orang lain yang mendapatkan perlindungan dari Dewa Militer, mereka pasti akan langsung dipenuhi kegembiraan dan kebanggaan.Pem
Nyaris saja mereka tertipu. Melihat seseorang datang dengan pasukan sebanyak ini, mereka sempat mengira ada tokoh besar yang turun tangan.Namun, barusan Azriel mengatakan bahwa tidak ada garnisun di kota yang mengerahkan pasukan. Kalau begitu, orang-orang ini kemungkinan besar hanya pasukan palsu!"Apa kata Pak Azriel? Pak Azriel harus bantu kita!""Betul! Ahli bela diri nggak bisa semena-mena menindas orang biasa cuma karena lebih kuat!"Marlon dan beberapa anak orang kaya lainnya langsung mengerubungi Ubaya. Biasanya mereka yang menindas orang lain dengan kekuasaan mereka. Ini pertama kalinya mereka dipermalukan habis-habisan seperti ini, mana mungkin mereka tidak marah?Mereka mengelilingi Ubaya sambil berbicara, bahkan berharap bisa berbicara langsung dengan Azriel.Ubaya mengangkat tangan, memberi isyarat agar mereka diam. Kemudian, dia menyerahkan ponselnya kepada Yukara."Pak Azriel ingin bicara denganmu. Berani juga kamu menyamar sebagai orang militer. Tahu Pak Azriel, 'kan? N
Ubaya mengernyit, lalu menoleh ke arah Marlon.Marlon menggeleng dan mencibir. "Katanya orang yang dipanggil itu cuma seorang ajudan. Entah siapa namanya."Ubaya mengangguk, lalu tertawa sinis. "Aku mau lihat, ajudan mana yang berani nggak hormat ke aku!"Semua orang bisa melihat amarah yang sulit disembunyikan di wajah Ubaya. Mereka tahu bahwa kali ini dia benar-benar marah.Sejak mencapai ranah grandmaster, gelar Kaisar Dunia Mafia yang disematkan kepadanya sebenarnya hanya pengakuan orang-orang karena dia mewarisi posisi ayahnya.Pada kenyataannya, dia tidak terlalu banyak ikut campur dalam urusan dunia mafia. Sebaliknya, dia cukup akrab dengan sejumlah ahli bela diri dari kalangan militer. Dia juga sering membantu pihak berwenang menangani berbagai urusan.Bahkan karena keberadaannya sebagai sosok besar yang menjaga Kota Aramaya, banyak preman kecil yang tidak berani membuat masalah. Jadi, apa yang dia katakan barusan bukanlah omong kosong.Sebagai seorang grandmaster tenaga transf
Ubaya mendengus. Ini sama saja dengan menampar wajahnya!"Tuan Ubaya, dia orangnya! Dia yang nampar Delfi dan aku. Bahkan setelah aku bawa-bawa namamu, dia tetap bersikap nggak hormat!"Ubaya mengernyit, lalu mengangkat dagunya ke arah Arlo. "Saudara, Kota Aramaya punya aturannya sendiri. Kamu sudah melanggar aturan itu.""Bahkan tanpa bertanya apa yang sebenarnya terjadi, kamu sudah yakin aku yang melanggar aturan?" tanya Arlo dengan datar.Ubaya mendongak dan tertawa keras. "Kamu berlatih bela diri sampai jadi bodoh ya? Ini wilayahku. Akulah aturannya. Di dunia mafia Kota Aramaya, kata-kataku adalah hukum!""Belum tentu. Siapa yang lebih kuat, dia yang berhak menentukan aturan. Bukankah begitu?" Arlo mencibir."Kamu cuma seorang semi-grandmaster, berani bicara soal kekuatan denganku?" Ubaya memandang Arlo seolah sedang melihat orang bodoh.Tiba-tiba, dia melayangkan satu pukulan lurus ke wajah Arlo. Pukulan itu memiliki kekuatan yang setara dengan grandmaster tenaga transformasi ting
Di seberang telepon, Dewa Militer terdiam sejenak, lalu tertawa. "Kerahkan personel divisi operasi dua ke sana.""Hah?""Kalau kamu nggak bantu dia menyelesaikan masalah kecil, dia akan bikin masalah besar untukku! Bocah itu pasti mengira aku mengambil Pil Jiwa miliknya, jadi sekarang dia ingin aku bayar utang budi.""Hah?""Sudah, jangan terus hah, hah. Buat saja semeriah mungkin. Aku mau lihat, kalau dia tahu urusan Pil Jiwa itu sebenarnya cuma kesalahpahaman, apa dia akan nyesal karena berutang budi padaku cuma gara-gara masalah sekecil ini ...."....Di ruang makan klub ....Setelah selesai menelepon, Marlon kembali dan kebetulan mendengar Arlo mengatakan sesuatu tentang seorang ajudan yang akan datang dan membawa banyak orang. Dia langsung tertawa terbahak-bahak."Jangankan ajudan kecil, bahkan kalau kamu manggil komandan, hari ini nggak ada yang bisa menolongmu!"Marlon menoleh ke arah Sully dengan wajah penuh semangat. "Sully, tenang saja. Aku pasti akan membalaskan penghinaan t
Ketika mendengar bahwa Arlo adalah seorang semi-grandmaster, para anak orang kaya yang semula sudah ciut juga ikut gentar.Namun, setelah mendengar ucapan Marlon, mereka kembali merasa percaya diri.Di Kota Aramaya, jika sebagian kecil saja dari mereka bersatu, Azriel bahkan bisa dipaksa turun tangan."Aku belum selesai makan, jadi aku memang nggak akan pergi. Tapi sebaiknya kamu cepat sedikit. Setelah aku selesai makan, aku nggak akan nunggu."Arlo tertawa ringan. Dia sama sekali tidak menganggap orang-orang ini serius.Marlon langsung mengeluarkan ponselnya dan mulai menelepon.Sully menghela napas pelan. Sheila benar-benar mendapatkan pria yang baik. Berani maju membela dan mampu memikul masalah.Kalau masalah ini tidak ditangani dengan baik, Keluarga Margono mungkin akan memicu permusuhan dengan seorang grandmaster tenaga transformasi. Meski tidak takut, bukan berarti mereka harus sengaja mencari masalah.Sully mengernyit, lalu berkata, "Marlon, ini bukan wilayahmu. Sebaiknya janga
Anton bertanya, "Keluarga Sriwandi menghasut Zainal untuk menantang Keluarga Simarta di arena. Ambisi mereka sangat besar. Di baliknya tampaknya ada kekuatan lain. Perlukah kita memberi peringatan?"Tristan menyesap teh dengan tenang. "Itu semua perkara kecil. Kota Naldern hanyalah sudut kecil. Mena
Yudha mendadak menyusutkan pupil matanya, sementara wajah Omran berubah sangat muram.Orang yang datang itu adalah tangan kanan paling bengis milik Zainal, Baitun! Julukannya, Si Gila Baitun.Dua tahun lalu, Zainal pernah memerintahkan Baitun untuk membunuh Omran. Untungnya, Yudha lebih dulu mendapa
Clarissa tertegun dua detik, lalu tertawa terbahak-bahak hingga tubuhnya gemetar. "Kupikir kamu punya trik hebat apa! Menghancurkan papan nama? Gimana caranya? Bawa tangga, lalu naik untuk memecahkannya?"Orang-orang di sekitar juga merasa itu lucu.Arlo tersenyum dengan ekspresi usil. "Perlu seribe
"Kamu lihat Daniel, sopan, berwibawa, masih muda dan kaya. Keluarga Soraya saja menilai dia sebagai mitra kerja yang sangat cocok.""Dia mengundangmu ke jamuan, kamu nggak mau datang. Dia lalu mencari cara supaya kami semua bisa masuk. Barusan dia juga dengan inisiatif sendiri menawarkan membantu ke







