แชร์

Bab 310

ผู้เขียน: Jayden Carter
Mutia tidak mampu menandingi Angga, sehingga tak bisa membalas atau memulihkan harga dirinya.

Melihat Mutia menangis dengan sedih, wajah Arlo pun benar-benar suram. Semula Angga hanya perlu meminta maaf kepada Mutia, maka Arlo tidak akan memperpanjang urusan. Namun sekarang, Arlo memutuskan untuk memberi Angga pelajaran yang mendalam.

"Kamu yakin nggak mau minta maaf dan masih ingin memusuhiku?" tanya Arlo dengan nada dingin kepada Angga.

Angga mencibir. "Memusuhimu? Kamu ini siapa? Minta maaf? Mustahil! Di Provinsi Hareast, orang yang bisa membuatku minta maaf belum lahir!"

Arlo mengeluarkan ponselnya dengan tenang. Suaranya sedingin es. "Bagus. Semoga kamu nggak menyesal!"

Di samping, Lidya diam-diam menarik lengan Arlo sambil menggeleng. Keluarga Pangalila bukan keluarga sederhana. Pengaruhnya di Provinsi Hareast cukup besar. Menurut Lidya, tidak sepadan menyinggung Keluarga Pangalila hanya karena konflik kecil.

Arlo tersenyum tipis, menepis tangan Lidya untuk menenangkan, lalu lang
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 316

    "Kamu lihat Daniel, sopan, berwibawa, masih muda dan kaya. Keluarga Soraya saja menilai dia sebagai mitra kerja yang sangat cocok.""Dia mengundangmu ke jamuan, kamu nggak mau datang. Dia lalu mencari cara supaya kami semua bisa masuk. Barusan dia juga dengan inisiatif sendiri menawarkan membantu kebun ayahmu agar menjadi pemasok bahan baku untuk investasi pertama Keluarga Soraya.""Daniel itu berjiwa besar, anak muda yang begitu baik!"Sampai di sini, wajah Renata langsung berubah tegang, ekspresinya tampak kejam."Sekarang bandingkan dengan Arlo. Hari itu cuma omong besar di rumah. Katanya mau datang kapan saja bisa, katanya kalau ayahmu ingin kerja sama, dia tinggal menyapa orang. Lalu mana orangnya? Kamu lihat dia muncul?""Aku benar-benar nggak mengerti, apa isi kepala Arlo itu sebenarnya!""Kita ini bukannya nggak tahu posisi dan relasinya. Membual seperti itu cuma bikin aku makin meremehkannya. Jamuan ini jamuan level apa? Yang datang semuanya tokoh besar Naldern. Ini tempat yan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 315

    Victor juga merasa orang-orang itu sedang membicarakan Keluarga Pramono, dan tak henti-hentinya menghela napas kagum. Renata memandang Daniel dengan sorot mata khas ibu mertua menilai calon menantu. Semakin dilihat, semakin puas."Daniel, kamu benar-benar hebat. Begitu banyak orang ingin bekerja sama denganmu! Dibilang kamu pengusaha muda paling unggul di Hareast sekarang juga nggak berlebihan! Mungkin sebelum akhir tahun, kamu bahkan bisa meraih penghargaan seperti Sepuluh Pemuda Berprestasi atau semacamnya."Dari luar, Daniel tetap bersikap lembut dan rendah hati, serta menampilkan sosok pria muda elegan yang tenang. Namun di dalam hati, dia sudah berbunga-bunga dan kegirangan.Dia tahu Renata sedang memujinya habis-habisan, tapi tetap saja tidak bisa menahan rasa tersanjung. Bukan hanya Keluarga Hanafi yang mengira mitra kerja sama itu adalah dirinya, Daniel sendiri juga yakin demikian.Sebelumnya, Fellis memang membalasnya dengan mengatakan bahwa cakupan kerja sama masih perlu diba

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 314

    "Kalau Arlo benar-benar punya kemampuan bisa menghancurkan Keluarga Pangalila hanya dengan satu perintah, memangnya dia masih perlu mencariku untuk minta bantuan menyampaikan permohonan ke Keluarga Simarta?"Mutia tertegun. Setelah mendengar ucapan sepupunya, dia pun mulai ragu. Dia sama sekali tidak tahu siapa Yudha. Apalagi mengetahui bahwa dalang di balik semua itu adalah Omran.Meski samar-samar merasa energi Arlo memang tidak sederhana, untuk sesaat Mutia benar-benar tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan Daniel.Melihat Mutia ragu-ragu, Daniel langsung tertawa terbahak-bahak dan semakin yakin dengan tebakannya. Dia memang sama sekali tidak tertarik untuk menyelami apa yang sebenarnya terjadi malam itu."Mutia, sudahlah. Jangan bahas hal-hal nggak penting seperti ini. Aku memintamu datang bukan untuk mendengar omong kosong yang nggak ada gunanya.""Aku sudah mencapai kesepakatan dengan Keluarga Soraya. Besok kontrak akan ditandatangani di jamuan pembukaan. Kamu bantu aku mengaja

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 313

    Setelah Angga dihajar habis-habisan oleh Arlo di klub malam, para anak buahnya langsung membawanya ke IGD tengah malam, lalu mengantarnya pulang ke rumah.Saat tiba, lampu ruang tamu vila Keluarga Pangalila masih menyala terang. Ayahnya, Benaryo, duduk di sofa ruang tamu menunggu, wajahnya dipenuhi amarah dan kegelisahan.Melihat ayahnya masih terjaga dan jelas sengaja menunggunya, Angga menundukkan kepala untuk menyembunyikan rasa tidak terimanya, lalu berkata, "Ayah, aku sudah pulang."Benaryo langsung melompat dari sofa dan menampar wajah anaknya dengan keras. "Dasar bajingan! Aku suruh kamu minta maaf, siapa yang menyuruhmu membantah?""Kamu mau menghancurkan Keluarga Pangalila? Tahu nggak, gara-gara kamu, berapa banyak kerugian keluarga kita? Delapan klub malam, ditambah satu kerja sama yang batal. Nilainya setidaknya 400 miliar!"Angga sendiri sudah menahan amarah sedari tadi. Baru saja sampai rumah, dia malah dimarahi habis-habisan. Akhirnya, dia tidak tahan lagi dan emosinya me

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 312

    "Pak Arlo, mulai sekarang Anda sudah menjadi pemilik klub malam kami! Kalau perlu, saya panggil semua karyawan sekarang juga supaya mendengarkan arahan Anda?"Manajer itu benar-benar takut ikut terseret masalah Keluarga Pangalila. Namun, mana ada gunanya penyesalan?Arlo bahkan tidak meliriknya, dia hanya bertanya dingin, "Wakil manajer di mana?"Dari tengah kerumunan, seorang pria paruh baya yang tampak jujur dan lugu melangkah keluar."Mulai sekarang, kamu yang jadi penanggung jawab utama di sini.""Mengenai orang ini ...." Arlo menunjuk manajer dengan santai dan melanjutkan, "Suruh satpam usir dia keluar!"Manajer itu langsung memohon-mohon, tapi tak ada seorang pun yang peduli. Petugas keamanan menyeretnya dengan kasar dan melemparkannya keluar dari klub malam.Barulah Arlo menoleh ke arah Angga. "Sekarang giliranmu!""Berlutut. Minta maaf pada Mutia. Kalau dia memaafkanmu, aku anggap selesai. Kalau nggak, akibatnya bukan sekadar membuatmu menyesal."Wajah Angga dipenuhi kebencian

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 311

    Lokasi itu langsung sunyi senyap! Sekelompok anak orang kaya mendadak bengong. Seketika, mereka merasa hidup mereka seperti lelucon.Mutia juga terpana. Kakak iparnya benar-benar melakukannya! Bagaimana mungkin? Bagaimana caranya?Hanya Lidya yang tangannya bergetar karena terlalu bersemangat. Saat Arlo memaparkan latar belakangnya sebelumnya, Lidya tidak berani percaya sepenuhnya meski dia memang mengetahui sedikit tentang kemampuan Arlo. Namun sekarang, Lidya benar-benar yakin, ucapan Arlo itu sama sekali tidak dilebih-lebihkan!Jalan klub malam adalah aset milik Omran. Dengan satu kalimat saja, aset itu diserahkan kepada Arlo, bahkan uang pun tidak disebut-sebut. Itu saja sudah cukup membuktikan banyak hal!Angga pun tak kalah sulit percaya, matanya sampai melotot. Sepuluh menit langsung mengakuisisi klub malam keluarga mereka? Mustahil!Karena dia tidak mengenal Yudha, Angga malah mengira itu orang bayaran yang dibawa Arlo."Kamu sampai nyewa orang buat akting? Modalmu besar juga y

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status