Se connecterYang membuat Isyana marah adalah karena pihak lawan terang-terangan menunjukkan ketertarikan pada Arlo di depan dirinya sebagai istri. Jelas-jelas itu tantangan langsung kepadanya."Bu Sheila, aku juga percaya pada kehebatan suamiku. Di masa depan dia pasti bisa menjadi dokter yang luar biasa.""Tapi dia berbeda denganmu. Dia berasal dari kalangan biasa, tanpa latar belakang dan tanpa fondasi. Aku nggak ingin karena kemunculanmu, dia salah menilai diri sendiri, merasa berada di kelas yang sama denganmu, lalu bertindak gegabah, menimbulkan masalah, dan memancing permusuhan.""Aku memang bukan bagian dari lingkaran kalian, tapi aku tahu betul bahwa para pebisnis paling mengutamakan kepentingan. Kalau suatu hari nanti kepentinganmu berbenturan dengan kepentingan Arlo dan kamu tidak lagi membutuhkannya, lalu apa yang akan terjadi padanya?""Dia tidak akan lagi punya kemampuan untuk melawan para penguasa yang pernah dia singgung. Kamu justru sedang mencelakainya."Sheila justru tersenyum se
Daniel tertegun sejenak. Di dalam hatinya juga mulai muncul sedikit amarah. Dengan nada dingin dia berkata, "Aku Daniel dari Keluarga Pramono di ibu kota provinsi. Kamu nggak kenal aku, bukan berarti ayahmu juga nggak tahu."Daiyan langsung tertawa terbahak-bahak."Keluarga Pramono? Yang Keluarga Pramono kelas dua di ibu kota provinsi itu?""Siapa yang memberimu ilusi sampai kamu merasa Keluarga Pramono layak merendahkanku untuk pamer? Tuhan?"Tatapan Daniel menyempit. Dia merasa sudah waktunya menunjukkan wibawa Keluarga Pramono. Sambil menatap Daiyan, dia mencibir dingin, "Mungkin dulu Keluarga Pramono memang belum cukup layak. Tapi setelah hari ini, belum tentu.""Aku bekerja sama dengan Keluarga Soraya. Ini aliansi bisnis. Ke depannya, kepentingan kami sejalan. Satu rugi semua rugi. Adikku terpilih masuk Pasukan Metal Bangsa. Keluarga Pramono pasti akan naik level satu tingkat lagi."Wajah Daiyan penuh dengan rasa meremehkan. Dia mencibir, "Kamu? Fellis pasti buta kalau mau bekerja
"Demi menghargai Isyana, aku bersedia membantu menengahi urusanmu dan Pak Daiyan. Ayo, jangan berdiri di sini sok berlagak hebat!"Sheila tidak bisa menahan diri dan tersenyum.Arlo ikut tertawa. "Kamu mau menengahi? Memangnya kamu punya kemampuan itu?""Aku nggak punya? Memangnya kamu punya? Selain sok jadi playboy dan mengandalkan perempuan ke mana-mana, apa lagi yang bisa kamu banggakan?" bentak Daniel sambil menunjuk Sheila. "Kalau bukan karena wanita cantik ini, kamu bahkan nggak akan bisa masuk lewat pintu ini!""Masih berani bicara padaku dengan nada seperti itu!""Jamuan hari ini diadakan untuk kerja samaku dengan Keluarga Soraya. Aku bahkan menolak bersosialisasi dengan orang lain hanya karena Paman Victor dan Isyana memintaku membantu menengahi. Kalau nggak, menurutmu aku ada waktu untuk meladenimu?"Sheila tertawa sampai hampir keluar air mata. Anak orang kaya yang suka pamer sudah sering dia lihat, tapi baru pertama kali dia melihat orang sebodoh ini.Arlo menggelengkan kep
Isyana tampak tidak senang, raut wajah Daniel juga terlihat sangat buruk."Kenapa Arlo bisa datang? Hebat juga dia, sampai bisa mendapatkan undangan jamuan ini? Jangan-jangan dia masuk dengan menyamar?" kata Daniel sambil mengerutkan kening.Isyana menangkap nada provokatif dalam ucapan Daniel. Dia ragu sejenak lalu berkata, "Sepertinya dia masuk sama temannya!"Saat mengucapkannya, ekspresinya pun sedikit tidak wajar.'Teman? Dari ekspresi dan nada bicara Isyana, apa dia sedang cemburu?'Daniel kembali melirik ke arah Sheila yang berdiri di samping Arlo.Jelas, "teman" yang dimaksud Isyana adalah wanita itu. Pakaian wanita itu berkelas, cantik, dan berwibawa, sama sekali tidak kalah dari Isyana. Kenapa orang seperti Arlo selalu dikelilingi wanita cantik?Dada Daniel terasa terbakar oleh api kecemburuan, sampai-sampai dia ingin segera maju dan menginjak Arlo beberapa kali.Pada saat itu, Daiyan muncul dalam pandangannya. Hatinya langsung berbunga-bunga dan diam-diam berseru bahwa ini a
"Kamu lihat Daniel, sopan, berwibawa, masih muda dan kaya. Keluarga Soraya saja menilai dia sebagai mitra kerja yang sangat cocok.""Dia mengundangmu ke jamuan, kamu nggak mau datang. Dia lalu mencari cara supaya kami semua bisa masuk. Barusan dia juga dengan inisiatif sendiri menawarkan membantu kebun ayahmu agar menjadi pemasok bahan baku untuk investasi pertama Keluarga Soraya.""Daniel itu berjiwa besar, anak muda yang begitu baik!"Sampai di sini, wajah Renata langsung berubah tegang, ekspresinya tampak kejam."Sekarang bandingkan dengan Arlo. Hari itu cuma omong besar di rumah. Katanya mau datang kapan saja bisa, katanya kalau ayahmu ingin kerja sama, dia tinggal menyapa orang. Lalu mana orangnya? Kamu lihat dia muncul?""Aku benar-benar nggak mengerti, apa isi kepala Arlo itu sebenarnya!""Kita ini bukannya nggak tahu posisi dan relasinya. Membual seperti itu cuma bikin aku makin meremehkannya. Jamuan ini jamuan level apa? Yang datang semuanya tokoh besar Naldern. Ini tempat yan
Victor juga merasa orang-orang itu sedang membicarakan Keluarga Pramono, dan tak henti-hentinya menghela napas kagum. Renata memandang Daniel dengan sorot mata khas ibu mertua menilai calon menantu. Semakin dilihat, semakin puas."Daniel, kamu benar-benar hebat. Begitu banyak orang ingin bekerja sama denganmu! Dibilang kamu pengusaha muda paling unggul di Hareast sekarang juga nggak berlebihan! Mungkin sebelum akhir tahun, kamu bahkan bisa meraih penghargaan seperti Sepuluh Pemuda Berprestasi atau semacamnya."Dari luar, Daniel tetap bersikap lembut dan rendah hati, serta menampilkan sosok pria muda elegan yang tenang. Namun di dalam hati, dia sudah berbunga-bunga dan kegirangan.Dia tahu Renata sedang memujinya habis-habisan, tapi tetap saja tidak bisa menahan rasa tersanjung. Bukan hanya Keluarga Hanafi yang mengira mitra kerja sama itu adalah dirinya, Daniel sendiri juga yakin demikian.Sebelumnya, Fellis memang membalasnya dengan mengatakan bahwa cakupan kerja sama masih perlu diba







