Share

Bab 415

Penulis: Jayden Carter
Wajah Sambo tampak tegang. Jelas terlihat kilatan panik di matanya. Tanpa menarik perhatian, dia mengeluarkan ponsel dan mengirim sebuah pesan.

Artha juga terkejut. Melihat Arlo melangkah masuk setahap demi setahap, dia refleks mundur beberapa langkah. "Kamu ... kamu masuk lewat mana?"

"Kamu lihat sendiri, 'kan?" jawab Arlo sambil terus mendekat. "Masuk jalan kaki."

Artha pernah menyaksikan sendiri betapa kejamnya Arlo saat bertindak. Dia sama sekali tidak berani menatap mata Arlo dan terus mund
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Haydar Ali Ibnul Hasan
sayang sekali alur ceritanya gak tuntas
goodnovel comment avatar
Haydar Ali Ibnul Hasan
belum ada sambungan kah?
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 982

    Setelah memberikan instruksi, Arlo pergi bersama Sheila dan Fellis.Leonard dan Harto kembali ke kamar mereka. Kira-kira lebih dari satu jam kemudian, terdengar ketukan di pintu. Begitu pintu dibuka, mereka melihat dua pria paruh baya berpakaian seragam militer berdiri bersama seorang pemuda berpakaian mencolok.Di tangan pemuda itu terdapat sebuah kotak brokat berbentuk panjang.Pemuda itu langsung menjelaskan tujuannya, "Jenderal Markos menyuruh kami datang untuk melakukan penukaran obat."Leonard melirik kedua pria berseragam militer itu lalu berkata, "Boleh kulihat identitas kalian?"Salah satu pria paruh baya itu mengeluarkan kartu identitas.Leonard melihat cap merah resmi yang tampak sangat meyakinkan. Dia tidak memperhatikan bahwa cap tersebut berasal dari Distrik Militer Ibu Kota. Kalaupun dia melihatnya, dia juga tidak memahami perbedaan dan pembagian wilayah militer semacam itu. Dia hanya refleks memercayai seragam militer yang mereka kenakan."Pak Arlo bilang ini ditukar de

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 981

    "Karena Paman Derma adalah rekan seperjuangan lama Markos!""Memangnya kenapa?""Kamu ini sebenarnya pernah baca data tentang Arlo atau nggak?""Hmm, belum sempat. Aku cuma tahu dia seorang grandmaster, ahli dalam alkimia, dan punya banyak permusuhan sama Keluarga Kushanto.""Kalau berurusan sama orang luar, anak yang namanya Arlo itu kejamnya bukan main. Kalau lengah sedikit, sekeluarga bisa dia habisi semua ...."Valden terdiam."Tapi kalau sama orang sendiri, dia malah cukup mudah diajak bicara. Bagas dan Zaem sekarang hidup enak karena mengikutinya ....""Markos berhubungan baik sama dia?""Sudahlah, nggak usah banyak tanya. Aku jamin bakal bantu kamu mendapatkan barang itu, sekaligus melampiaskan amarahmu!"....Di markas militer Kota Aramaya, Markos sedang bergumam dalam hati. 'Arlo benar-benar luar biasa. Bahkan Pil Jiwa Kehidupan saja bisa dia buat.''Kalau begitu, Pil Pembersih Sumsum pasti lebih mudah lagi baginya. Tingkat keberhasilan produksinya kemungkinan juga sangat ting

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 980

    "Apa maksudnya?" tanya Valden sambil menatap Harto dengan tajam.Sebelum Harto sempat menjawab, suara seorang pria terdengar dari belakang mereka."Itu berarti sekarang dia sudah jadi orang idiot. Cepat bawa pergi. Kalau nanti dia buang air besar atau buang air kecil di sini, semua orang bakal kehilangan nafsu makan."Valden menoleh mengikuti arah suara. Dia melihat Arlo berjalan santai dari pintu masuk restoran."Ini ulahmu?" tanya Valden tanpa sadar sambil mundur selangkah, wajahnya dipenuhi ketidakpercayaan.Kalau bukan Arlo, bagaimana mungkin Arfan yang baik-baik saja tiba-tiba menjadi seperti ini?Akan tetapi kalau memang Arlo pelakunya, dia tadi bahkan tidak berada di lokasi. Bagaimana dia bisa melakukannya?Arlo melirik Valden sekilas.Tadi dari lantai atas, dia telah menyelimuti area ini dengan kesadaran spiritualnya. Saat melihat Arfan bergerak, dia sekadar mencoba serangan kesadaran spiritual. Hasilnya ternyata jauh lebih baik daripada yang dia perkirakan."Kalau lain kali ak

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 979

    Valden menahan pemuda di belakangnya yang hendak bergerak, lalu tertawa kecil."Di mata Bu Sheila, apakah aku ini benar-benar kelihatan seperti berandalan begitu?""Sekarang aku datang untuk membeli. Aku minta Bu Sheila memperkenalkan aku kepada Master Arlo. Itu adalah bentuk penghormatanku kepada Master Arlo, sekaligus penghormatanku kepada Bu Sheila."Nada bicara Valden terdengar tulus. Jika orang yang mendengarnya sederhana dan polos, mungkin benar-benar akan mengira dia datang dengan niat baik untuk membeli.Namun, wanita seperti Sheila yang telah lama berjuang di dunia ini tentu memahami bahaya yang tersembunyi di balik kata-kata tersebut. Jika dia menolak tawaran tersebut, yang datang berikutnya mungkin bukan lagi perlakuan baik."Kalau aku tetap bilang nggak mau?" tanya Sheila sambil tersenyum.Valden masih tersenyum, tetapi kilatan kejam melintas di kedalaman matanya. "Aku juga bukan orang suci. Semua orang bilang, aku ini anak yang dimanjakan keluarga. Apa pun yang kuinginkan,

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 978

    Arlo merasa seolah ada sesuatu yang meledak di dalam pikirannya. Gelombang energi yang tak kasatmata memancar dari seluruh tubuhnya dan menyebar ke udara, menciptakan lingkaran-lingkaran riak energi.Energi itu bagaikan gelombang energi murni yang berwujud nyata, menghancurkan seluruh perabotan dan peralatan elektronik di dalam kamar.Dengan Arlo sebagai pusatnya, seluruh ruangan tampak seperti baru saja diterjang angin puyuh. Entah berapa lama kemudian, Arlo perlahan membuka matanya dan wajahnya dipenuhi kegembiraan.Berhasil!Saat ini, Arlo merasa dunia di sekelilingnya jauh lebih jelas daripada yang bisa dilihat oleh kedua matanya.Ketika kesadaran spiritualnya dilepaskan, dia bisa "melihat" semua orang di dalam dan di luar klub. Dia bisa "mendengar" setiap kalimat yang diucapkan siapa pun. Bahkan dia bisa melihat Leonard dan Harto yang masih memainkan Pil Jiwa Kehidupan sambil mengobrol dengan Sheila dan Fellis di restoran lantai dua ....Setelah kesadaran spiritual terbentuk, buka

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 977

    Leonard berhenti sejenak lalu melanjutkan, "Yang ingin aku katakan adalah, jangan merasa terbebani. Kalau memang nggak memungkinkan, kita kembali saja ke Naldern. Membuka dan mengelola klinik kita dengan baik juga sudah cukup untuk membuat hati tenang dan nggak ada penyesalan!"Harto mengangguk. "Benar. Demi semua orang, kamu sampai harus mempertaruhkan nyawa. Kami juga merasa nggak enak hati! Pengobatan tradisional adalah milik Doraia, bukan milikmu seorang. Nggak ada alasan kamu harus terus menerima pukulan demi semuanya!"Kata-kata mereka begitu tulus hingga membuat hati Arlo tersentuh. Perasaan sesak dalam hati Arlo pun banyak berkurang. Dia tertawa keras dan berkata, "Kalian berdua benar. Pengobatan tradisional adalah milik Doraia. Kalau hanya karena beberapa sampah aku menyerah begitu saja, bukankah itu malah sesuai sama keinginan mereka?"Tentu bohong jika Arlo mengatakan bahwa dia tidak marah terhadap cara licik yang digunakan Kaisan dari Sekte Vitalitas. Bahkan, dia juga meras

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 44

    Villy buru-buru mendekat, lalu menyampaikan apa yang baru terjadi pada ayahnya.Ericko tentu saja terkejut, tetapi di luar dia tetap memasang raut tenang. Seolah membenarkan asumsi semua orang, dia berkata, "Kami pernah berurusan sebelumnya. Nggak bisa dibilang akrab."Tidak seorang pun percaya. Man

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 36

    Keesokan harinya, Isyana mendapat libur sif dan tetap di rumah. Dia masih memendam rasa kesal dan mengabaikan Arlo sepanjang pagi.Arlo pergi ke ruang tamu, berpamitan pada Victor sebelum keluar, "Ayah, sore ini aku mau mengunjungi pamanku. Ada beberapa barang peninggalan orang tuaku yang ingin aku

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 47

    "Siapa yang berani berkata begitu? Cari mati! Katakan padaku, aku akan pecat dia nanti!" raung Santoso.Saat itu, Arlo sudah hampir keluar dari lorong. Sembari memberikan sebatang rokok untuk Santoso, dia menoleh ke belakang dan menatap Ericko penuh arti.Ericko bak tersambar petir. Dia begitu tergu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 37

    "Oh, Arlo! Ayo cepat masuk. Kamu sudah sembuh dari penyakitmu? Bagus, bagus. Kakak dan kakak iparku di alam baka sudah bisa tenang sekarang. Ini istrimu, 'kan? Cantik sekali. Kamu benar-benar beruntung," ucap Adrian.Arlo hanya mendengarkan ucapan basa-basi itu tanpa menanggapi.Adrian melirik Isyan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status