Share

Bab 448

Auteur: Jayden Carter
Sambil berbicara, keduanya keluar dari halaman kecil. Mereka mengira Thariq sudah lama pergi, tetapi ternyata dia justru menunggu di depan pintu.

Jelas, dia sedang menunggu Arlo.

"Pak Arlo, aku ada beberapa patah kata yang entah pantas diucapkan atau nggak," kata Thariq. Keangkuhan di matanya sudah banyak mereda, tetapi wibawa sebagai tetua Komite Bela Diri tetap belum bisa dia lepaskan.

"Kalau nggak tahu pantas atau tidak, berarti memang nggak pantas!" Arlo mengangkat kelopak matanya sedikit, n
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 836

    Saat ini, melihat sepasang mata indah itu dipenuhi kekhawatiran nyata dan air mata kepanikan, dia merasakan suatu perasaan."Tumben kamu jadi serius begini, jadi nggak terbiasa." Arlo mengusap hidungnya.Sheila menatap Arlo dengan linglung, lalu tersenyum tipis. "Pria yang tegas dan tak pernah ragu saat menghadapi musuh, masa terus menghindar dari perempuan?""Hah?"Sheila mendekat ke Arlo, lalu tiba-tiba menciumnya dengan kuat, seperti siluman wanita yang ingin menelan seorang biksu ke dalam perutnya.Perasaan ini entah datang dari mana, tetapi begitu muncul langsung mendalam! Apakah sejak pertemuan pertama, saat alunan "Raungan Naga" dimainkan? Yang tersentuh bukan senar, melainkan hatinya?Atau saat di atas panggung, tiga pukulan membunuh Dikara, melihat auranya yang begitu gagah dan dominan? Atau melihatnya berjalan sampai hari ini, dari tidak punya apa-apa hingga berdiri di puncak Provinsi Hareast dengan bebas?Semua itu sudah tidak penting lagi. Sheila tahu, hatinya sudah sejak l

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 835

    Vila puncak gunung.Arlo berendam di dalam rendaman obat khusus untuk memulihkan luka. Matanya setengah terpejam, pikirannya masih terus memutar ulang pertarungan melawan tiga grandmaster. Ini adalah pertarungan paling berbahaya yang pernah dia alami sejak mulai berlatih.Haidar kuat dan brutal, Bondan serba bisa, Nirmala penuh tipu daya. Pertarungan ini membuat Arlo mendapatkan pemahaman baru tentang pertarungan hidup dan mati.Dari ketiganya, yang tampak paling kuat adalah Haidar. Namun sebenarnya, mungkin justru Nirmala yang terlihat paling lemah itulah yang paling berbahaya. Hanya saja, Arlo tidak tahu kenapa wanita itu tidak bertarung dengan seluruh kekuatannya.Ilmu sihir dan ilmu guna-guna berasal dari satu akar yang sama, tetapi masing-masing memiliki fokus berbeda. Ilmu sihir menitikberatkan pada sihir, tetapi ilmu guna-gunanya masih cukup lemah.Nirmala bisa mencapai tingkat grandmaster melalui ilmu sihir, itu cukup menunjukkan betapa hebat teknik sihirnya, jelas tidak hanya

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 834

    Bagas mengerutkan kening, seolah teringat sesuatu. Dia ragu sejenak lalu berkata, "Arlo, apakah kamu percaya padaku?"Arlo mengangguk. "Pak Bagas bertindak tegas dan tidak kaku pada aturan, bisa dianggap orang yang adil."Bagas menghela napas lega, baru saja hendak mengatakan bahwa Saleh akan diserahkan kepadanya. Saleh pun mengira ada titik balik. Namun detik berikutnya, pedang Arlo sudah menancap ke dada Saleh."Aku lebih percaya pada pedang di tanganku!""Bagaimana menurutmu, Bimala?" Arlo menoleh ke arah Bimala.Bimala langsung ketakutan. Detik berikutnya, seberkas energi sejati melesat dan menembus jantungnya ....Arlo pun pergi. Tidak ada yang berani menghalangi. Karena tidak ada yang mampu menghentikan pedang di tangannya. Di dunia ini, kekuasaan tertinggi adalah pedang yang memegang hak nyawa seseorang!Bagas terdiam lama. Kekacauan yang dibuat Arlo kali ini terlalu besar, sampai dirinya sendiri juga tidak tahu harus bagaimana membereskannya!....Saat Keluarga Sinaga bergerak,

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 833

    Arlo mencibir dan tidak menjawab, bahkan tanpa sedikit pun rasa belas kasihan. Ujung pedangnya kembali menusuk ke arah tenggorokan Nirmala."Hei, tadi aku juga nggak ikut mengepung! Apa nggak bisa kasih jalan hidup sedikit? Aku bahkan sudah membiarkan si tua bangka itu hidup!" Nirmala menunjuk ke arah Dandy.Wajah tua Dandy langsung memerah. Kemampuannya memang hanya berada di tingkat semi-grandmaster. Dia bisa mengulur waktu Nirmala sebentar tadi, memang karena wanita itu sengaja menahan diri.Arlo mendengus, tetap tidak berkata apa-apa. Kemudian, dia menghantamkan gagang pedang ke leher Nirmala. Nirmala langsung merasa lemas dan jatuh pingsan di tanah.Reza dan Saleh benar-benar tercengang. Di antara ketiga grandmaster itu, dua telah terbunuh dan satu terluka. Saat ini Arlo berlumuran darah, aura pembunuhan membubung tinggi bagaikan dewa iblis, membuat orang tidak berani menatapnya. Wajah Saleh dan Reza pucat pasi, mereka terus mundur.Melihat Arlo melangkah mendekat sedikit demi se

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 832

    Bukan hanya tinju, tapi juga duri cincin di jarinya serta energi dalam yang memancar seperti cahaya hijau. Jika energi itu menembus titik dada tengah, hasilnya hanya dua: mati atau cacat.Di mata Haidar muncul kilatan kegembiraan. Tampaknya pemuda ini belum pernah menghadapi tubuh sekuat kulit tembaga dan tulang besi, jadi dia merasa ketakutan.Namun detik berikutnya, ekspresi itu membeku.Tinju sudah hampir mengenai Arlo, tetapi Arlo malah tidak menghindar. Sebaliknya, dia malah mengayunkan pedangnya, menghantam langsung ke bahu Haidar dengan satu tebasan. Tinju Haidar memang menghantam dada tengah Arlo, tetapi dia juga tidak bisa menghindari tebasan itu.Tubuhnya memutar dengan kuat. Namun, bilah pedang Arlo dengan energi sejati yang terwujud menjadi mata pisau, telah membelah ototnya dan menyayat turun sepanjang dadanya.Tubuh Haidar langsung terbelah, darah menyembur deras.Semua orang tercengang. Mereka awalnya mengira Haidar akan menang, bahkan Nirmala tidak perlu turun tangan.N

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 831

    "Terima kasih pada Pak Dandy dan Pak Jarwa atas bantuan kalian. Mundurlah dulu, cukup lindungi dari samping untukku." Begitu ucapan Arlo selesai, pedangnya sudah tiba di depan wajah Haidar.Haidar benar-benar murka. Dia dan kedua orang lainnya sama-sama grandmaster tenaga transformasi, mengepung satu junior saja sudah memalukan. Belum lagi satu sudah terbunuh, sekarang Arlo yang jelas terluka malah terang-terangan menantang satu lawan dua.Jika tidak membunuh Arlo, itu akan menjadi penghinaan terbesar dalam hidupnya.Sebaliknya, wanita aneh itu justru menunjukkan kilatan kagum di matanya, seolah terpesona oleh keberanian Arlo. Semua ini sebenarnya hanya terjadi dalam sekejap.Tinju Haidar meluncur cepat, cincin berduri di jarinya menorehkan cahaya tajam di udara. Angin pukulan yang ganas seolah merobek ruang dan dalam sekejap sudah tiba di depan Arlo.Ekspresi Jarwa sedikit berubah. Inilah pukulan dengan kekuatan penuh dari Haidar. Jika dia yang menghadapinya, Jarwa yakin dirinya tidak

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 177

    Di dalam peti mati, dahi mayat Beruang Alfa ditancap belati tiga sisi, menembus dari depan ke belakang. Darah segar bercampur dengan cairan otak.Seluruh kepala Beruang Beta seperti dilindas truk besar, benar-benar berubah bentuk. Cairan merah dan putih menutupi seluruh wajahnya, seperti kue yang di

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 171

    Omran masih ragu. Sorot mata Sonda berkilat, muncul secercah keserakahan yang hampir tidak terlihat. Bagaimana mungkin dia membiarkan Omran yang dermawan ini lolos? Dia segera memberi Warno sebuah isyarat.Warno langsung paham dan membujuk, "Pak Omran, ini soal nyawa. Jangan ragu lagi. Semakin lama

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 172

    "Arlo, kalau kamu punya cara menyelamatkan istriku, keluarkan sekarang. Kalau nggak, jangan menghalangi. Aku lebih rela istriku kehilangan akal sepenuhnya, daripada harus menghabiskan sisa hidup menatap sebuah batu nisan."Arlo berkata dengan tegas, "Pak Omran, di dalam hati seorang pria harus tegas

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 145

    Namun, baru saja Sheila hendak menempelkan tubuhnya ke Arlo, tiba-tiba terasa ada seseorang lewat di belakang. Arlo refleks menegang, seluruh tubuh terasa kaku."Pff ... bocah, kamu mau bikin aku ketawa sampai mati ya!" Sheila tertawa cekikikan dan mundur beberapa langkah.Wajah Arlo memerah. Dia be

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status