Se connecterMenghangatkan ranjang? Tinju Yolanda langsung mengepal!"Siasat perempuan cantik? Kamu menggodaku ya? Bagaimanapun juga, aku ini tangan kanan Kak Yolanda. Aku punya kekuatan grandmaster tingkat tujuh. Kamu pikir aku cuma pajangan cantik?""Sudahlah. Aku tinggal telepon. Bukan cuma Kak Yolanda, bahkan Kak Isyana pun bakal mencabik-cabikmu." Yolanda berkata dengan santai.Arlo benar-benar terkejut. Grandmaster tingkat tujuh? Ternyata Klan Hanafi masih menyembunyikan ahli sehebat ini?"Kita baru bersama kurang dari lima jam. Kamu bahkan belum tahu asal-usul dan latar belakangku, tapi hanya karena penampilanku, kamu sudah berani menggodaku.""Kamu ini benar-benar pria dangkal yang mata keranjang. Kenapa Kak Isyana bisa begitu tergila-gila padamu sampai rela menolak menjadi santa dan selalu memikirkanmu?""Benar-benar nggak masuk akal. Sudahlah, kali ini anggap saja aku sedang mengujimu demi Kak Isyana. Nanti akan kuberi tahu dia seperti apa dirimu sebenarnya.""Nggak usah repot-repot. Satu
Kalau semua orang diperlakukan sama, tidak mungkin semua ahli transenden sudah naik ke dunia lain, sementara hanya Alwin dan tetua Sekte Bayangan itu yang tak terikat oleh aturan itu.Di sisi lain, Arlo sangat yakin bahwa tingkat transenden merupakan bagian dari jalur bela diri. Para ahli bela diri hanya mengasah teknik bela diri, bukan mempelajari teknik surgawi, sehingga mereka tidak akan mencapai tingkat pencerahan spiritual.Dengan begitu, tidak mungkin ada jalan untuk berubah menjadi makhluk abadi dan naik ke dunia lain seperti yang disebutkan dalam ajaran surgawi.Tanpa mencapai tingkat pencerahan spiritual, seseorang juga tidak akan mampu melewati tempaan petaka surgawi. Kalau begitu, bagaimana mungkin ada kenaikan ke dunia lain? Di bawah petaka surgawi, semuanya akan hancur menjadi abu.Jadi, hilangnya para ahli transenden sama sekali bukan karena mereka naik ke dunia lain.Saat bertarung melawan Nadhif waktu itu, Nadhif pernah menyinggung sebuah konspirasi untuk memburu para g
Arlo tersenyum tipis tanpa benar-benar tersenyum. Tatapannya mengamati "Kinta" dari atas sampai bawah beberapa kali sebelum dia berkata dengan santai, "Memangnya dia berhak mengatur sekretaris untukku?"Isyana menunduk sambil mengatupkan bibir, tidak mengatakan apa-apa.Yolanda sudah menyiapkan jawabannya sejak awal. Dia langsung tersenyum. Wajahnya yang sangat cantik seolah membuat bunga-bunga yang bermekaran di taman pun tampak sedikit lebih redup. Setiap gerak-geriknya benar-benar mampu memikat hati.Dia melangkah maju, lalu mendekatkan bibir ke telinga Arlo dan membisikkan sesuatu.Sudut bibir Arlo berkedut. Setelah berpikir sejenak, dia mengangguk. "Kamu berhasil meyakinkanku."Isyana langsung mengangkat kepala. Matanya dipenuhi ketidakpercayaan.Sifat Arlo selalu keras. Bagaimana mungkin dia menyetujui pengaturan Yolanda yang tiba-tiba seperti ini? Jangan-jangan dia benar-benar tertarik pada wanita cantik ini?Kemungkinan besar memang begitu. Pria ini memang tidak pernah bisa dip
"Kamu nggak apa-apa?" Isyana refleks menggandeng lengan Arlo, tetapi dia mendapati Arlo tiba-tiba menarik lengannya."Nggak apa-apa." Arlo segera menarik lengannya tanpa menunjukkan apa pun, lalu menyeringai. "Si harimau betina lagi nyariin kamu.""Harimau betina?" Isyana tertegun."Yolanda!" jawab Arlo dengan kesal."Oh, Kak Yolanda sebenarnya baik kok. Jangan bicara begitu tentang dia." Isyana tetap menghormati Yolanda.Sudut bibir Arlo berkedut, tetapi dia tidak berkata apa-apa.Isyana mengatupkan bibirnya. Sedikit senyum melintas di matanya. "Kalau begitu, aku ke sana dulu."....Di halaman kecil itu, suasana hati Yolanda sedang bagus. Wajahnya tampak lebih ceria dari biasanya.Kerja sama dengan Arlo sangat penting. Namun, pria ini sangat waspada terhadapnya. Kewaspadaan seperti ini tidak mungkin hilang hanya dengan beberapa patah kata.Tentu saja, Arlo juga tidak menganggapnya sebagai musuh. Jadi, masih ada kesempatan.Saat sedang memikirkan hal itu, Isyana masuk."Kamu menolak me
Arlo melirik Yolanda dengan kesal.Baik Utusan Takdir yang berhasil membentuk inti emas maupun grandmaster transenden dari jalur bela diri, keduanya memiliki umur yang jauh lebih panjang. Bahkan sebagian kecil dari mereka bisa hidup selama 300 hingga 500 tahun.Mustahil bahwa selama 300 hingga 500 tahun itu sama sekali tidak ada ahli baru yang mencapai tingkat transenden atau tingkat inti emas.Kalau memang ada, jumlah para monster tua yang sudah hidup selama bertahun-tahun itu mungkin tidak sedikit.Apakah para monster tua ini benar-benar mengasingkan diri dari dunia? Kenapa tidak pernah terdengar kabar tentang mereka?Sejak mencapai tingkat grandmaster, hanya ada dua sosok transenden yang pernah ditemui Arlo. Dewa Militer dan tetua Sekte Bayangan.Di dunia luar, sosok transenden yang paling sering disebut-sebut hanya Dewa Militer. Memang ada beberapa legenda mengenai sekte-sekte yang mengasingkan diri dari dunia, tetapi tidak pernah terdengar bahwa para ahli transenden berkeliaran di
Bahkan di dunia kultivasi, benda seperti ini tetap merupakan harta karun yang sangat berharga.Yolanda malah memberikannya begitu saja. Bisa dibayangkan betapa terkejutnya Arlo.Energi elemen kayu yang tersimpan dalam akar kayu roh yang dia sudah dapatkan tidak cukup untuk mengaliri seluruh tubuhnya. Selain itu, Arlo juga sudah menggunakan sebagian energi itu untuk memurnikan virus di Provinsi Hareast.Sekarang, tubuh Arlo belum sepenuhnya dialiri energi elemen kayu. Dia baru memiliki kecocokan dengan elemen kayu sehingga hanya bisa mengerahkan sebagian kecil kekuatannya.Dengan adanya inti roh kayu abadi, dia akhirnya bisa menyelesaikan proses pengaliran energi elemen kayu ke seluruh tubuh. Bagi Arlo, peningkatan seperti ini memang sangat penting sebelum berangkat ke Gorasa."Benda ini seharusnya berguna untukmu, 'kan?" Yolanda tersenyum penuh arti.Arlo meletakkan kotak giok itu. "Kamu mau apa?""Apa yang kuinginkan mungkin nggak bertentangan dengan apa yang kamu inginkan."Yolanda t
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter







