Share

Bab 876

Penulis: Jayden Carter
Arlo tidak terlalu terkejut. Dengan tenang, dia bertanya, "Jadi sekarang gimana rencanamu?"

Nirmala menyahut, "Untuk masalah Pak Jarot, aku harus kasih penjelasan kepada pihak pemerintah dan bekerja sama dalam penyelidikan. Jadi aku jelas nggak bisa masuk ke Lembah Naga Sepuluh Ribu."

"Di dalam Lembah Naga Sepuluh Ribu ada tiga lokasi tumbuhnya obat spiritual. Kurasa itu juga tujuan Organisasi Sembilan Ular. Karena kamu mencari obat spiritual, kalian pasti akan bertemu."

"Selain obat spiritual,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 883

    Arlo hanya tersenyum tipis."Lihat saja sikap mereka. Sekalipun aku setuju, mereka juga belum tentu mau."Nirkasa mengatupkan bibirnya. Kakak seperguruannya, Madan, memang orang yang sangat tinggi hati. Mustahil dia mau menundukkan kepala kepada Arlo.Paula buru-buru berkata, "Aku mau, aku mau! Tolong bantu aku! Serangga seribu wajahku juga hampir nggak kuat lagi!"Arlo memutar bola matanya."Setelah semua ulahmu itu, sekarang baru tahu memohon padaku?""Kalau bukan karena aku, kamu juga nggak bakal bisa mencium Kak Isyana! Kamu seharusnya berterima kasih padaku! Begini saja, kamu bantu aku, nanti aku kasih Kak Isyana serangga nafsu. Dijamin dia bakal sukarela untuk menemanimu!"Paula tersenyum menjilat pada Arlo.Kulit kepala Arlo langsung terasa mati rasa. Meski dia tahu gadis-gadis suku Maia memang penuh gairah dan lebih terbuka dibanding wanita lain, ucapan gadis kecil itu tetap membuatnya terdiam."Kalau kamu berani kasih Isyana serangga nafsu, akan kuhabisi kamu." Arlo mendengus

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 882

    Setelah rombongan Arlo keluar dari kabut racun, wajah Madan langsung menggelap. Dengan suara berat dia berkata, "Orang-orang tadi bermasalah. Mereka meracuni kita ...."Saat ini Madan sudah merasakan kelainan di dalam pusat energinya. Ada seutas energi kematian yang masuk ke tubuhnya, bahkan serangga guna-guna di dalam pusat energinya ikut terpengaruh dan menjadi lemas.Begitu mendengar ucapannya, Candana dan Jauhari segera memeriksa kondisi tubuh mereka sendiri, dan baru menyadari adanya sesuatu yang tidak beres.Madan langsung menjalankan teknik kultivasinya, mencoba memaksa energi kematian itu keluar dari pusat energinya. Namun, energi dalamnya sama sekali tidak mampu mendekati energi kematian tersebut.Setelah memeriksa tubuhnya sendiri, ekspresi Nirkasa berubah drastis."Serangga inti kehidupanku dililit energi kematian dan sekarang sangat lemah. Kalau begini terus, aku mungkin ...."Serangga inti kehidupan berkaitan langsung dengan nyawa seorang master sihir. Jika serangga guna-g

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 881

    Nirkasa dan Paula terus berada di sisi Arlo, jadi mereka melihat semuanya dengan jauh lebih jelas.Tadi Arlo nyaris membunuh seseorang dengan satu pukulan, dan setiap serangannya langsung berupa jurus mematikan. Membunuh orang hanyalah semudah membalikkan telapak tangan baginya. Tindakannya begitu kejam hingga membuat bulu kuduk meremang.Wajah Paula saat ini pucat pasi. Tatapannya kepada Arlo kini dipenuhi rasa segan yang berbeda dari sebelumnya.Meski dia dan Nirkasa sudah tahu sejak kemarin bahwa Arlo memang seorang grandmaster tenaga transformasi sejati, tiga grandmaster Sekte Sihir itu juga merupakan kerabat dekat mereka, jadi mereka tidak memiliki rasa takut yang sama seperti orang luar terhadap seorang grandmaster.Karena itu, Paula masih berani menggoda Arlo.Bahkan Nirkasa sendiri, yang selama ini hanya mengikuti Nirmala mengurus urusan duniawi, juga tahu jelas bahwa seorang grandmaster harus dihormati setinggi mungkin.Di mata mereka, Arlo lebih terlihat seperti pemuda kota b

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 880

    Nirkasa terus mengikuti Paula. Posisi dan tugasnya sangat jelas, yaitu melindungi adik perempuannya.Serangga milik ketiga orang itu bergerak bebas di dalam kabut racun. Melalui serangga itu, mereka dengan cepat menemukan beberapa orang yang bersembunyi di dalam kabut beberapa meter jauhnya.Terdengar beberapa erangan tertahan, lalu serangga-serangga itu terbang kembali satu per satu."Kita lanjutkan perjalanan. Semuanya sudah dibereskan," kata Madan sambil menghela napas lega.Arlo dari awal sampai akhir tidak ikut bergerak. Di mata Candana dan Jauhari, hal itu justru membuat mereka semakin yakin kalau pria itu mungkin sedang mengerahkan seluruh tenaga hanya untuk melawan kabut racun.Arlo diam-diam menggeleng. Kesempatan penyergapan sebagus ini, tetapi orang-orang Organisasi Sembilan Ular hanya menembakkan panah diam-diam?Benar saja, baru beberapa langkah lagi, dia sudah merasakan embusan angin tajam melintas di sampingnya. Refleks, dia langsung menghantamkan tinju. Namun, tidak men

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 879

    Arlo sama sekali tidak menanggapi mereka. Situasi di dalam Lembah Sepuluh Ribu Naga masih belum diketahui. Dia juga tidak punya mood untuk adu mulut dengan gadis kecil seperti Paula.Setelah melewati hutan lebat, Madan menghentikan langkah semua orang.Arlo mengangkat pandangan dan melihat jalan di depan tertutup kabut merah muda yang pekat, membuat semuanya tampak samar.Di telinga, samar-samar terdengar suara gesekan makhluk seperti ular dan serangga yang merayap, disertai jeritan nyaring burung-burung tak dikenal, membuat suasana semakin mencekam."Aku di depan, Nirkasa dan Paula di tengah, Candana dan Jauhari di belakang. Kalian semua tahu cara melewati kabut racun ini, 'kan?"Setelah berkata begitu, Madan langsung melangkah maju. Dia sengaja tidak menyebut Arlo, juga tidak menjelaskan cara melewati kabut racun itu, jelas sedang menunggu Arlo membuka mulut dan bertanya.Arlo malah tertawa kecil. Kenapa kakak seperguruan ini tingkahnya mirip Paula? Sama-sama suka bersaing? Atau mung

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 878

    Didukung oleh Madan, Candana sama sekali tidak takut pada Arlo di wilayah mereka sendiri.Arlo menyipitkan mata. "Rekanku? Menurutku otak kalian memang agak bermasalah!"Madan berjalan mendekat, lalu menatap Arlo dengan dingin. "Mulutmu masih saja bicara kasar. Tunggu sampai aku tangkap orangnya. Setelah itu, aku mau lihat, apa kamu masih bisa sesumbar nggak!"Setelah berkata begitu, dia mengentakkan kaki. Tubuhnya langsung melompat ke udara, beberapa kali berpindah dengan cepat sebelum menerjang ke arah sebuah pohon besar beberapa meter jauhnya.Tak lama kemudian, terdengar suaranya yang penuh keterkejutan. "Kenapa kamu ikut ke sini?"Semua orang langsung menoleh dengan penasaran ke arah Madan.Tak lama kemudian, mereka melihat Madan kembali dengan wajah muram, sementara di belakangnya ada seorang wanita yang menunduk dengan lesu."Paula?" Nirkasa berseru kaget setelah melihat siapa orang itu.Paula menatap semua orang dengan wajah malu. "Kak ....""Jangan macam-macam! Cepat kembali s

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 367

    Beberapa mahasiswi itu kesal setengah mati. Semuanya menatap Aciel dengan cemberut.Aciel pun merasa harga dirinya diinjak-injak. Dia menatap Arlo dengan tatapan tidak senang. "Demi Diana, anggap saja ucapanmu barusan nggak disengaja. Minta maaflah pada teman-temanku."Arlo malah tertawa kecil, lalu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 361

    Tristan sedikit mengerutkan kening. Dia tidak menyukai sikap Arlo yang merasa dirinya benar. Menurutnya, Arlo kehilangan muka di hadapannya, lalu sengaja membual demi mencari perhatian. Nada bicaranya pun menjadi lebih berwibawa, dengan nuansa seorang senior yang menegur junior."Anak Muda, ucapanmu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 368

    Beberapa mahasiswa di samping itu juga tak bisa menahan tawa dan akhirnya tertawa terbahak-bahak.Memang benar Arlo membawa Chairil dan Diana masuk, tetapi siapa yang tahu apakah penjaga pintu itu bukan kerabatnya sendiri? Tamu VIP? Kalau benar tamu VIP, untuk apa ikut berdesakan bersama orang-orang

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 362

    Anton bertanya, "Keluarga Sriwandi menghasut Zainal untuk menantang Keluarga Simarta di arena. Ambisi mereka sangat besar. Di baliknya tampaknya ada kekuatan lain. Perlukah kita memberi peringatan?"Tristan menyesap teh dengan tenang. "Itu semua perkara kecil. Kota Naldern hanyalah sudut kecil. Mena

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status