แชร์

chapter 9

ผู้เขียน: Senjaku
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2026-02-14 20:05:22

"kita nikah aja Ra..ehmmm" racaunya, melumat bibirku.

Secepat kilat tangannya melucuti pakaianku membuangnya sembarangan dilantai. Dikungkungnya aku dibawah dada bidangnya. Kali ini tak seperti semalam, mas Adit sangat tampan dibawah cahaya lampu yang terang. Keringatnya membasahi wajah, membuatnya semakin mempesona. Ya tuhan, aku pasti sudah gila. Bagaimana mengakhiri permainan ini, hawa nafsu merasuki pikiran kami.

Setelah puas mencari kenikmatannya, mas Adit mempercepat permainan. Lenguhan d
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • menyusui sang pewaris tahta   chapter 9

    "kita nikah aja Ra..ehmmm" racaunya, melumat bibirku.Secepat kilat tangannya melucuti pakaianku membuangnya sembarangan dilantai. Dikungkungnya aku dibawah dada bidangnya. Kali ini tak seperti semalam, mas Adit sangat tampan dibawah cahaya lampu yang terang. Keringatnya membasahi wajah, membuatnya semakin mempesona. Ya tuhan, aku pasti sudah gila. Bagaimana mengakhiri permainan ini, hawa nafsu merasuki pikiran kami.Setelah puas mencari kenikmatannya, mas Adit mempercepat permainan. Lenguhan demi lenguhan terdengar bagai nyanyian merdu dimalam penuh kesunyian. Bersamaan kami mendaki puncaknya, menyemburkan benih tepat dilubang rahimku.Aku terkulai lemas, sementara mas Adit masih menciumiku. Memainkan dua gundukan dibagian dadaku."Sudah mas, nanti Arsya bangun" ku tepis tangan nakalnya."Oeekk..oeekk..oeekk" benar saja, terdengar tangisan Arsya dari kamar sebelah. Mas Adit segera memakai pakaiannya, berlari ke kamar Arsya. Sementara aku masuk ke kamar mandi milik mas Adit.Rasa baha

  • menyusui sang pewaris tahta   chapter 8

    "Tante mau kan membujuk Aditya supaya segera menikahi aku. Kan kasihan Tan, dia kesepian dan terus meratapi istrinya yang sudah meninggal itu. Tante sih, dari dulu sudah ku bilang, jangan biarkan Aditya nikah sama cewek penyakitan itu. Sekarang kaya gini deh jadinya" Silvia mendesis bak ular hendak mengeluarkan bisanya."Jadi, kamu nyalahin Tante?" Ine nyalang menatap Silvia. Walaupun tampak kalem dan anggun, tapi Ine type perempuan yang open minded. Sikapnya lebih terbuka, tanpa basa - basi."Eh anu bukan Tante, bukan begitu maksud Silvia. Maaf Silvia salah bicara. Jadi gimana, Tante mau kan bujuk Adit kali ini" masih berusaha, mencari simpati ine. tak mau menyerah sudah kepalang tanggung baginya untuk mundur.Tampak berpikir, Ine menyedekap tangannya didepan dada. Ingin mengungkap kalau Aditya sudah punya Arsya, tapi sudah terlanjur berjanji pada sang anak untuk merahasiakan ini dari siapapun. Kalau Silvia tahu Aditya sudah punya anak, kira - kira bagaimana reaksinya.Hanya orang tu

  • menyusui sang pewaris tahta   chapter 7

    Tokk..tokk.."Zahra, apa boleh aku berpamitan dengan Arsya sebentar?" Dokter Adit berdiri didepan pintu kamar.Aku bingung harus bersikap. Harusnya kejadian semalam bisa ku hindari. Dokter Adit bahkan sudah berteriak untuk aku jangan masuk ke kamar mandi. Dia pasti sedang terkena obat atau sejenisnya.Sepulang dari acara temannya, ku lihat ia membuka pintu apartemen dengan kasar. Saat itu aku sedang minum di dekat dapur. Ia bahkan berlari melewati ku, tanpa memakai baju. Hanya celana kain yang membalut bagian bawah.Hampir satu jam, ku dengar suara gemericik air. Tapi dokter aditya tak juga keluar. Takut terjadi sesuatu padanya, ku paksa masuk ke kamar mandi untuk menolongnya. Namun nahas, yang terjadi justru aku menjadi mangsanya. Harusnya aku bisa melawan, namun entah kenapa aku begitu lemah dihadapannya. Perasaanku ingin sekali menyelamatkannya dari rasa yang menyiksa.Kalaupun ini sebuah dosa, biarlah aku mati didalamnya. Rasa hangat itu tak pernah ku temui sebelumnya. Pernikahank

  • menyusui sang pewaris tahta   chapter 6

    Setelah mereka dewasa, Wina tetap merasa kedua orang tuanya lebih mencintai Arya. Saat wisuda, kedua orang tuanya tidak bisa hadir karena alasan kerja. Ia bahkan harus minta tolong sopirnya untuk berpura - pura menjadi orang tuanya, dan membawakannya bucket bunga. Wina hidup berkecukupan namun hatinya masih saja merasa sendirian.AAAAAAAAA!!PRAAANKKK..PRAAANKKK ...Berteriak histeris Wina membuang semua barang nya ke lantai. Pecahan kaca berserakan dimana - mana. Padahal dia selalu berusaha keras untuk bisa dicintai dan dibanggakan. Bahkan diuniversitas, dia lulus dengan nilai terbaik. Namun kenapa dirinya selalu merasa sendirian.Tokk..tokkk..tokk"Wina.."Tokk..tokk..tokkk"Wina, ini ibu. Kamu baik - baik saja win? Tolong buka pintunya" panggil ibunya yang baru saja datang dari luar. Ada pertemuan ibu - ibu istri pengusaha yang harus ia hadiri.Ceklekkk!!"Ya allah..ada apa wina? Kenapa semuanya berantakan seperti ini. Apa ada masalah dengan wisudanya? Bukannya kamu sudah minta tol

  • menyusui sang pewaris tahta   chapter 5

    Rasa panas menjalar dibagikan dadaku. Apakah ini efek Obat yang ku minum tadi. Sudah dua kali aku meminumnya, kurang satu kali. Rasanya dua gundukan didadsku mulai mengencang, seperti ada rasa lain. Coba ku periksa dan ku pijit pelan, ada setetes yang keluar dari sana."Oeeek..oeeekk.." Arsya menangis kecil setelah ku mandikan. Apakah dia lapar, ingin makan atau susu ya. Ku coba membuatkannya bubur bayi yang ada. Padahal anak seumuran ini bukannya harus makan yang alami - alami ya setahuku. Dokter Adit kan seorang cowok jadi wajar kalau tidak begitu tahu. Setelah ku suapi, Arsya tampak lebih tenang. Matanya pun lambat Laun memejam."Anak yang pintar" bisikku. Masih ku gendong dan enggan untuk ku kembalikan kedalam box. Semua sudah ku bersihkan. Makanan juga sudah siap jaga - jaga kalau dokter Aditya datang.Ceklek!!Benar saja seperti dugaanku, papanya Arsya datang. Ya tuhan ku bayangkan, andai ini keluarga kecilku. Merawat bayi dan menunggu suamiku pulang kerja. Geli rasanya hatiku.

  • menyusui sang pewaris tahta   chapter 4

    Hari berganti hari semenjak kepergian ayah. Rasanya begitu sepi. Nanti malam adalah tahlil untuk tujuh harian ayah, kami mengundang santri binaan ustadz Arifin untuk datang kerumah. Makanya hari ini aku sedikit sibuk mempersiapkan hidangan untuk mereka.Aku jadi teringat telpon dari dokter Adit kemarin. Ia mengabarkan kalau ternyata panggilan polisi terhadapku waktu malam itu. Yang katanya kasus pencurian dirumah Tante Ela. Ternyata saat pengacara dokter Aditya hendak mengurusnya ke kantor polisi, tidak ada laporan semacam itu disana. Sungguh aneh. Apakah polisi malam itu adalah polisi gadungan? Kalau iya, kenapa mereka bersikeras untuk membawaku malam itu. Merinding sekali kalau diingat. Tunggu, apakah ini ulah om darman? Kemarin waktu ayah meninggal, om darman sekeluarga juga tak nampak sama sekali. Padahal dikota ini, dialah satu - satunya keluarga ayah."Mbak, ini ada kiriman roti" Raka membawa satu dus roti dari merk ternama."Dari siapa Raka?" Tanyaku."Dari dokter Adit mbak. Ta

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status