ログインعلى مدى خمس سنوات من الزواج التعاقدي، ظلت ليان تتحمل بصمت، حتى بعد أن علمت أن طلال يحظى بعشيقة متأنقة في الخفاء. حتى ذلك اليوم الذي اكتشفت فيه أن الابن الذي ربّته كابنها كان في الواقع ثمرة علاقة طلال وعشيقته. حينها فقط أدركت أن هذا الزواج كان خدعة منذ البداية. تصرّفت العشيقة وكأنها الزوجة الشرعية، وجاءت تحمل وثيقة الطلاق التي أعدها طلال مسبقًا. وفي ذلك اليوم بالتحديد، اكتشفت ليان أنها حامل. فكرت في نفسها: إذا فسد الرجل فلا مكان له في حياتي، وإذا كان الابن ليس ابني فحريّ بأمه أن تأخذه. انقطعت أواصر الحب والرحمة، وظهرت ليان بحلّة جديدة، قوية، مستقلة، تركّز على بناء ثروتها. ندم أقاربها الذين أذلوها سابقًا، وتهافتوا على بابها يتزلّفون. وندم أولئك الأثرياء الذين سخروا منها بحجة أنها تسلقّت على حساب الرجال، وجاؤوا يعرضون عليها حبّهم ببذخ. أما الابن الذي أفسدته تلك المرأة، فقد ندم أخيرًا، وأخذ يناديها بين دموعٍ حارّة. في إحدى الليالي المتأخرة، تلقّت ليان مكالمة من رقم مجهول. صوت طلال الثمل تردد عبر السماعة: "ليان، لا يمكنكِ الموافقة على خطبته! لم أُوقّع اتفاقية الطلاق بعد!"
もっと見るBandara Internasional Northen.
Kota Northen Vale.Sosok pria yang mengenakan kaos dan celana jeans hitam berjalan turun dari dalam pesawat, pria itu memakai masker untuk menutupi wajahnya dan menyeret sebuah koper yang sudah usang. Penampilannya sangat sederhana, hal itu membuatnya terlihat sangat mencolok di antara orang-orang yang berlalu lalang."Ah …. Setelah lima tahun …."Nathan Sykes, yang telah mendekam di penjara selama lima tahun, akhirnya bebas dengan hasil remisi yang dia dapatkan. Pria itu menghirup udara segar yang sudah lama tidak dia dapatkan. Dia dipenjara di sebuah pulau terpencil bernama Pulau Mistik, sebuah hukuman yang seharusnya tidak dia dapatkan."Ma …. Setelah lima tahun, aku akhirnya bisa melihatmu," Nathan berjalan seraya menyeret koper usangnya keluar dari bandara.Kring~~Saat sedang berjalan, tiba-tiba ponselnya berbunyi.[Tuan, apakah Anda sudah sampai?]Terdengar sebuah pertanyaan yang lantang dari ujung panggilan telepon itu, membuat Nathan menjawab. "Ya, aku baru saja turun dari pesawat, aku akan pergi ke parkiran."Nathan berdiri di area parkir untuk menunggu seseorang menjemputnya, kemudian Nathan berkata. "Aku sudah berada di parkiran, aku—"BRAK!"Ah!"Terdengar jeritan seorang wanita cantik, Nathan yang mendengar itu menolehkan kepalanya."Sayang!" Kembali terdengar seorang pria berteriak, pria itu memakai jas rapi dan bergegas menuju ke arah wanita yang tersungkur di lantai. "Kamu tidak apa-apa, sayang?" Lirihnya seraya membantu wanita itu berdiri."Brengsek, apa kamu bodoh!?" Teriak pria asing itu dengan kesal, hal itu membuat orang-orang yang berlalu-lalang mengalihkan pandangannya ke arah mereka."Kalau berdiri itu jangan sembarangan! Ini area ramai pejalan kaki, tuh, lihat! Ada tempat duduk untuk area penjemputan!" Maki pria itu dengan kesal, melihat wanitanya yang kesakitan, pria itu kembali berkata. "Minta maaf!"Nathan tercengang saat mendengar ucapan pria itu. 'Hah? Jelas-jelas wanita itu yang menabrakku, gak punya mata, apa?!'Saat Nathan sedang bertanya-tanya hal yang membuatnya seakan-akan bersalah, dia mendengar orang-orang saling berbisik. "Bukankah pria itu ahli waris keluarga Forger, Marcel Forger?!""Benar, dia adalah Marcel Forger! Direktur dari Forger Company, perusahaan nomor satu di Northen Vale!"Ketika Nathan sedang mendengarkan bisikan orang-orang, Marcel kembali berkata dengan penuh makian. "Brengsek! Beraninya kau tidak mendengarku?! Aku bilang, minta maaf!"Wanita yang tersungkur itu mendengus dengan kesal saat melirik ke arah Nathan. "Dasar pria miskin! Sombong sekali, ya?"Nathan menatap Marcel dengan datar, dia berkata. "Hah? Aku rasa kamu salah paham, jelas-jelas wanitamu yang menabrakku, untuk apa aku meminta maaf?" Dia kembali memalingkan wajahnya melihat mobil jemputannya, namun tidak juga datang. "Sial sekali hari ini!" gerutunya dengan kesal."A-apa? Apa kamu bilang!?" seru Marcel dengan nada tinggi.Orang-orang yang mendengar ucapan Nathan kembali berseru. "Apa aku tidak salah dengar? Berani sekali dia berkata seperti itu kepada Tuan Muda Forger?! Apa otaknya terbentur barusan?""Aku baru melihat pria itu, dia terlihat sombong dan juga arogan!" Sahut seseorang. "Aku ingin melihatnya bersujud dan meminta maaf, hahaha ….""Sayang, apa dia benar-benar bodoh? Beri saja dia pelajaran, agar dia tahu siapa kamu!" ujar Wanita itu dengan kesal.Mendengar ucapan wanita itu, Marcel segera melambaikan tangannya, sekitar lima atau enam orang bergegas mendekatinya."Beri pemuda itu pelajaran! Aku ingin dia menyesal karena telah bersikap tidak sopan terhadapku!" Titah Marcel dengan lantang.Ketika para pengawal Marcel mendengar perintah itu, mereka langsung bergegas mengepung Nathan."Apa kalian serius?" ucap Nathan dengan datar, tatapannya terlihat sangat dingin dan mematikan.Sebelum mereka sempat mengepung Nathan, tiba-tiba para pengawal itu mematung kala pandangan mereka menatap netra hitam milik Nathan.Marcel yang melihat para pengawalnya tiba-tiba berhenti, dia berteriak. "Brengsek! Kenapa kalian diam saja!? Dasar tidak berguna!" Makian itu membuat para pengawalnya kembali tersadar. "Siapapun yang mampu mematahkan lengannya, aku akan memberikan sepuluh juta!""Sepuluh juta!" Tiba-tiba seorang pengawal Marcel menerjang ke arah Nathan dengan ganas.BUGH! BRAK! KRAK!Dentuman pukulan yang begitu keras dapat terdengar, pengawal itu terpental beberapa meter dan menabrak sebuah kursi, diikuti suara retakan tulang punggung yang memilukan telinga."A-apa?!""Bagaimana mungkin?!"Marcel yang melihat kejadian itu membelalakkan matanya, dia sama sekali tidak dapat melihat apa yang terjadi barusan. Kejadian itu berlangsung secepat kilat!"Kalian, kenapa kalian diam saja? Cepat hajar pria itu!" Teriak Marcel penuh amarah.Para pengawal itu saling memandang, mereka akhirnya melesat ke arah Nathan secara serentak.BUGH! BRAK! KRAAK!Kembali, dapat terdengar suara pukulan yang memilukan di area parkiran itu, para pengawal Marcel terpental beberapa meter sebelum akhirnya terkulai lemas di atas lantai."Hah? I-ini …." Marcel merasakan tubuhnya mati rasa. "K-kenapa bisa begini?!" serunya dengan tubuh gemetar.BRUK!Kala Nathan memalingkan kepalanya, pandangan mereka berdua saling beradu, yang membuat Marcel tiba-tiba terduduk dengan lemas. Aura membunuh tiba-tiba menguar dengan kuat dari dalam tubuh Nathan. Orang-orang disekitar yang merasakan itu mundur karena takut akan terseret dalam masalah ini.'S-siapa orang ini?!'Marcel menatap netra hitam nan dingin pria itu dengan gemetar."S-siapa kamu?" Marcel dengan sekuat tenaga bangkit berdiri. "Beraninya kamu melakukan ini kepada pengawalku!" Bentaknya dengan sedikit gemetar.Mendengar bentakan dari Marcel, Nathan melangkahkan kakinya dengan kuat menuju ke arah Marcel. Melihat pria itu yang berjalan menghampirinya dengan mantap, tanpa sadar Marcel dan kekasihnya mundur satu langkah.Nathan tersenyum dingin, saat jarak antara mereka tersisa beberapa meter, Nathan menjulurkan tangannya ke arah Marcel. Seakan-akan, tangan sang pencabut nyawa menghampiri merekanya. Namun, ketika jemarinya hampir mencengkram wajah tampan Marcel, terdengar suara yang memekakkan telinga."Ada apa ini?"Nathan yang mendengar itu menghentikan tangannya di udara, pria itu memalingkan wajahnya ke arah suara tersebut. Terlihat, sosok pria yang tinggi besar dan gagah berjalan menghampiri mereka sembari membelah kerumunan orang-orang.Marcel yang melihat sosok pria itu langsung berlari sembari matanya berbinar. 'Bukankah itu Tuan Paul?' Marcel tersenyum melihat sang dewa penyelamat datang menghampiri. "Tuan Paul," sapa Marcel dengan sopan. "Tolong, bantu aku!""Paul? Bukankah dia seorang Jendral tingkat tinggi Northen? Paul Cartney!""Untuk apa sosok Jendral setingkat Paul datang kemari?" bisik seseorang membicarakan Paul yang merupakan seorang Panglima perang negara Northen."Aku yakin Tuan Forger mengenalnya, dia pasti akan membantunya!" Sahut penonton lainnya. Dia melirik ke arah Nathan dan mendengus. "Hidup pemuda itu sudah habis!"Marcel segera mendengus dengan kesal. "Tuan Paul! Beruntung sekali Anda datang, pria itu entah berasal dari planet mana, diatelah memukuli pengawalku, bahkan dia ingin memukulku!" Dia menunjuk ke arah Nathan dengan senyuman picik, tatapannya seakan penuh dengan kemenangan. "Kamu harus memberinya pelajaran! Dia—"PLAK!Tiba-tiba, sebuah tamparan yang sangat keras bergema di tempat itu, hal itu membuat Marcel terjatuh ke lantai dengan darah mengalir dari sudut bibirnya."Berani sekali kamu!" Bentak Paul dengan suara menggelegar. "Siapa kamu? Hanya seorang pewaris keluarga Forger, bukan?" sahutnya dengan tatapan mengintimidasi. "Berani sekali berbicara lancang terhadap Tuan Ace?!""Apa?!""Paul menampar Tuan Forger?!""Apa yang terjadi, siapa pria itu?!""Ace? Aku baru mendengarnya."Orang-orang menatap Paul dengan tatapan terkejut, seiring keterkejutannya mereka mengalihkan pandangan terhadap Nathan. Tiba-tiba mereka melihat Paul membungkukkan kepalanya dengan sopan kepada Nathan, hal itu membuat orang-orang yang melihat kejadian itu terkejut bukan main."Tuan Ace! Maaf atas ketidaknyamanan ini, aku akan memberinya pelajaran kepadanya nanti," ujar Paul dengan sopan.Nathan yang melihat Paul membungkukkan kepalanya kemudian berkata dengan dingin. "Berdiri dengan tegak, ini bukan dirimu."Setelah mengatakan itu, Nathan mengalihkan pandangannya yang dingin ke arah Marcel. "Terlambat satu detik lagi, mungkin saja wajahnya sudah hancur. Atau, bisa saja pewaris keluarga Forger yang kalian sebut itu akan kehilangan sang pewarisnya!"Mendengar ucapan itu, membuat Marcel yang terduduk di lantai gemetar hebat. Pria itu mengusap darah yang terus mengalir dari mulutnya. Bahkan, orang-orang termasuk Paul yang mendengar ucapan Nathan bergidik ketakutan.Pria di hadapan mereka ini bukanlah sosok manusia biasa, dia tidak bisa dianggap remeh. Bahkan, sosok Paul yang merupakan panglima militer tingkat tinggi pun ketakutan mendengar ucapan Nathan."M-maaf, Tuan Ace, saya—"Tidak mau mendengar basa-basi lagi, Nathan memotong ucapan Paul dengan suara yang dingin. "Cukup! Ayo pergi!"Mendengar ucapan yang begitu mendominasi, Paul langsung tertunduk. "B-baik! Lewat sini, Tuan."Mereka akhirnya meninggalkan area parkir menaiki sebuah mobil militer. Kepergian mereka membuat orang-orang yang masih terkejut itu terperangah.'Siapa pria itu?!' gumam Marcel yang masih terkejut dengan kejadian ini. 'Bahkan, Paul yang merupakan seorang panglima militer tingkat tinggi begitu menghormatinya?!'عقد يونس حاجبيه قليلًا وقال: "أليست علاقات التعارف التقليدية قائمة أساسًا على نية الزواج؟"أجابت أماني: "هذا صحيح."نظر يونس إلى شقيقته، وشعر أن رد فعلها يحمل شيئًا غير طبيعي.فسألها: "هل علاقتك بالأستاذ إيهاب لا تسير بشكل جيد؟"ابتسمت أماني بخفة وهي تضم شفتيها."ليس الأمر أنها لا تسير جيدًا... الأستاذ إيهاب رجل مهذب جدًا، ولدينا الكثير من المواضيع المشتركة، وأشعر فعلًا أننا متوافقان من جميع النواحي، لكن... هناك إحساس لا أستطيع تفسيره."قال يونس وهو يرفع فنجان الشاي ويرتشف منه رشفة: "أنتما لا تعرفان بعضكما منذ فترة طويلة أصلًا، خذي الأمور بهدوء، لا داعي للاستعجال."ابتسمت أماني وهي تغطي فمها بخفة: "أعرف ذلك. ولست مستعجلة للزواج إلى هذا الحد، لكن من النادر أن أقابل شخصًا أراه مناسبًا في كل شيء، لذلك لا أريد أن أضيّع الفرصة."قال يونس: "إذا كنتِ معجبة به، فحاولي أن تكوني أكثر مبادرة."ما إن سمعت ذلك حتى رفعت أماني خصلات شعرها خلف أذنها، وبدت عليها ملامح التردد."أن تبادر المرأة بملاحقة الرجل... أشعر أن الأمر يفتقد للحياء، لا أستطيع فعل ذلك."فقد نشأت منذ طفولتها مع الجدة بثينة، وتربّت عل
حمل عديل الصغيرة أشجان بين ذراعيه وقال بتأثر: "إنها تشبه لجينة بشكل لا يُصدق."ابتسمت السيدة هيفاء وعيناها تلمعان بالدموع."الجميع يقول ذلك فعلًا."وفي تلك اللحظة، خرجت لجينة من المطبخ برفقة لولوة ومجدي.توقفت الأحاديث والضحكات في غرفة المعيشة فجأة.واتجهت جميع الأنظار نحو لجينة.أما هي، فقد استقرت عيناها على وجه أشجان الصغير الممتلئ.ثم بدأت تتقدم ببطء... خطوة بعد خطوة.كان عديل يحمل الصغيرة، وقال لها بصوت خافت: "أشجان، هذه أمك."وبالطبع، طفلة في شهرها الخامس لا يمكنها فهم الكلمات.لكن ربما كانت تلك قوة رابطة الدم.ففي اللحظة التي رأت فيها أشجان لجينة، بدا وكأنها شعرت بشيء ما فجأة، فتوقفت عيناها عن الحركة تمامًا.كانت تمسك في يدها لعبة عضٍّ للأطفال، وقبل لحظات فقط كانت تقضمها وهي تتمتم بأصوات طفولية، لكن ما إن رأت لجينة حتى نسيت اللعبة تمامًا.توقف فمها الصغير نصف المفتوح، وانسابت منه خيوط لعاب خفيفة، بينما انعكس وجه أمها داخل عينيها السوداوين اللامعتين.توقفت لجينة أمامها ومدّت يديها برفق."أشجان... هل تسمحين لماما أن تحملك؟"كان صوتها خافتًا للغاية، ونظرتها إلى طفلتها ممتلئة بالشوق
"إنها تريد رؤية الطفلين فعلًا."توقف مجيد قليلًا ثم أضاف: "لكنها ترغب بأن يكون اللقاء في منزل عائلة الزهراني."ابتسم هواري بمرارة وهو يقول: "أفهم ذلك... اسألها فقط عن الوقت المناسب، وسأطلب من أمي أن تأخذ الطفلين إلى هناك. أنا لن أظهر، هل هذا مناسب؟"أومأ مجيد برأسه."سأسألها وأخبرك لاحقًا.""حسنًا."كان هواري يحتضن صغيرته، وفي قلبه امتزج الفرح لأجل طفليه مع ألم ينتشر داخله بشكل يصعب السيطرة عليه.لكنه ظن... أنه سيتعوّد على الأمر يومًا ما....في التاسعة صباحًا من اليوم التالي، حملت السيدة هيفاء الصغيرة أشجان، بينما كانت الخالة صفاء تحمل حقيبة الطفلة، وحمل مجدي حقيبته الصغيرة على ظهره، ثم صعد الثلاثة إلى السيارة.وكان هواري هو من يقود بنفسه متجهًا بهم إلى منزل عائلة الزهراني.طوال الطريق، كان مجدي يلاعب أخته الصغيرة.جلست أشجان في مقعد الأطفال، وراحت تركل بساقيها الممتلئتين بحماس.نظرت إليها السيدة هيفاء مبتسمة وقالت: "صغيرتنا تعرف أنها ستقابل أمها اليوم، أليس كذلك؟ انظري إليها، لا تشعر بالنعاس إطلاقًا، وعيناها مفتوحتان على اتساعهما!"أطلقت أشجان أصواتًا طفولية لطيفة وكأنها ترد على جدته
……عاد هواري إلى حي الياسمين بعد منتصف الليل بقليل في اليوم التالي.وما إن دخل المنزل حتى رأى السيدة هيفاء نائمة وهي تستند إلى الأريكة.بدّل حذاءه، ثم اقترب منها وانحنى يربّت برفق على ذراعها. "أمي..."استيقظت السيدة هيفاء، وما إن رأت هواري حتى زال عنها النعاس فورًا."هواري، لقد عدت." أمسكت بيده وأجلسته بجانبها، ثم سألته بلهفة: "كيف كان الأمر؟ هل رأيتِ لجينة؟"أجاب بصوت منخفض هادئ: "نعم، رأيتها. إنها بخير… هناك فتاة طيبة ترافقها وتعتني بها، وقد عادت للرسم الزيتي من جديد، كما أنها اكتسبت بعض الوزن مقارنة بالسابق."تنفست السيدة هيفاء الصعداء."هذا رائع حقًا… إذًا أنتما..."قاطعها قائلًا: "لم أدعها تعرف أنني ذهبت لرؤيتها. كما أنني تحدثت مع الطبيب سجيع، وعرفت تفاصيل علاجها خلال الشهرين الماضيين."تحرك تفاح آدم في حلقه بصعوبة، وضاق نفسه."أمي… لم تكن تكره الطفلة الصغيرة، لقد كانت تعاني من الهلاوس خلال الشهرين الماضيين… كانت تنادي صغيرتها وهي تحدث الفراغ..."تجمدت السيدة هيفاء في مكانها.قال بصوت متحشرج: "أمي، لم أعد أطمح لأن تسامحني..."رفع يده يغطي عينيه، ولم يعد قادرًا على كبح بكائه."لأنن






評価
レビューもっと