เข้าสู่ระบบตอนที่ใบแจ้งผลสอบเอ็นทรานส์ส่งมาถึง ฉันไม่สบายไข้สูงจนลุกจากเตียงไม่ไหวกะทันหัน น้องสาวที่ช่วยฉันไปรับใบแจ้งผลสอบถูกลักพาตัวระหว่างทาง ไม่รู้ชะตากรรมเป็นอย่างไร พ่อแม่โกรธแค้นฉันเข้ากระดูกดำ หลังจากที่ฉีกใบแจ้งผลสอบของฉันจะขาดกระจุยกระจาย ก็บังคบให้ฉันเลิกเรียน และเข้าทำงานในโรงงาน ตอนหลัง ฉันถูกลักพาตัวเช่นกัน หลังจากที่หนีเอาตัวรอดมาได้หวุดหวิด ฉันได้ซ่อนตัวในโรงงานร้างและส่งข้อความขอความช่วยเหลือจากพวกเขา พ่อโทรเข้ามา ตะคอกฉันด้วยความโมโหโดยที่ไม่ได้สนใจเลย "สวีจือจือ แกยังเป็นคนอยู่หรือเปล่าห๊ะ ถึงได้โทรมาล้อเล่นแบบนี้กับพวกฉันในวันครบรอบจากไปของเนี่ยนเนี่ยน" "แกรู้หรือเปล่าว่าฉันกับแม่แกหวังว่าแกน่าจะเป็นคนที่ตายในตอนนั้นมากแค่ไหน" จนวินาทีสุดท้ายก่อนที่ฉันจะตาย เสียงที่ดังอยู่ข้างหูฉันก็ยังคงเป็นคำแช่งด่าของพวกเขา ฉันถูกทำให้กลายเป็นมนุษย์หมู* ถูกทารุณทรมานจนตาย และศพถูกทิ้งไว้ในท่อน้ำเน่า 3 วันเต็มๆ *มนุษย์หมู คือการลงโทษในยุคโบราณ โดยนำคนมาโกนผม ตัดลิ้น ตัดแขนขา ควักลูกตาจนเหลือแค่โพรง รมควันจนหูหนวก และจับไปโยนลงบ่อส้วมจนเนื้อหนังเลอะเทะ แม้แต่พ่อที่เป็นแพทย์นิติเวชที่ทรงคุณวุฒิที่สุดก็ยังจำฉันไม่ได้ และตอนที่น้องสาวพาไอละอ่อนที่หนีตามกันไปในตอนนั้นกลับมาที่บ้าน ก็เป็นตอนที่พ่อเพิ่งใช้เทคนิคคืนสภาพของฉัน พวกเขาคุกเข่าและร้องไห้อยู่ตรงหน้าร่างศพที่เน่าเปื่อยจนแยกไม่ออกของฉันจนหมดสติไป
ดูเพิ่มเติม"Dua puluh juta, apa masih kurang?"
Seorang pria memberikan negosiasi kerjasama dengan pelayan yang bekerja di rumah mereka. Ramli, pria yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu nampak berpikir seribu kali sebelum memutuskannya. Pria itu adalah pelayan di rumah Rangga dan Vina. Pasangan suami-istri dan sedang mencari cara untuk segera mendapatkan anak. "Tugasmu cuma satu, hamili istriku!" lanjut Rangga, suami Vina.Sang istri, Vina berdiri di samping suaminya dengan wajah tak nyaman.
Bagaimana bisa dirinya harus berhubungan intim dengan pria yang menjadi pelayan di rumahnya.
Rangga kembali menegaskan tujuannya untuk mengajak Ramli bekerja sama dengan dirinya. Karena ia tahu jika Ramli sangat membutuhkan uang untuk membiayai ketiga anaknya yang ada di kampung. "Ini untuk uang muka, setelah Vina benar-benar hamil, aku genapin semuanya menjadi seratus juta. Aku rasa yang ini sudah cukup untuk biaya anak-anakmu di kampung, bahkan lebih dari cukup. Bagaimana, kamu tertarik? Tenang saja aku tidak akan menuntutmu, setelah Vina hamil kamu bisa hidup seperti biasa, dengan satu syarat kamu harus bisa merahasiakan kerjasama kita ini. Jangan sampai ada yang tahu!" kata Rangga dengan entengnya. Ramli, pria berwajah tegas dan sedikit pas-pasan, memiliki tatapan mata yang tajam, rambut hitam ikal dan memiliki postur tubuh yang nyaris sempurna. Tubuh yang atletis bak binaraga karena pria itu pernah menjadi penjaga tempat gym di desanya. Tak ayal, ia memiliki tubuh yang proporsional dan gagah. "Tapi Pak... Apa ini tidak keterlaluan? Bu Vina adalah istri Anda. Apa Anda rela jika istri Anda disentuh oleh pria seperti saya? Saya rasa ini sangat tidak masuk akal!" sahut Ramli, berusaha untuk menjaga martabat majikannya. "Hah, persetan dengan itu semua. Kami berdua hanya menginginkan anak. Jika tidak, rumah tangga kami yang harus dikorbankan, dan aku harus kehilangan segalanya, apa yang aku bangun selama ini akan sia-sia, aku tidak mau itu terjadi!" kata Rangga dengan tegas. Vina menundukkan wajahnya, sebenarnya wanita itu tidak setuju dengan kerjasama yang diusulkan sang suami. Pasalnya, ia dan Ramli harus melewati masa-masa yang sangat intim yang tak seharusnya mereka lakukan. "Mas, kamu yakin ingin aku melakukan ini? Kok aku ragu, ya!" ucap Vina kepada Rangga, wanita cantik putri dari seorang konglomerat di kota itu. "Kita tidak punya pilihan lain. Kamu tahu Papamu ingin sekali kita segera memiliki keturunan, sedangkan kamu tahu sendiri, setelah kecelakaan itu, dokter memvonis aku mandul, tidak mungkin aku bisa memberimu anak, sedangkan aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, Vin! Terpaksa, kita harus melakukan cara ini!" kata Rangga meyakinkan istrinya. Vina berusaha mengerti, sang suami memang mengalami permasalahan pada sistem reproduksinya.Setelah mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu, Rangga divonis tidak bisa memiliki keturunan, testisnya bermasalah karena terkena paparan zat kimia.
Apalagi tuntutan dari kedua orang tuanya yang menginginkan mereka untuk segera memberikan keturunan.Karena sudah lima tahun mereka menikah, nyatanya sampai saat ini Vina belum hamil juga.
Vina sendiri sangat mencintai suaminya dan tidak ingin melihat karier Rangga hancur karena pria itu bekerja di perusahaan orang tuanya. Terpaksa, Vina mengikuti permintaan sang suami. Dengan sangat terpaksa ia harus bisa menerima Ramli untuk mengisi rahimnya dari benih pria itu. Meskipun wanita itu masih ragu untuk melakukannya karena Ramli hanyalah seorang pembantu di rumah. "Oke, aku setuju melakukannya, tapi Mas, aku nggak yakin jika Ramli bisa memberikan keturunan yang bagus. Kamu tahu dia itu cuma pria dari desa. Mukanya aja muka ndeso, Mas!" kata Vina sambil melihat penampilan Ramli yang sangat sederhana. Ramli sudah merasa dirinya sedang dibicarakan oleh majikannya. Pria itu melihat dirinya sendiri.Sejenak ia mencium aroma tubuhnya sendiri yang dirasa tidak enak, cenderung bau asam dan kecut. Belum lagi celana tujuh perdelapan yang dipakainya saat bersih-bersih rumah. Nampak sekali penampilan pria itu sangat tidak menarik di mata para wanita.
"Kira-kira Bu Vina mau nggak ya dekat-dekat dengan pria kayak aku? Bu Vina kan cantik, tapi aku... Badan aja baunya kek kambing, gimana aku bisa menghamilinya?" batin Ramli dengan ekspresi bingung. Pantas saja Vina merasa ilfeel melihat Ramli. Wanita itu adalah seorang sosialita yang biasa bergaul dengan wanita-wanita kaya, apa jadinya jika dirinya hamil dari seorang pria yang cuma pelayan di rumahnya. Rangga kembali membujuk istrinya agar mau mengikuti rencananya, "Sudahlah, sayang. Ini tidak seburuk yang kamu kira. Ramli memang pelayan dari desa, tapi aku nggak meragukan kemampuannya, kalau bukan karena dia, mana mungkin aku bisa selamat dari preman-preman itu. Aku yakin sekali jika Ramli pasti bisa membantu kita. Apalagi dia sudah terbukti punya tiga anak. Paling cuma satu atau dua malam saja, kamu sudah bisa hamil!" ucap Rangga tanpa memikirkan akibat yang lain. Yang ada dalam pikirannya adalah karirnya, ia harus menyelamatkan karirnya yang sudah berada di atas. Vina pasrah, karena rasa sayangnya yang berlebihan untuk sang suami, wanita itu pun tidak bisa menolaknya. "Terserah kamu saja, tapi jangan salahkan aku jika bayi yang lahir nanti tidak mirip sama kamu, tapi mirip dia!" jawab Vina dengan wajah lemas. Rangga tersenyum sambil mencium kening sang istri. "Soal itu kamu tenang saja. Yang penting kamu hamil dan melahirkan anak. Ini adalah tujuan utama kita, kan?" kata Rangga. Lalu, pria itu kembali menghampiri Ramli yang sedang berdiri tertunduk. Pria itu terlihat panik, karena kali ini pekerjaannya bukan sembarang pekerjaan, tapi pekerjaan yang dibilang enak tapi sangat beresiko. Sedangkan dirinya sudah janji kepada anak keduanya untuk membelikannya sepeda baru. "Ramli, bagaimana tawaranku tadi? Istriku sudah setuju untuk melakukannya. Sekarang aku menunggu keputusanmu. Ingat, kamu membutuhkan uang banyak untuk menyekolahkan anak-anakmu, apa kamu juga tidak ingin membahagiakan orang tuamu, dengan uang itu, kamu bisa merenovasi rumah agar anak-anakmu tinggal dengan nyaman, nggak kebocoran lagi pas hujan. Pikirkan baik-baik tawaran ini. Aku memberikan tawaran khusus untukmu karena aku tahu kamu pasti bisa membantuku," ucap Rangga dengan tegas. Tentu saja sebagai seorang pelayan, mana mungkin ia menyentuh istri majikannya, ini adalah sebuah hal yang sangat tabu dan terlarang. Tapi, melihat bagaimana kondisi pernikahan Vina dan Rangga membuat Ramli akhirnya setuju untuk melakukan kerja sama. Apalagi Ramli seringkali mendengar Vina dan suaminya bertengkar hanya gara-gara soal anak, sehingga membuat pria itu tak tega melihat Vina yang menangis setelah pertengkaran itu. Setelah berpikir seribu kali, akhirnya Ramli bersedia untuk bekerja sama membantu pasangan itu. "Baiklah, Pak. Saya bersedia membantu kalian. Katakan, bagaimana cara kerjanya?" kata pria itu dengan lugunya. Rangga tertawa mendengar ucapan Ramli yang sangat polos. "Astaga Ramli, bagaimana bisa kamu tanyakan itu, anakmu saja sudah tiga biji, lantas kamu tanya bagaimana cara kerjanya?" kata Rangga yang tanpa sengaja Vina pun ikut tertawa kecil. BERSAMBUNGอยู่ๆ เสียงโทรศัพท์ของพ่อก็ดังขึ้นหัวหน้าทีมหลินบอกพ่อด้วยน้ำเสีนงร้อนใจว่ากล้องวงจรจับภาพที่ฉันถูกคนลากตัวไปไว้ได้และที่โชคดีคือจับภาพหน้าตาของฆาตกรได้ด้วยรูปถูกส่งมาที่โทรศัพท์ของพ่ออย่างรวดเร็ว พ่อเปิดดูอย่างร้อนใจ ทันทีที่เห็นหน้าตาคนในรูปชัดเจน แววตาของพ่อก็ช็อคตะลึงมือที่ถือโทรศัพท์ออกแรงกำจนขาวซีดพ่อกลืนน้ำลาย แล้วเงยหน้าขึ้นอย่างยากเย็น จ้องไปที่แฟนหนุ่มของน้องสาว"แก แกเป็นคนฆ่าจือจือใช่ไหม"การเปลี่ยนแปลงที่มาแบบกะทันหันทำให้ทุกคนชะงักอยู่กับที่นอกจากปีศาจคนนั้นมันแสยะยิ้มเยาะเย้ยที่มุมปาก"อะแหม่ นึกไม่ถึงว่าตำรวจอย่างพวกแกดำเนินคดีเร็วเหมือนกันนี่"มันขยับแขนคล้องตัวน้องสาวไว้ในอก ส่วนมืออีกข้างกลับจับไปที่คอของน้อง ลากน้องไปที่ข้างหน้าต่าง และห้อยตัวไปที่นอกหน้าต่างครึ่งตัวพ่อมองมันด้วยดวงตาแดงก่ำ ตะเบ็งเสียงต่ำอย่างโมโหว่า"ไอชาติหมา ฉันจะฆ่าแก"อีกฝ่ายกลับหัวเราะอย่างคลุ้มคลั่ง"แกก็อยากให้เนี่ยนเนี่ยนตายอยู่ตรงหน้าแกด้วยเหรอ"น้องสาวตกใจจนสั่นสะท้านไปทั้งตัว มองพ่อด้วยสายตาร้งขอความช่วยเหลือ แต่พ่อกลับเหมือนมองไม่เห็นพ่อหยิบมีดปลอกผลไม้จากโต๊ะ
วินาทีนั้น ฉันโกรธจนสั่นไปทั้งตัว6 ปีเต็ม ฉันมีชีวิตเหมือนอยู่ในนรกบึงไฟ แบกรับความผิดที่มันไม่ควรจะเป็นของฉันทว่าตอนนี้น้องสาวกลับบอกว่ามันเป็นแค่ละครฉากหนึ่งความไม่พอใจและน้อยเนื้อต่ำใจทั้งหมดของฉันแปรเปลี่ยนเป็นเสียงตะโกนแห่งความโกรธแต่น่าเสียดายที่ไม่มีใครได้ยินไม่ว่าฉันจะโมโหแค่ไหน พวกเขาก็ไม่รับรู้พ่อกับแม่ตกตะลึงจนแทบยืนไม่ไหว น้องสาวรีบเข้าไปพยุงพวกเขาไว้ และมองพวกเขาอย่างสงสัยระหว่างที่บรรยากาศนิ่งเงียบ เสียงกริ่งก็ดังขึ้นน้องสาวก็ตื่นเต้นขึ้นมาในทันทีทันใด วิ่งเหยาะๆ ไปที่ประตู แล้วเปิดออกนอกประตูผู้ชายสวมแว่นกรอบทองคนหนึ่งยืนอยู่ ให้ความรู้สึกสุภาพเรียบร้อยน้องสาวจูงมือของเขา พามาตรงหน้าพ่อกับแม่ แล้วแนะนำอย่างเขินอายว่า"นี่แฟนของหนูค่ะ พ่อ แม่ ครั้งนี้กลับมาเพื่อจะบอกพ่อกับแม่ว่าพวกเราจะแต่งงานกันค่ะ"แม่ฝืนยิ้มบางๆ ส่วนพ่อสีหน้าจริงจังไม่มีใครรู้ แต่ในมุมที่พวกเขามองไม่เห็น ฉันกำลังตกใจกลัวจนตัวสั่นใบหน้านี้แหละถึงกลายเป็นเถ้าถ่านฉันก็จำได้มันทรมานฉัน 3 วันเต็มๆ ทำให้ฉันตายทั้งเป็นฉันอ้อนวอนมันอยู่หลายครั้ง ขอให้มันจบชีวิตฉันเร็วๆมันใช้ผ้าข
พ่อตาแดงในทันที จับมือของน้องแล้วดังเข้าไปกอดพ่อลูบผมน้องสาวอย่างเบามือ ครั้งแล้วครั้งเล่าฉันอิจฉาจนตาแดง ไม่มีใครรู้เลยว่าตลอด 6 ปีที่ผ่านมา ฉันปรารถนาอ้อมกอดและสัมผัสของพ่อมากแค่ไหนแต่พ่อกับแม่มีแต่จ้องมองฉันด้วยสายตาที่รังเกียจ และผลักไสไล่ส่งฉันแม่เดิมเข้าไปกอดน้องสาวพร้อมน้ำตา ภาพที่พวกเขามีความสุขช่างทิ่มแทงหัวใจของฉันเหลือเกินเจ็บปวดจนน้ำตาฉันไหลออกมาแม่ใช้มือตบเบาๆ ที่แผ่นหลังของน้องสาว แสร้งทำเป็นพูดบ่นว่า"เนี่ยนเนี่ยน ลูกหายไปไหนมาตั้งหลายปี รู้ไหมพ่อกับแม่ตามหาลูกลำบากแค่ไหน"น้องสาวมุดหน้าอยู่ในอ้อมกิดของพวกเขาด้วยความรู้สึกผิด พูดอ้ำอึ้งว่า"พ่อคะแม่คะ หนูขอโทษค่ะ""ตอนนั้นหนูตั้งท้องโดยไม่ได้ตั้งใจ หนูกลัวถูกว่า ก็เลยไม่กล้ากลับบ้าน หนูรู้ว่าเห็นแก่ตัวมาก แต่ตอนนั้นหนูกลัวมากจริงๆ ไม่รู้ว่าควรจะทำยังไงดี"พ่อกับแม่สีหน้าชะงักงัน มองน้องสาวด้วยความตกตะลึง"ถ้างั้น...ลูกล่ะ แล้วก็ไอ้เว*ที่ทำให้ลูกท้องล่ะ"น้องสาวอายจนแก้มแดง ลังเลอยู่ครู่หนึ่งถึงพูดขึ้นว่า"ลูกรักษาเอาไว้ไม่ได้""ส่วนคนที่ทำให้หนูท้องเหรอ เขาบอกว่าไม่มีหน้าจะมาเจอพ่อกับแม่ ก็เลไม่กล้า
แววตาของพ่อมีความรู้สึกเศร้าสร้อย พ่อพูดปลอบแม่อย่างอ่อนโยน บอกให้แม่รอข่าวจากพ่อที่บ้านหลังจากวางสาย พ่อเช็ดน้ำตาให้แห้ง แล้วเดินไปที่ห้องชันสูตรด้วยความแน่วแน่อีกครั้งครั้งนี้พ่อไม่มีความใจเย็นอย่างก่อนหน้านี้อีกแล้ว มือที่ถือมีดผ่าตัดก็สั่นเทาไม่หยุดพ่อเล็งมีดไปที่ร่างกายของฉันหลายครั้งหลายครา ทว่ากลับไม่สามารถลงมือได้คงเป็นเพราะว่านี่คือลูกสาวที่พ่อรักมากที่สุดพ่อประคองศรีษะที่ไม่เหลือเค้าโครงของฉันขึ้นด้วยมือที่สั่น กลั้นน้ำตาไว้ ค่อยๆ คืนสภาพให้ฉันทีละนิดฉันเองก็กลั้นน้ำตาไว้ คอยมองดูพ่อที่ร้องไห้ไปพร้อมกับป้อนข้อมูลเข้าไปในคอมพิวเตอร์1 คืนเต็มๆ พ่อไม่ได้หลับตาพักเลยแม้แต่นาทีเดียวไม่รู้ว่าดื่มกาแฟเข้มๆ ไปกี่แก้ว ดวงตาจับจ้องจดจ่ออยู่ที่หน้าจอคอมพิวเตอร์ด้านนอกหน้าต่าง ท้องฟ้าค่อยๆ สว่างขึ้นทีละนิดในที่สุดการแจ้งเตือนของคอมพิวเตอร์ก็ดังขึ้นพ่อเงยหน้าขึ้นในท่วงทันที ทว่าวินาทีต่อมา ร่างกายของพ่อก็แข็งทื่อไปพ่อลุกขึ้นด้วยความตกใจ ไม่สังเกตเห็นด้วยว่าทำกาแฟที่วางอยู่ข้างๆ หกกาแฟสาดไปในแป้นพิมพ์ พ่อก็ไม่สนใจเช็ดด้วยซ้ำพ่อจับหน้าจอคอมพิวเตอร์ไว้ สายตาจ้องไป






ความคิดเห็น