Dirga dan Citra juga menatap putri mereka dengan penuh tanya, meski sorot mata mereka lebih lembut dan dipenuhi kekhawatiran."Anu, Kak... beri aku waktu sebentar untuk mencuci muka. Kepalaku sedikit pusing," pinta Ana pelan.Ia masuk ke kamar, mengunci pintu dengan tangan gemetar, dan menyandarkan punggungnya di sana. Jantungnya berpacu hebat, seolah ingin melompat keluar. Ana mengelus perut yang masih datar, merasakan dingin yang menjalar dari ujung jari."Sedikit lagi... tolong bertahanlah sedikit lagi," bisiknya pada diri sendiri, menahan rasa mual yang mendesak di pangkal tenggorokan. "Bantu Mama menjaga rahasia ini."Setelah merasa lebih tenang, Ana keluar dan menghampiri Leo yang sedang duduk di teras belakang, menatap taman kecil mereka dengan wajah muram. Ana duduk di sampingnya, menyandarkan kepalanya di bahu kakak laki-lakinya itu."Kak Leo marah?" tanya Ana pelan, suaranya seperti anak kecil yang takut dihukum.Le
Read more