Home / Romansa / Pria milik 'ARANA' / Alibi sempurna

Share

Alibi sempurna

last update publish date: 2026-06-20 08:33:01

Keheningan yang dingin menyelimuti kamar setelah Max selesai mengoleskan salep. Ana meringis kecil, merasakan sensasi dingin yang perlahan meredam rasa panas di punggungnya.

Namun, rasa perih di kulitnya tak sebanding dengan debaran jantungnya saat melihat Max meraih map cokelat yang tadi sempat terlempar.

Tangan Max yang besar dan kasar mulai membuka segel resmi di atas kertas. Ana memerhatikan profil samping wajah Max dari sudut matanya. Perlahan, g
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pria milik 'ARANA'   Janin yang tak diinginkan

    Langkah kaki Max menghantam lantai marmer kantor dengan irama mematikan. Matanya yang tajam memindai setiap sudut, namun sosok yang dicarinya tak kunjung terlihat."Dimana Ana?" Suara Max berat, sarat akan tekanan yang membuat atmosfer ruangan mendadak mencekam.Fero, sang sekretaris yang sedang merapikan jadwal, tersentak hingga nyaris menjatuhkan tab-nya. Ia jarang melihat bosnya kehilangan ketenangan seburuk ini. "Ng... tadi saya melihatnya sedang membuat teh di pantry."Tanpa sepatah kata pun, Max berbalik. Jubah kekuasaannya seolah berkibar tertiup amarah saat dia melangkah menuju ruang di ujung lorong.Di dalam sana, Ana sedang bersandar pada meja bar, memandangi cangkir tehnya dengan tatapan kosong. Namun, ketenangannya hancur saat pintu terbuka dengan kasar. Max berdiri, auranya mengintimidasi, menutup ruang gerak Ana dalam sekejap."Ana, apa yang kamu lakukan di dokter kandungan?" Max menagih penjelasan tanpa basa-basi.

  • Pria milik 'ARANA'   Benang kusut

    "Saya---hamil?!"Suara Ana memantul di dinding ruang periksa yang serba putih dan berbau antiseptik tajam.Dokter paruh baya di hadapannya hanya tersenyum simpul, seolah berita ini adalah kado ulang tahun yang manis, bukan sebuah vonis mati bagi masa depan Ana."Iya, selamat ya. Usianya sudah masuk empat minggu," ucap dokter itu tenang sembari merapikan hasil USG. "Wajar jika kamu merasa kram perut belakangan ini. Nanti setelah masuk trimester 2 gejalanya akan hilang."Dunia Ana rasanya berputar. Dia datang ke rumah sakit karena mengira ada yang salah dengan pencernaannya, tapi kenyataan justru menghantamnya lebih keras. Di dalam perutnya, ada benih yang tumbuh.Pikirannya kalut. Di kehidupan ini, mereka memang tidak memiliki hubungan darah, hanya sebatas atasan dan bawahan di kantor tempatnya magang. Namun, Ana masih dihantui oleh identitas sebelumnya."Bagaimana ini?! Orang tuaku bisa serangan jantung kalau tahu anak lugunya ha

  • Pria milik 'ARANA'   Amukan kakak

    Cahaya lampu jalan yang remang masuk menembus jendela mobil, jatuh di wajah Ana yang kini terlelap karena kelelahan. Max memacu kendaraan dengan kecepatan sedang, satu tangannya memegang kemudi sementara jemarinya yang lain sesekali mengetuk setir dengan gelisah.Max melirik ke samping. Gadis itu tampak sangat rapuh ketika tidur. Pikirannya kembali ke map cokelat yang kini tersimpan aman di dasbor."Lagi-lagi kebetulan yang aneh," batin Max."Bagaimana mungkin secara kebetulan dia masuk ke kamar Reta dan menemukan dokumen itu?"Max merasa ada rahasia besar yang disembunyikan Ana, sebuah kepingan puzzle yang tidak pas.Drt... Drt...Ponsel Max yang berada di konsol tengah bergetar nyaring. Ana tersentak, kelopak matanya terbuka perlahan, tampak bingung dengan sekelilingnya yang gelap. Sebelum Ana sadar sepenuhnya, Max refleks menekan tombol tolak pada layar ponsel. Ia tidak ingin kebisingan itu merusak istirahat Ana."Tid

  • Pria milik 'ARANA'   Alibi sempurna

    Keheningan yang dingin menyelimuti kamar setelah Max selesai mengoleskan salep. Ana meringis kecil, merasakan sensasi dingin yang perlahan meredam rasa panas di punggungnya. Namun, rasa perih di kulitnya tak sebanding dengan debaran jantungnya saat melihat Max meraih map cokelat yang tadi sempat terlempar. Tangan Max yang besar dan kasar mulai membuka segel resmi di atas kertas. Ana memerhatikan profil samping wajah Max dari sudut matanya. Perlahan, gurat kemarahan yanG tersisa di wajah pria itu luntur, digantikan oleh kerutan kening yang dalam, lalu... keterkejutan yang murni. DI atas kertas ahli waris keluarga Sidney yang berkekuatan hukum tetap, nama Neil Maxime tertulis dengan tinta emas sebagai pewaris tunggal seluruh aset utama. Bukan Ryan, suami dari keponakan Max yang selama ini menguasai harta itu. Ana menggigit bibir bawahnya. Ia ingin berteriak, ingin memeluk Max dan mengatakan bahwa diala

  • Pria milik 'ARANA'   Rumah curian

    Udara di dalam mobil mendadak terasa menyesakkan. Kalimat Ana tentang rasa penasaran pada rumah keluarga terkaya sepertinya menyulut sesuatu yang jauh lebih gelap dalam diri Maxime.CKIIIIITT!Max menginjak rem dengan paksa di tengah jalan sepi. Tubuh Ana terdorong ke depan, tertahan oleh sabuk pengaman yang menyentak dadanya. Dalam keheningan yang mencekam itu, hanya terdengar deru napas Max. Pria itu mencengkram erat kemudi hingga ujung jemarinya memutih."Penasaran dengan rumah keluarga terkaya?" Max mengulang kalimat tadi dengan nada rendah yang menakutkan.Ana tersentak, tertekan oleh tatapan Max. Pria itu menoleh menunjukkan ekspresi membingungkan. Campuran antara amarah, cemburu juga obsesi yang terpendam."Kalau kamu memang begitu penasaran dengan kemewahan, maka akan kutunjukkan padamu rumah yang jauh lebih mewah dari milik bajingan itu!"Tanpa menunggu jawaban, Max kembali menginjak gas sedalam mungkin. Mobil itu melesa

  • Pria milik 'ARANA'   Kunci ahli waris

    "Kalian tidak tahu," bisik Ana pada pantulan dirinya di cermin yang kini tampak lebih tajam dan berbahaya. "Bahwa kunci yang kalian pegang saat ini justru akan mengunci peti mati kalian sendiri."Hawa lembap memenuhi kamar mandi mewah itu. Dengan gerakan penuh kehati-hatian, Ana meraba punggung, menarik map cokelat yang terasa kasar di kulitnya.Begitu map itu berada di genggaman, Ana menyeringai. Sebuah seringai yang tidak akan pernah dibayangkan oleh Ryan, jika jiwa istrinya telah bangkit untuk menagih keadilan."Kalian tidak tahu," bisik Ana menatap cermin yang berlukis pantulan dirinya. "Bahwa selama ini, kalian telah menyimpan kunci peti mati kalian sendiri."Ana membuka map itu. Jemarinya gemetar saat menyentuh lembaran kertas di dalamnya. Ingatan membawa Ana melayang ke masa lalu, ke sebuah sore yang tenang di perpustakaan rumah ini, saat ia masih di tubuh Reta."Ryan, aku berpikir untuk membuat surat wasiat dan ahli waris. Menging

  • Pria milik 'ARANA'   Makan malam mewah

    Matahari di ufuk barat telah menghilang, tergantikan oleh selimut malam yang dingin.Ana berdiri di depan cermin, menatap bayangan gadis muda yang kini menjadi cangkangnya. Wajah ini mungkin masih terasa asing, namun di balik mata itu, bersemayam jiwa yang hangus terbakar oleh pengkhiana

  • Pria milik 'ARANA'   Hutang tiga milliar

    Keributan yang diciptakan Sarah dan Mia segera diredam oleh pihak keamanan. Mereka diseret ke area belakang pesta dalam kondisi masih meracau,Meninggalkan atmosfer ruangan yang dipenuhi bisik-bisik sinis.Di tengah distraksi itu, seorang pria dengan raut wajah tegas namun tampa

  • Pria milik 'ARANA'   Kehancuran di tengah pesta

    Ana berjalan keluar dengan jantung yang masih berdegup kencang. Di depan cermin besar koridor, ia menoleh.Jemarinya yang sedikit gemetar begitu tergesa-gesa menata ulang rambutnya, membiarkan helaian gelombang guna menutupi leher.Ana mencoba menyembunyikan tanda merah yang Max

  • Pria milik 'ARANA'   Hadiah utama

    Kesadaran menghantam Ana seperti siraman air es.Matanya terbelalak,Di sela napas yang terengah, logika mulai mengambil alih, mengingatkan dirinya yang nyaris melewati batas."Sial! Ada apa denganku? Kenapa tubuhku selemah ini," batin Ana menjerit kesal."Bisa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status