Di dalam kamar, terlihat Kara mondar-mandir sembari menghubungi seseorang di ponselnya yang tak kunjung diangkat. Ender baru saja keluar dari kamar Mommy dan Daddy nya. Beberapa langkah kemudian, ia berpapasan dengan Zara. Tanpa menghentikan langkah, Ender tetap berjalan lurus, melewati Zara begitu saja. Sementara itu, Zara yang melihat Ender seketika menghentikan langkahnya dan menunggu pria itu mendekat. Kamar Zara berada di lantai yang sama dengan kamar kedua orang tua Ender. Setelah dari kamar orang tuanya, Zara pun segera kembali ke kamarnya. Zara melihat Ender melewati dirinya begitu saja, tanpa menanyakan keadaannya, tanpa sedikit pun menunjukkan kekhawatiran. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Dengan tidak sabar, Zara memanggil, menghentikan langkah pria itu. "Ender?" Langkah Ender terhenti, namun ia tidak berbalik maupun menoleh. Wajahnya tetap dingin, tak tersentuh. "Jangan terpengaruh oleh Kara. Dia sengaja melakukan ini. Dia menjebak mu supaya
Baca selengkapnya