LOGINKehidupan Kara Zulia yang awalnya tenang berubah kacau setelah dia menjebak calon suami sepupunya. Tindakannya membuatnya berakhir di balik jeruji besi. Ender AirJaya. Pria yang menjadi korban, memilih membalas dengan cara kejam. Dia berpura pura peduli, mencintai Kara, lalu menghancurkannya hingga akhirnya menyeret wanita itu ke balik jeruji besi. Namun tanpa Ender ketahui, Kara mengandung anaknya. Di balik luka dan kebencian yang belum usai, takdir kembali mempertemukan. Rahasia demi rahasia mulai terkuak. Lalu... Siapakah yang hancur kali ini? "Dia menjebak ku, aku membalasnya. Tapi takdir... Mempermainkan kita kembali." Ender
View MoreSiang hari, setelah menyelesaikan makan siang di restoran kapal bersama Ender, Kara memilih kembali lebih dulu ke kamar pria itu. Sejak Ender melarangnya kembali ke kamarnya sendiri, tempat itu kini seolah telah menjadi miliknya juga. Kara melangkah pelan menyusuri koridor kapal. Ia mengenakan dress klasik berwarna krem, dihiasi motif bunga-bunga kecil yang lembut, membuat penampilannya tampak anggun namun sederhana. Langkah Kara hampir mencapai pintu kamar, ketika sebuah suara pria memanggilnya dari arah belakang. "Kara." Sontak, ia menoleh dan berbalik. Itu Refat. Alis Kara menyatu. Yang ia tahu, pria itu adalah teman Ender, dan seseorang yang pernah ia tolong. Namun, melihat ekspresinya sekarang… Jarak mereka sekitar enam meter. Napas Refat naik turun, seperti habis berlari jauh atau menaiki tangga dengan tergesa-gesa. Wajahnya tampak gelisah… bahkan sedikit ketakutan. Kara mengernyit. 'Dia kenapa?' "Perlu dengan saya?" tanya Kara setelah beberapa saat hening.
"Hentikan Zara, sampai kapan kamu akan mengamuk begini?" Seru mama Zara begitu masuk ke kamar Zara dan melihat semua furnitur kamar sudah berantakan tidak berbentuk dan serapi tadi lagi, saat pertama mereka tempati. Zara menghentikan dirinya dan diam. Nafasnya terlihat naik turun karna kemarahannya kepada Kara, sepupunya sialan nya. "Lalu apa yang bisa Zara lakukan selain ini? Dan bisakah mama dan papa lakukan sesuatu juga? untuk pernikahan ku dan Ender tidak batal. Tidak bisakan? Iya kan?" Teriak Zara sembari berjalan mendekat dan berdiri di hadapan papa dan mamanya. Terlihat papa Zara yang menarik nafas. Namun terlihat jelas di wajahnya akan tidak peduli dengan apa yang terjadi. Lagian, seperti Mr. Yildiz katakan. Kerja sama mereka tetap terjalin. Dari awal niat dan rencana mereka adalah menjalin kerja sama. Di mana banyak perusahaan pemasok makanan sulit bekerja sama dengan mereka. Dan ia beruntung mendapatkan kesempatan ini. "Hentikan Zara! Apa kamu sudah gila?!... L
Di kamar yang luasnya hampir tiga kali lipat dari kamar Kara di lantai bawah, suasana terasa kontras. Di satu sisi, ketenangan. Terlihat Kara, yang tertidur lelap di atas ranjang besar yang diselimuti pencahayaan redup. Napasnya perlahan dan teratur, wajahnya terlihat lebih tenang dibandingkan saat terjaga. Di sisi lain, sesuatu yang tak pernah benar-benar diam. Ender berdiri di balkon suatu kamar yang menghadap langsung ke lautan gelap. Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan tirai tipis di belakangnya. Di sampingnya, ada Refat yang berdiri dengan sikap tenang, namun tatapannya serius. Menandakan percakapan mereka bukan hal sepele. "Semua sudah berjalan sesuai rencana mu," ujar Refat pelan menoleh melihat Ender, yang berdiri di sisi kanannya. Ender kini berada di balkon kamar Refat. Kepalanya sedikit mendongak, menatap ke lantai atas, ke arah kamarnya sendiri. Di sana, seseorang tengah terlelap dalam dunianya. Setelah aktivitas panjangnya bersama Kara. Ia keluar kamar, set
"Aah… aah… aaah…" desahan Kara terlepas, seiring tubuhnya yang naik turun di atas Ender."Ugh… Kara… hhh…" balas Ender dengan napas memburu, menikmati setiap gerakan yang diberikan Kara.Keduanya sudah terhanyut dalam permainan itu sejak beberapa jam lalu. Ronde demi ronde berlalu tanpa benar-benar memberi rasa puas, terutama bagi Ender, yang seakan tak pernah cukup menginginkan Kara.Ender bangkit duduk. Kedua tangannya bergerak masuk ke balik lingerie hitam yang dikenakan Kara, meremas dua benda kenyal dengan penuh hasrat. Sentuhan itu memancing lebih banyak desahan, bahkan pekikan kecil yang lolos dari bibir Kara.Gerakan Kara teratur, berirama, dan penuh kendali, membuat Ender semakin kehilangan akal sehatnya.Bibir Ender tak tinggal diam. Ia mencium, bahkan menjilat tengkuk dan leher Kara, menikmati setiap sensasi yang datang bertubi-tubi menghantam dirinya.Sebenarnya, Ender ingin membalik keadaan. Menurunkan Kara dan menindihnya, mengambil alih kendali, lalu melampiaskan hasrat
"Ah, mommy?!" Panggil Ender ke Ayse yang menerobos masuk ke dalam kamar. Ia kembali melihat Refat dan berucap. "Tunggu di sini,"Blam,Dan pintu tertutup.Dan ya, Refat menunggu dengah patuh. Ia tadinya mau membuka mulut dan bertanya serta mendengar langsung dari mulut Ender. Tapi belum juga suaranya k
Brakh,Brakh,Brakh,Ender dan Kara serempak melihat ke arah pintu yang tertutupi dinding pembatas ranjang. Ender yang baru melempar tubuhnya ke samping Kara. Dan Kara yang posisinya membelakangi Ender. Keduanya sontak setengah bangun melihat ke pintu. Kara melihat ke Ender begitu juga sebaliknya. Lela
"Tuan… Tuan Muda Ender…" Napas pengawal itu terengah, jelas dia berlari tanpa henti. "Tuan muda ditemukan." "Di mana dia?" suara Yildiz terdengar lebih rendah, namun jauh lebih berbahaya. "Di lantai dua, Tuan." Yildiz mengernyit. Tanpa menunggu lebih lama, Yildiz langsung melangkah cepa
Kamar itu sunyi, hanya diterangi cahaya lampu yang remang. Tidak bisa dikatakan kecil, tapi juga tidak sepenuhnya besar. Ruangan itu cukup luas, cukup untuk menampung banyak orang jika berdiri berhimpitan. Sebuah kamar standar, namun tetap terasa lega. Dari luar, suara deburan ombak menghanta






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews