"Walau bagaimana pun itu, aku harus taat dan patuh kepada suamiku. Bagaimana bisa aku mengikuti ajakanmu, Bang. Sementara ada Bang Habib di sampingku," jawab Nabila tegas. Nabila juga sebenarnya merasa risih dengan tawaran Abizar yang sudah diluar batas dan tingkah laku yang tidak sewajarnya. "Oh, ya." Abizar bertepuk tangan atas jawaban yang diberikan Nabila. Dia tidak menyangka kalau adik yang selama ini patuh dan taat kepada dirinya ternyata sudah berani melawan. "Racun apa yang kamu berikan kepada istrimu sehingga sudah berani membangkang?" tanya Abizar sambil menarik kerah baju adik iparnya. "Apa jangan-jangan kamu telah mencuci otak Nabila agar melawanku?" amuknya tanpa bisa meredam amarah yang sudah membuncah sejak mengetahui Nabila berubah dan tidak patuh lagi kepadanya. "Aku tidak ada membasuh otaknya sama sekali," balas Habib sambil berusaha meronta. "Jika tidak percaya, silakan saja tanya kepada Nabila!" Abizar melirik ke arah Nabila. Dia melepaskan terkamannya lalu m
Read more