Kabut turun tebal di lereng Alas Kertasana ketika fajar mulai merayap perlahan dari ufuk timur. Pepohonan besar berdiri membisu seperti bayangan raksasa hitam yang menjaga hutan tua itu sejak ratusan tahun silam. Embun menetes dari dedaunan, jatuh perlahan ke tanah berlumpur yang masih menyimpan bekas jejak pertarungan malam sebelumnya.Di dekat aliran sungai kecil yang membelah kaki bukit, Setho Gentala duduk di atas batu sambil mencuci darah hitam dari golok Uragajathi. Air sungai yang jernih berubah keruh setiap kali darah siluman itu hanyut terbawa arus.Tak jauh darinya, Daksa bersandar pada batang pohon randu sambil membalut luka di lengannya. Pertarungan di candi tua semalam meninggalkan beberapa luka robek di tubuhnya, tetapi yang lebih mengganggu adalah pikirannya sendiri.Butodurga.Nama makhluk itu terus terngiang di kepalanya sejak malam tadi.“Aku pernah mendengar kisah tentang mereka,” ujar Daksa akhirnya memecah kesunyian. “Tapi kukira itu hanya dongeng perang untuk men
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-18 Mehr lesen