"Karena Mama tahu, jika kebohongan ini terbongkar, maka wanita berhati malaikat ini akan pergi meninggalkan rumah kita dan kembali ke dunianya yang semula," jawab Lusi dengan air mata yang akhirnya lolos membasahi pelipisnya yang berkerut tipis."Mama tidak mau kehilangan dia, Arham, rumah mewah kita yang dingin dan penuh dengan intrik korporasi ini mendadak terasa hangat dan memiliki jiwa sejak kehadiran dirinya di dalam paviliun barat," lanjut lirih Lusi sembari mengarahkan pandangan matanya ke arah wajah polos Zara yang tampak bergerak sedikit dalam tidurnya."Jaga dia dengan seluruh jiwamu, Arham, ubah ikatan kertas sewa yang kamu buat itu menjadi sebuah komitmen hidup yang sejati, jangan pernah biarkan dia menangis atau pergi dari sisi kehidupanmu," pesan Lusi dengan intonasi yang teramat dalam, menghujam langsung ke pusat kesadaran paling dalam dari sang putra mahkota korporasi."Aku berjanji, Ma ... Aku akan menjaga dan melindungi dirinya dengan seluruh taruhan nyawa dan ha
Read more