"Tenanglah, aku ada di sini, kamu tidak akan pernah sendirian lagi di dalam kegelapan malam ini," bisik Arham tepat di depan wajah Zara, suaranya rendah dan dalam, memancarkan otoritas perlindungan seorang pria sejati.Ajaibnya, guncangan hebat pada tubuh Zara perlahan mulai mereda begitu merasakan kehangatan kecupan dan bisukan menenangkan yang dilayangkan oleh Arham di keningnya. Cengkeraman jemari tangannya pada bantal bulu angsa perlahan mengendur, menyisakan helaan napas yang kian teratur, panjang, dan tenang khas seorang manusia yang telah berhasil meloloskan diri dari kejaran monster mimpi buruk. Alisnya yang bertaut rapat kini kembali rileks, menampilkan raut wajah polos yang begitu memesona di bawah siraman cahaya kuning redup dari lampu tidur di sudut ruangan yang luas tersebut.Arham menarik kembali tubuhnya, menegakkan punggungnya dengan sepasang mata yang masih tidak bisa dialihkan dari setiap jengkal keindahan wajah tidur Zara malam ini. Hati pria itu yang selama bert
Read more