"Buka barikade besi ini sekarang juga, Komandan, saya adalah Gina Susanti, calon istri dari Bapak Arham Tawfeeq," ucap Zara dengan volume suara yang tidak terlalu keras namun memiliki intonasi penekanan yang teramat kuat, sanggup menembus riuhnya suara yel-yel demonstran di sekitarnya."Nona Gina? Baik, segera buka celah barikade barat sekarang juga, amankan posisi beliau sebelum massa menyadari identitas aslinya!" perintah sang komandan regu dengan nada kepanikan yang teramat jelas melalui interkom saku miliknya.Dua orang petugas keamanan internal segera menggeser ujung barikade besi, memberikan ruang sempit bagi Zara untuk menyelinap masuk ke dalam area steril pelataran gedung yang langsung dijaga ketat oleh barisan tameng pelindung. Dari balik kaca jendela lantai paling atas Tawfeeq Tower, siluet tubuh Arham yang tegap tampak berdiri statis mengawasi pergerakan di bawah, tangannya mengepal erat di balik saku celana kain mahalnya tanpa tahu bahwa wanita yang baru saja menyusup m
Read more