Zara tidak memedulikan tatapan aneh dari para pelayan di belakangnya. Di dalam benaknya, fokusnya beralih sepenuhnya pada memori domestik yang hangat bersama sang nenek. Memasak sarapan sederhana adalah ritual suci yang selalu ia lakukan setiap pagi sebelum berangkat bekerja sebagai penulis web novel. Proses memecahkan telur, mengiris daun bawang, dan merasakan kehangatan uap minyak di atas wajan adalah satu-satunya jangkar kewarasan yang tersisa yang mengingatkannya bahwa di dalam tubuh penuh kepalsuan ini, jiwa Zara Alfathunisa yang asli masih hidup dan bernapas.Ia mengambil sebuah mangkuk kaca besar, memecahkan empat butir telur ayam ke dalamnya dengan gerakan satu tangan yang teramat terlatih. Jemarinya yang ramping bergerak dengan ritme yang teratur saat mengambil sebilah pisau dapur dan mulai mengiris daun bawang di atas talenan kayu. Bunyi ketukan pisau yang beradu dengan talenan—tak, tak, tak, tak—terdengar begitu berirama, bersih, dan cepat, mencerminkan keahlian seorang i
Read more