Hari itu, Deswita kembali datang untuk menemui Aska. Tidak bertemu dan tidak mendapat kabar tentang cucunya selama akhir pekan, ternyata membuatnya merasakan rindu yang sangat berat. Yang jadi masalah adalah, ia belum bisa seterus terang Ivan untuk mengakui itu semua. “Loooh, cucu Oma bangun rupanya,” ujar Deswita mengambil Aska dari gendongan Suci. Rasa canggung itu memang masih ada, tetapi ia mencoba menepisnya karena Suci sudah memberinya kesempatan untuk dekat dengan cucunya.“Aska baru bangun, baru selesai mik susu juga,” balas Suci tersenyum kecil. “Kayaknya dia ngerasa, kalau Omanya mau datang.”Deswita tersenyum tipis dan mengangguk kecil pada Suci. Sebenarnya, ia ingin mengatakan sesuatu, tetapi masih merasa serba salah. Setelah semua yang terjadi di antara mereka, Deswita belum terbiasa harus berhadapan dengan menantunya itu. Bahkan untuk sekadar membalas ucapan Suci pun, ia masih bingung harus berkata apa agar tidak terdengar canggung.“Saya tinggal dulu, Tante,” pamit Su
Leer más