Proses kepindahan itu berlangsung jauh lebih cepat dari yang dibayangkan Jihan. Beberapa kardus berisi pakaian, tumpukan buku, perlengkapan pribadi, hingga barang-barang kenangan kecil yang selama ini menjejali kamar kontrakannya yang sempit kini telah bermutasi sepenuhnya ke unit apartemen barunya.Tempat ini belum tertata rapi seluruhnya. Kardus-kardus cokelat masih menyisakan sudut-sudut berantakan di ruang tamu, rak buku tampak melompong, meja makan baru saja dipasang, dan dapur pun belum memiliki peralatan yang memadai untuk dia gunakan. Namun, Jihan tak lagi merasa asing oleh kemewahan tempat ini. Ada sensasi hangat menyeruak, membuat tempat berukuran luas ini begitu dekat dan familiar. Mungkin gara-gara presensi Juna yang selalu ada di dekatnya, atau mungkin sebab sejak awal pria itu memastikan bahwa setiap detail ruangan dirancang khusus untuk kenyamanan dia."Cape?" Suara berat Juna memecah keheningan. Pria itu berdiri menyender santai
Read more