Tiga tahun berlalu sejak Steven kembali ke kantor pusat di Chicago dan Kayn memulai janji konsistensinya. New York masih secepat dulu, begitu pula karier Verlyn. Di usianya yang makin matang, ia tumbuh jadi sosok pemimpin yang anggun, tegas, dan disegani. Tidak ada lagi raut ragu di wajahnya; Verlyn sudah sepenuhnya memegang kendali sebagai petinggi Kizen Group cabang New York. Begitu pula dengan Kayn. Pria itu kelihatan makin dewasa, berkarisma, dan tenang. Kesan dominan yang dulu sering terkesan menekan kini berubah jadi wibawa yang matang. Selama tiga tahun ini, kerja sama antara Kizen dan Vyntie Group berkembang sangat pesat. Hebatnya, Kayn benar-benar memegang ucapannya. Setiap kali bertemu di meja rapat atau forum bisnis, ia bersikap sangat profesional. Kayn tahu batas—nggak pernah membawa perasaan pribadi ke urusan kerja, nggak pernah mendesak Verlyn, dan selalu menghargai setiap keputusan wanita itu. Sikap konsisten Kayn yang
Read more