Share

Bab 223 Season 3

Author: Yuri
last update publish date: 2026-09-15 09:57:39

​Pesan dari Kayn sukses membuat Verlyn tidak bisa tidur nyenyak sepanjang malam. Bayangan kalimat terputus itu terus berputar di kepalanya, menghadirkan rasa gelisah yang tak kunjung surut hingga fajar menyingsing di atas langit New York.

​Sekitar pukul delapan pagi, deru mesin mobil terdengar berhenti di pelataran halaman mansion. Steven sudah menunggu di depan pintu utama, tampil rapi dengan setelan jas abu-abu gelap. Pria itu memilih menjemput Verlyn secara pribad
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 223 Season 3

    ​Pesan dari Kayn sukses membuat Verlyn tidak bisa tidur nyenyak sepanjang malam. Bayangan kalimat terputus itu terus berputar di kepalanya, menghadirkan rasa gelisah yang tak kunjung surut hingga fajar menyingsing di atas langit New York. ​Sekitar pukul delapan pagi, deru mesin mobil terdengar berhenti di pelataran halaman mansion. Steven sudah menunggu di depan pintu utama, tampil rapi dengan setelan jas abu-abu gelap. Pria itu memilih menjemput Verlyn secara pribadi untuk berangkat bersama menuju ruang rapat gabungan di kantor pusat Vyntie Group. ​"Selamat pagi, Verlyn," sapa Steven dengan senyum hangat saat Verlyn melangkah keluar. Pria itu segera membukakan pintu mobil untuknya. "Aku sudah memastikan tim pengawalan memantau rute perjalanan kita agar tetap aman pagi ini." ​"Terima kasih, Steven," balas Verlyn seraya mengulas senyum tipis lalu masuk ke dalam mobil. ​Sepanjang pe

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 222 Season 3

    ​Kembali ke gedung Kizen Group di pusat kota New York, Steven sudah menunggu di lobi. Pria itu terus melangkah bolak-balik di dekat pintu masuk utama, mengabaikan beberapa staf yang berlalu-lalang dan menatapnya penuh tanya.​Begitu sosok Verlyn muncul di balik pintu kaca besar, Steven langsung menghampirinya dengan langkah lebar.​"Verlyn! Kamu tidak apa-apa?" tanya Steven cepat. Matanya menyapu penampilan Verlyn dari ujung kepala hingga kaki, memastikan tak ada luka. "Aku baru dapat laporan dari tim keamanan kalau situasi di sana sempat tidak terkendali."​Verlyn mengulas senyum tipis, mencoba menenangkan. "Semuanya aman, Steven. Polisi dan tim hukum sudah menangani lokasinya."​"Lalu... bagaimana kamu bisa lepas dari kerumunan massa yang memojokkanmu itu?" tanya Steven lagi. Nada suaranya bergetar tipis, menahan rasa bersalah dan emosi yang berkecamuk.​Verlyn mendesah pelan seraya merapikan tali tas di bahunya. "Tuan Kayn datang tepat

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 221 Season 3

    ​Sikap profesional Kayn selama beberapa hari berikutnya perlahan mengubah atmosfer kerja. Tak ada lagi teror bunga, pesan singkat yang mendesak, atau tindakan menyegat Verlyn di pelataran kantor. Kayn benar-benar menepati janjinya untuk menjaga jarak, meski tatapannya tiap kali mereka berpapasan di lorong masih menyimpan kerinduan yang ditahan rapat-rapat. ​Ketenangan itu mendadak diuji saat krisis pecah di lokasi konstruksi proyek gabungan mereka—sekitar 30 menit perjalanan dari pusat kota New York. Laporan masuk menyebutkan adanya sengketa perizinan dari kontraktor lama yang sengaja memprovokasi massa di area pembangunan. ​Lokasi New York ini memegang peranan penting untuk peluncuran awal. Sebagai penanggung jawab utama Kizen Group di New York, Verlyn memutuskan turun langsung ke lapangan bersama tim hukumnya. ​"Verlyn, aku ikut," tawar Steven saat berpapasan di koridor. "Kondisi di sana mungkin belum aman."

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 220 Season 3

    ​Dua hari sejak insiden restoran itu, kata-kata Verlyn masih berputar tanpa henti di kepala Kayn. Pria itu akhirnya sadar: emosi mentah dan rasa cemburu yang ia pertontonkan justru mempertegas betapa kekanak-kanakannya ia di mata Verlyn. Kalau ia ingin Verlyn benar-benar memandangnya kembali, ia harus berhenti memohon. Ia harus membuktikannya lewat tindakan nyata. ​Hari itu, ruang rapat utama Kizen Group kembali menjadi medan pertempuran tiga pihak. Steven duduk tenang di samping Verlyn, sementara Kayn hadir didampingi tim analis terbaik dari Vyntie Group. ​Tensi di dalam ruangan terasa membeku sejak menit pertama. Begitu Verlyn berdiri dan mulai memaparkan modul strategi ekspansi bursa untuk kuartal mendatang, tidak ada lagi gestur mengintimidasi dari Kayn. Pria itu tidak lagi memotong pembicaraan atau melontarkan kritik asal untuk mencari perhatian. Kayn menyandarkan punggungnya, mendengarkan tiap detail penjelasan Verlyn dengan fokus penuh, sesekali

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 219 Season 3

    ​Kayn tidak pernah merasa sefrustrasi ini sepanjang hidupnya.​Melihat Verlyn berjalan keluar gedung bersama Steven serasa menyiramkan minyak ke dalam api cemburu yang membakar dadanya. Rasa takut kehilangan yang begitu besar melumpuhkan akal sehatnya. Tanpa membuang waktu, Kayn menyuruh Rainon mencari tahu lokasi restoran tempat Verlyn dan Steven makan siang, lalu bergegas meluncur ke sana dengan dalih pertemuan bisnis dadakan.​Restoran bergaya modern di kawasan Jakarta Selatan itu bernuansa tenang dan temaram. Dari mejanya yang berjarak hanya beberapa meter, Kayn terus memperhatikan setiap pergerakan Verlyn.​Steven yang duduk di hadapan Verlyn bersikap amat sopan. Pria itu mendengarkan setiap analisis bursa yang dipaparkan Verlyn dengan perhatian penuh, sesekali memberikan tanggapan cerdas dan tertawa kecil tanpa pernah melewati batas atau melakukan kontak fisik. Ketenangan, kedewasaan, serta rasa hormat yang ditunjukkan Steven justru membuat interaksi

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 218 Season 3

    ​Sejak skandal rekayasa Sellina mereda dan nama Vyntie Group bersih kembali, Kayn semakin terang-terangan menunjukkan perhatiannya. Pria itu tak segan mengirimkan makan siang ke meja kerja Verlyn hingga sengaja menunggu di pelataran Kizen Group hanya demi mengantarkannya pulang.Verlyn justru makin menjaga jarak dan bersikap formal. Bagi Verlyn, bantuannya kemarin murni demi menyelamatkan proyek Kizen-Vyntie—bukan berarti ia mau membuka hati lagi untuk pria yang sama.​Siang itu, rapat penting digelar di ruang konferensi Kizen Group. Kayn datang lebih awal, berharap bisa mencuri waktu untuk bicara berdua dengan Verlyn.​Namun, senyum tipis yang sempat terukir di bibir Kayn seketika sirna begitu pintu ruang rapat terdorong terbuka.​Verlyn melangkah masuk bersama Steven yang kini memegang kendali atas penanaman modal proyek kerja sama tersebut. Steven berjalan santai dalam balutan jas abu-abu gelap, menyelipkan jemarinya di saku celana dengan gestur yan

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 5 Season 1

    Kayn langsung bangkit dan sedikit menjauh dari Verlyn setelah mendengar perkataannya. Entah apa yang ada di benaknya hingga berani mengatakan hal seperti itu. “Cukup mengejutkan kau wanita seperti ini, Nona Verlyn,” ujar Kayn datar namun penuh makna. Verlyn menggeleng pelan. “Kau benar. Aku mema

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 4 Season 1

    Verlyn terkejut mendengar ucapan Kayn barusan. Ia hampir tersedak saat menyesap teh yang kini ia pegang. "Saya tidak salah dengar, kan?" tanyanya memastikan. Kayn menggeleng pelan. "Tidak, Anda mendengarnya dengan baik. Anda bisa melihat dokumen di atas meja. Itu berisi perjanjian yang saya tawar

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 3 Season 1

    Pak Rian turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Verlyn. "Turunlah perlahan, Nona." "Oke, terima kasih!" Verlyn turun dan menatap gedung tinggi yang kini berdiri megah di depannya, mengilap terkena pantulan sinar matahari. "Gedungnya sama megah dan besar dengan perusahaan Kizen milik Ayah!" p

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 2 Season 1

    “Verlyn, apa kau sudah siap? Ingat janjimu hari ini!” teriak Kaze dari luar kamar. Verlyn membuka kelopak matanya perlahan dan menatap sayu ke arah langit-langit kamarnya yang berwarna ungu lavender. Ia melirik jam di atas nakas sebelah kasur—08.40 AM. Matanya langsung membelalak. “Bagaimana aku b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status