Saat Cleara melangkah masuk kembali ke dalam mansion, Nyonya Bella ternyata sudah berdiri menunggu di dekat lorong utama dengan raut cemas.“Kau baik-baik saja, Sayang?” tanya Nyonya Bella bergegas menghampiri, matanya menyapu tubuh Cleara seolah takut Tuan Steven telah melukainya.“Iya, Cleara baik-baik saja, Ibu,” sahut Cleara memberikan senyum menenangkan.Nyonya Bella menggenggam lembut kedua tangan Cleara, menatap mata menantunya dengan tatapan dalam. “Cleara... Ibu bersikap protektif seperti ini semata-mata karena Ibu takut kau kenapa-kenapa, mengingat bagaimana buruknya perlakuan ayahmu terakhir kali kepadamu waktu itu. Ibu tidak akan pernah menghalangimu untuk bertemu ayah kandungmu, tapi jika lain kali kau bertemu dengannya lagi, kau tidak boleh pergi sendirian tanpa pengawalan. Mengerti?”“Iya, Ibu. Terima kasih banyak sudah mencemaskanku...” Mata Cleara berkaca-kaca oleh rasa haru. Perlindungan dan perhatian yang diberikan Nyonya Bella terasa begitu nyata dan menghangatkan
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-29 Mehr lesen