Nabila yang tertarik mengomentari dengan ekspresi tidak percaya, "Raja Anjing? Nama apa itu? Anjing itu berjalan sambil berdiri, makan bahan obat-obatan, dan bicara seperti manusia .... Bi Ayu, Kak Arum, apa kalian salah dengar?"Seketika Nabila lupa untuk menelepon Tirta. Arum menyahut dengan yakin, "Awalnya kami juga nggak percaya. Tapi, dia memang bisa bicara. Bahkan, dia sama sekali nggak takut pada manusia. Kami usir dia pakai tongkat, tapi dia malah menggigit tongkat sampai patah."Kemudian, Melati, Farida, dan Nia menimpali secara bersamaan."Benar. Nabila, anjing itu memang bisa bicara. Selain itu, kedua matanya sangat bersinar, seperti bola lampu.""Benar-benar aneh. Kami nggak pernah melihat anjing seperti itu.""Kami pulang sama-sama karena ingin meminta Bi Elisa turun tangan untuk mengusir anjing hitam itu. Kalau nggak, sayang sekali semua bahan obat-obatan yang ditanam Tirta dirusak."Nabila juga sangat menyayangkannya. Dia berucap, "Memang benar. Tapi Bi Ayu, Kak Farida,
더 보기