Tirta menyimpan Mutiara Naga dan berpesan kepada para kekasihnya, "Devika, Marila, ada yang mengganggu kita lagi. Kalian tunggu aku sebentar."Tirta menyelubungi mereka dengan Teknik Menghilang, lalu memakai bokser dan bergegas berjalan ke geladak. Kala ini, amarah Tirta memuncak.Namun, Devika dan lainnya bisa beristirahat. Mereka segera berkata kepada Tirta."Nggak apa-apa, kamu nggak usah buru-buru. Nggak masalah juga kalau kamu keluar agak lama.""Kami tunggu kamu!"Sudah jelas Devika dan lainnya tidak tahan lagi.Begitu melihat Tirta berjalan ke geladak, Tambun segera menodong selangkangan Tirta dengan pistol dan bertanya, "Hei, masih ingat aku nggak?"Tatapan Tambun sangat dingin.Tirta mencibir, lalu menyahut, "Tentu saja aku ingat. Kamu itu pecundang yang suka mengintip orang dan memuaskan hasratmu pada boneka silikon. Oh, maaf. Alat vitalmu sudah kuhancurkan, sekarang kamu nggak bisa memuaskan hasratmu lagi. Kamu cuma bisa jadi kasim."Tambun berujar dengan wajah memerah, "Kam
Read more