Cahaya itu berhenti berubah bentuk, akhirnya diem di sesuatu yang agak mirip manusia—tinggi, bercahaya, tapi wajahnya gak pernah bener-bener jelas, kayak kamera yang gak bisa fokus."Yang Terpilih," suaranya bergema, berat, kerasa nempel di dada, "dengarkan kami."Gatra maju setengah langkah, badannya masih di antara kami sama sosok itu. "Ini terlalu cepat," gumamnya, lebih ke diri sendiri."Skenario berikutnya dimulai sekarang," lanjut sosok itu, gak peduli sama gumaman Gatra. "Waktu kalian terbatas. Hasilnya akan menentukan nasib dunia ini.""Siapa itu?" bisik Mirna, tubuhnya sedikit gemetar di sampingku."Salah satu pencipta Skenario," jawab Gatra pelan, matanya gak lepas dari cahaya di depan kami. "Penjaganya. Atau mungkin dalangnya. Mereka cuma muncul buat ngasih perintah."Sosok itu natap kami semua, tapi kayaknya cuma "ngeliat" Gatra sama aku yang paling deket sama jembatan. "Para Pemeran," katanya, kali ini nadanya lebih pelan, hampir kayak lagi milih siapa yang layak diajak ng
Baca selengkapnya