مشاركة

212. Part 3

last update تاريخ النشر: 2026-06-29 01:01:24

Senopati terpejam. Dia berpikir siapa gerangan orang yang bicara dengannya itu. Bersikap seakan mengerti apa yang dipikirkan senopati kadipaten Blora.

Pemilik suara yang belum juga menunjukkan diri itu kini berkata. "Kau belum mengenalku. Kau ingin tahu siapa aku. Wahai orang yang selalu melumuri kedua tangan dengan darah. Wahai orang yang mengayun senjata sambil tertawa. Aku langit engkau bumi, engkau keji aku murah hati. Engkau seorang pembunuh aku hanyalah perangkai kata-kata indah.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   212. Part 3

    Senopati terpejam. Dia berpikir siapa gerangan orang yang bicara dengannya itu. Bersikap seakan mengerti apa yang dipikirkan senopati kadipaten Blora.Pemilik suara yang belum juga menunjukkan diri itu kini berkata. "Kau belum mengenalku. Kau ingin tahu siapa aku. Wahai orang yang selalu melumuri kedua tangan dengan darah. Wahai orang yang mengayun senjata sambil tertawa. Aku langit engkau bumi, engkau keji aku murah hati. Engkau seorang pembunuh aku hanyalah perangkai kata-kata indah. Ketahuilah aku sama sekali tidak terlibat segala bentuk urusan darah yang kau ributkan bersama adipati Seta Kurana. Aku cinta damai dan ingin menjadikan dunia menghargai surga kebahagiaan bukannya neraka kebencian. Dengan semua alasan yang kusebutkan ini apakah sekarang kau sudah tahu siapa aku?""Penyair Sinting...." Sentak senopati dengan suara berdesis mulut ternganga.Terdengar suara tawa mengikik kemudian disusul dengan suara bergemerincing dan.Byar! Byar!Tiba

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   211. Part 2

    "Siapa yang tertawa.Apa yang ditertawakan? Aku sedang tergesa-gesa.Tidak ada yang lucu. Hanya orang sinting yang tertawa tidak pada tempatnya," Membatin senopati dalam hati.Baru saja dia bicara seperti itu. Seakan mendengar apa yang dikatakan laki-laki itu, suara tawa mengikik tiba-tiba lenyap. Tapi ketika senopati kembali melangkah menuruni undakan tangga-tangga batu menuju ke kaki bukit.Anehnya tawa kembali terdengar seolah orang yang tertawa seperti mentertawai dirinya. Senopati yang mempunyai sifat tidak sabaran dan termasuk orang tinggi hati ini tentu saja merasa tersinggung. Dia tidak dapat memastikan apakah orang yang tertawa itu sengaja mempermainkannya. Yang pasti dia tidak suka dipermainkan seperti itu. Tidak mengherankan senopati pun kemudian berteriak."Siapa yang tertawa selagi orang berduka dan diliputi kegalauan adalah manusia yang sama sekali tidak punya budi tak punya otak!""Hik hik. hik Edan! Orang waras begini dia bilang tak punya ot

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   210. Cambuk Sakti Naga Intan

    SETELAH hampir setengah malam penuh menunggang kuda putih bernama Cantrik Abimayu. Laki-laki gagah berpakaian bagus warna hitam membekal senjata berupa keris ini sampai di selatan gunung Kidul. Laki-laki berusia empat puluhan ini tak lain adalah senopati Gagak Panangkaran. Seperti telah dikisahkan dalam episode sebelumnya, Sang senopati sekaligus orang kepercayaan adipati ditugaskan untuk menghubungi beberapa tokoh sakti yang masih terhitung sahabat dekat adipati.Para sahabat itu diharapkan membantu pihak kadipaten untuk meringkus pembunuh haus darah yang telah melakukan serangkaian pembunuhan terhadap para pejabat kerabat adipati, para tumenggung juga beberapa orang penting lainnya.Gagak Panangkaran seperti telah diketahui memutuskan untuk pergi sendiri tanpa didampingi pasukan kadipaten. Kini setelah tiba di tepi pantai tak jauh dari bebukitan batu karang tempat dimana Windu Saketi atau yang juga dikenal dengan julukan si Tongkat Bala menetap, Gagak Panangkaran seg

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   209. Part 23

    Karuan saja ucapan Angon Luwak ini membuat kedua manusia kera seperti kebakaran jenggot. Ukuwudra melompat maju. Dengan sangat marah dia berteriak. "Pemuda sinting kurang ajar. Beraninya kau mencampuri urusan kami? Sekarang juga kau harus merasakan akibatnya!" Teriakan Ukuwudra disusul dengan tindakan sambil melompat maju.Lalu dengan mengandalkan jurus-jurus keranya Ukuwudra menyerang Angon Luwak. Diserang sedemikian rupa pemuda ini berkelit menghindar, lalu membalas serangan itu dengan jurus Badai Menggusur Gunung.Ketika Angon Luwak memutar dan mendorong kedua tangan ke arah Ukuwudra. Tiba-tiba terdengar suara menggemuruh seperti topan.Ukuwudra terkesima begitu melihat segulung angin menghantam tubuhnya. Secepat kilat dia jatuhkan diri. Serangan luput, Angon Luwak memutar tubuh dan menghantam kaki Ukuwudra dengan menggunakan kaki kiri. Tapi yang diserang telah bergulingan menjauh.Hentakan kaki Angon Luwak menimbulkan guncangan pada permukaan tanah. M

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   208. Part 22

    Ketika dua manusia berwajah kera melewati jalan setapak di Lor Ploso, Mereka merasa lega karena dalam perjalanan ternyata tidak ada hambatan atau rintangan berarti yang mereka temui.Kedua orang ini terus berlari. Ukuwudra yang membawa Mangir Ayu dalam panggulan berada di sebelah depan. Sedangkan Kara terus mengikuti tak jauh di belakangnya.Setelah melewati jalan berliku dan memasuki sebuah tikungan panjang. Di ujung tikungan tak jauh dari samping tebing terlihat sebuah gua besar menghadap ke sebuah lembah subur. Itulah guo Cerekan yang menjadi tempat tinggal mereka selama ini.Melihat tempat yang mereka tuju telah berada diambang mata. Kedua manusia kera ini pun mempercepat larinya. Tapi sejarak lima puluh tombak lagi mereka sampai di depan mulut gua.Tanpa pernah terduga Mangir Ayu yang berada di atas bahu Ukuwudra tiba-tiba tersadar dari pingsannya. Gadis cantik ini mula-mula mengeluh, tapi ketika kesadarannya mulai pulih dan dia merasa seperti sedang

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   207. Part 21

    Begitu tangan dikibaskan ke depan. Si Mata Bara melihat seolah-olah tangan lawan bertambah panjang dan tambah membesar. Lima jemari tangan yang berubah sebesar pisang ambon terus meluncur siap menjebol dadanya."ilmu setan!" Dengus Mata Bara.Dia menggeser kaki sambil miringkan tubuh. Serangan tangan besar luput dan lewat sejengkal di depan dada Si Mata Bara. Begitu tangan lawan lewat secepat kilat dia mencengkeram tangan itu.Tumenggung Dadung Kusuma yang tak menyangka bakal mendapat serangan seperti itu segera berusaha menarik tangan yang dicekal sekaligus tikamkan tombak di tangan kanannya.Usaha menarik tangan sekaligus membunuh lawan terlambat. Dengan tak terduga Mata Bara tiba-tiba kedipkan matanya ke arah tangan dalam cengkeramannya.Dua cahaya merah membara setajam mata pedang membersit dan siap menebas putus tangan sang tumenggung. Ketika tusukan tombak datang siap menembus perut, si Mata Bara segera melompat mundur ke belakang selamatkan

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   79. Part 10

    Mendengar itu si kakek tertawa tergelak-gelak. Setelah mengumbar gelak tawa melengking hingga membuat langit-langit ruangan seperti mau runtuh, kakek ini hentikan tawa, seraya berujar.”Penyihir Racun Utara? Perempuan jahanam genit itu ternyata masih hidup? Tak kusangka umurnya panja

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   78. Part 9

    Gadis berpakaian serba hijau tahu-tahu telah berada dalam sebuah ruangan luas berpenerangan redup yang sejuk. Adapun ruangan tempat si gadis sekarang berada adalah ruangan rahasia tersembunyi. Tempat itu menjadi kediaman gurunya selama ratusan tahun. Tempat itu tidak cuma tersembunyi namun juga d

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   77. Part 8

    "Aku tahu gadis itu melihatku ketika aku terlibat perkelahian dengan Golok Terbang dan anak buahnya. Sekarang dia pergi kemana? Aku yakin dia bukan gadis biasa. Kemunculannya punya tujuan tertentu"Dia berpikir sejenak Lalu ingat dengan bapak pemilik kedai. Angon Luwak lalu melangkah kebag

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   75. Part 6

    "Apa yang ingin kau katakan? Apa kau sudah berubah pikiran ingin memberitahu keberadaan senjata yang kucari?"Angon Luwak unjukkan wajah serius, tapi mulutnya tetap terpencong. Setelah menggerutu dia lalu menjawab. Jawaban yang tak lebih dari omelan layaknya orang tua yang memarahi anaknya

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status