Anggi membalas sembari menggeleng pelan, "Justru aku mau tempat ini tetap ramai dan hidup." Mendengar itu, Mina dan Nabila kehabisan kata-kata. Baiklah, sepertinya hanya mereka berdua yang berpikir terlalu banyak.Hari sudah mulai gelap.Mina dan Nabila pun berpamitan dan pergi. Sementara itu, Anggi memberi makan pada hewan kutukan dengan darah milik Aska, baru kemudian mempersilakan Pati masuk untuk melayani. Dia memanggil, "Pati ...."Pati membalas sambil menangkupkan tangan, "Ya, Permaisuri.""Kamu layani Kak Aska dengan baik ya. Jangan berlutut terus. Cuacanya sudah dingin sekarang," pinta Anggi. Saat ini memang sudah musim dingin. Kemudian, dia melanjutkan, "Jangan sampai kamu jatuh sakit. Kalau nggak, siapa lagi yang bisa sebaik dirimu, yang seharian penuh mengurus dan memperhatikan Kak Aska dengan begitu telaten?"Pati menatap ke arah Aska yang terbaring di ranjang, seolah-olah sedang tidur nyenyak. Dia menimpali, "Saya takut ....""Aku tahu kamu takut dia nggak akan memaafkanmu
Read more