Air mata Zahra terus mengalir. Dia memandang ibunya dan bertanya dengan ekspresi bingung, "Apa Paman nggak akan bangun lagi selamanya?"Anggi ragu untuk menjawab pertanyaan Zahra. Dia menyeka air mata Zahra dan menegaskan, "Dia pasti akan bangun."Anggi berharap seperti itu.Zahra bertanya lagi, "Tapi, Paman tidur. Bagaimana caranya dia makan? Apa dia nggak lapar kalau nggak makan?"Tentu saja Aska bisa lapar. Hanya saja, dia tidak bisa makan lebih banyak makanan bergizi sendiri.Setiap hari, Aska hanya makan sedikit bubur daging, air tajin, daging cincang, dan sup. Dia bahkan tidak bisa menelan nasi. Kalau terus begini, Anggi juga tidak tahu Aska bisa bertahan berapa lama."Pamanmu pasti lapar," sahut Anggi seraya terisak. Dia melihat Zahra, lalu mendesah dan mengingatkan, "Kali ini, pamanmu sudah menyelamatkan nyawa ayahmu. Ke depannya kamu harus berbakti pada pamanmu.""Tentu saja aku akan berbakti padanya," janji Zahra. Dia berbalik dan melihat Aska yang berbaring di tempat tidur.
Read more