"Aku sudah memperingatkanmu, Jessica,” kata Lorenzo, suaranya lebih tenang kali ini. Walau amarah masih terlihat dalam tatapan sengitnya. Kini hanya ada mereka berdua di ruang tamu. Lorenzo menatap Jessica yang masih terduduk lemas di lantai sambil menunduk. Wanita itu terpojok, terintimidasi, tidak berdaya. “Jangan. Macam-macam. Dengannya,” lanjut Lorenzo. Suaranya penuh penekanan. Pria itu melangkah ke sofa sembari melepaskan jasnya dengan gerakan cepat lalu melemparnya asal ke sofa kulit. Setelahnya, melepas dasi dan membuka dua kancing atas kemejanya. “Apa pun yang kau lakukan dengan Ella harus atas izinku,” ucap Lorenzo sembari menggulung lengannya sampai ke siku, memperlihatkan tato rantai yang melilit lengan kekarnya. “Sekarang jelaskan padaku, apa maksudmu melakukan ini?” Ia duduk di sofa, menyisir rambutnya yang sudah berantakan ke belakang. Kemudian menyandarkan punggung tegangnya sembari mengeluarkan sebatang rokok dari saku celananya. Tangan Jessica mengepal
Terakhir Diperbarui : 2025-05-21 Baca selengkapnya