Semua mata tertuju pada perempuan bertudung hitam itu dengan tangannya yang penuh dengan gelang, mungkin ciri khas dari seorang ahli tenung. Dia maju beberapa langkah menunjukkan wajahnya tersenyum ke arahku, senyum yang membuatku merinding dan mundur beberapa langkah. Hawanya berbeda, bahkan Raden Sembada menutupi tubuhku agar tidak terlihat dengannya, aku tidak mengerti.“Sumi, anak ini ingin mengetahui rama–” ucapan Ratu Yumitansih terpotong saat orang yang disebut Sumi, ahli tenung itu maju dan tertawa.“Dia sudah datang! Hahaha! Lintang Kemukus sudah datang sekarang!”“A-apa maksudnya?” tanya Ratu tidak mengerti, begitu juga dengan kami yang mencoba memahami ucapan tenung itu.“Mas Sembada,” panggil Raden Kaningrat dan Raden Sembada mengangguk mengerti.“Pengorbanan yang sudah dilakukan sejak kecil sepertinya sudah selesai sekarang. Lintang Kemukus, perombakan, dunia baru! Hahahah!”“Dasar gila, apa maksudmu, Sumi?!” tanya Ratu frustasi. “Ku perintahkan kamu menjawabnya atau aku
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-12 อ่านเพิ่มเติม