Setelah diberi lampu hijau oleh Hadi, Lalita datang setiap hari tanpa absen—tak satu pun terlewat.Begitu pula hari ini.Hanya saja, tubuh Lalita sedang tidak bersahabat. Kepalanya terasa berat, tenggorokannya perih, dan hidungnya tersumbat. Badannya hangat, jelas sedang tidak fit.Ia tetap datang, mengenakan masker.“Pagi…” sapa Lalita pelan begitu memasuki ruang rawat Brian.“Pagi,” jawab Darren dan Roy hampir bersamaan. Keduanya sedang membantu Brian bersiap untuk sarapan.“Eh… aku baru sadar lupa beli sarapan di jalan,” ujar Lalita sambil menepuk pelan dahinya. “Aku keluar sebentar ya, Kak.”“Jangan,” tahan Roy cepat. “Kamu di sini aja temenin Brian. Kak Roy yang beliin. Kamu mau apa?”“Hmmm… bubur ayam aja deh, Kak,” jawab Lalita. Suaranya serak.Roy menatapnya sekilas, alisnya sedikit mengernyit, tapi ia tak berkomentar apa pun dan langsung keluar.“Kamu gimana hari ini, Yan?” tanya Lalita sambil duduk di sisi ranjang.Brian menoleh ke arahnya, menatap lama. Lalita tidak melepas
Terakhir Diperbarui : 2026-01-05 Baca selengkapnya