“Apa yang terjadi di sini?” tanya Bunda Sarah menatap putri sulungnya.Memakan es krim dengan santai. Begitupun dengan adik Sarah yang sama-sama memakan es krim dengan santai.“Kami akan menikah,” ucap Sarah menunjukkan jari manisnya yang sudah terpasang cincin cantik.Brian berdehem pelan. “Saya ingin menikahi Sarah. Saya meminta ijin dan restu pada tante,” ucapnya.“Setuju,” adik Sarah dengan cepat.Sarah menatap adiknya. Mentang-mentang sering dibelilkan makanan oleh Brian langsung setuju saja.“Aku juga setuju,” sahut ibunya.Sarah semakin bingung. Langsung setuju begitu saja tanpa bertanya lagi.“Bunda langsung setuju? Tidak bertanya dulu?” tanya Sarah.“Untuk apa bertanya kalau Brian setiap hari ke sini? Bunda sudah bicara banyak dengannya!”Sarah mengernyit. “Kapan?”Plak!Sarah mendapatkan tamparan di lengannya. “Akh!”“Brian pagi-pagi sudah menjemput kamu yang baru bangun! Siapa yang menemani Brian kalau bukan Bunda.” Ibu Sarah menggeleng menatap putrinya.“Intinya Bunda suda
Read more