Malam itu Vicky mengirimkan pesan pada Sarah. “Hei Sarah, aku tidak jadi datang besok. Maaf ya, lain kali saja kita bertemu lagi.”Sarah pun segera membalas pesannya. “Oh, okay. No problem, Vick. Kenapa? Kau ada acara mendadak?”“Bukan. Aku tidak punya acara. Tapi aku mau mati.”Balasan Vicky membuat Sarah membelalakkan mata. Jantungnya pun berdegup kencang. ‘Hah?! Apa katanya? Dia mau mati???’Karena merasa sangat khawatir, Sarah langsung menelepon pria itu.“Ya, Sarah?” jawab Vicky di ujung sana.“Kamu kenapa, Vick? Kau sedang stress? Depresi? Memangnya ada masalah apa?” tanya Sarah panik.Vicky sempat terdiam sesaat untuk mencerna kata-kata Sarah. Lalu dia pun tertawa terbahak-bahak. “Oh, astaga! Kau salah konteks, Sarah! Bukan begitu maksudku!”“Lalu, apa maksudmu? Sebenarnya ada apa?” Sarah masih bingung menanggapinya. Tadi dia bilang mau mati kan?“Itu hanya hiperbola. Aku seperti mau mati karena badanku sakit semua.”“Sakit kenapa? Kau sedang sakit parah?”“Bukan! Ini gara-gara
Read more