Share

Bab 93

Auteur: Blue Moon
last update Date de publication: 2026-04-26 18:53:30
Malam itu Vicky mengirimkan pesan pada Sarah. “Hei Sarah, aku tidak jadi datang besok. Maaf ya, lain kali saja kita bertemu lagi.”

Sarah pun segera membalas pesannya. “Oh, okay. No problem, Vick. Kenapa? Kau ada acara mendadak?”

“Bukan. Aku tidak punya acara. Tapi aku mau mati.”

Balasan Vicky membuat Sarah membelalakkan mata. Jantungnya pun berdegup kencang. ‘Hah?! Apa katanya? Dia mau mati???’

Karena merasa sangat khawatir, Sarah langsung menelepon pria itu.

“Ya, Sarah?” jawab Vicky di ujung sa
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 101

    Satu minggu kemudian.Sarah datang berkunjung ke rumah orang tuanya. Beberapa hari yang lalu Steven menelepon, menanyakan kabarnya, lalu berkata bahwa mereka sudah lama tak bertemu. Sarah menangkap nada kerinduan di dalam suaranya. Maka dia pun memutuskan untuk segera mengunjungi ayahnya.Memang sudah cukup lama sejak terakhir kali mereka bertemu. Sesungguhnya Sarah juga merasa sedikit bersalah karena tidak berinisiatif untuk datang lebih awal. Kenapa dia harus menunggu hingga Ayah menghubunginya? Dia terlalu terfokus dengan rutinitas sehari-hari, sampai melupakan bahwa ada seseorang yang menunggunya untuk memberi kabar.Dia pun berniat dalam hati... ke depannya, dia akan bersikap lebih proaktif terhadap orang tuanya.Steven yang membukakan pintu, serta merta memeluk erat putri kesayangannya itu. “Akhirnya kau datang juga, Sarah.”“Hai, Ayah! Maaf ya, aku baru datang sekarang.”“Tidak apa-apa. Ayo, masuklah,” ucap Steven. “Kau datang sendirian?”“Iya. Randy sedang ada urusan pekerjaan

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 100

    Sarah terbangun di kamar yang beratap kayu dan jerami, dengan tirai putih bersih yang bergoyang pelan karena tertiup angin sepoi-sepoi.Sejenak dia sempat linglung dan berpikir, ‘Aku di mana?’Dia bergerak untuk duduk, mengusap matanya beberapa kali agar dapat melihat dengan lebih jelas. Dia memandang ke sekitarnya dan melihat berbagai ukiran estetik, pintu gebyok bergambar wayang dengan warna coklat keemasan, serta dekorasi payung khas Bali yang berada di salah satu sudut ruangan.‘Ah, iya! Aku sedang berada di villa di Bali,’ pikirnya. ‘Lalu di mana suamiku?’Ruangan itu tampak kosong. Dia hanya seorang diri di sana.Sambil bergerak perlahan, Sarah turun dari tempat tidur dan berjalan mendekat ke jendela yang sedikit terbuka. Dia mendorong daun jendela itu agar dapat melihat pemandangan yang lebih luas. Dalam sekejap udara segar dan aroma harum pepohonan menembus masuk ke dalam kamar. Sangat menenangkan dan terasa nyaman.Awalnya pandangan Sarah tertuju ke taman asri yang berada di

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 99

    Ronde ketiga dimulai.Tim mereka beranjak maju perlahan sambil menembak secara teratur, hanya untuk menahan dan menghalangi pergerakan lawan. Tidak ada yang berlari cepat ke arah bendera seperti yang Mario lakukan di dua babak awal.Satu orang dari tim lawan telah berlari maju terlebih dahulu. Dan mereka mengira bahwa di babak ini mereka lebih unggul. Well, terlalu cepat untuk menyimpulkan.Karena sesungguhnya, Randy juga telah merangkak maju di tanah di sisi terluar arena, tanpa ada lawan yang menyadarinya. Dia bergerak cepat hingga ke bagian tengah arena. Setelah dia berada cukup dekat, barulah kemudian dia bangkit berdiri dan serta merta berlari menghampiri bendera.Begitu melihat Randy yang sedang berlari, hampir seluruh anggota tim melaju dan melepaskan tembakan dengan brutal, mengakibatkan pelari lawan harus menunduk bersembunyi dan tidak bisa bergerak sama sekali.Demikianlah mereka berhasil merebut bendera terakhir, dan memenangkan pertandingan itu.Susan melompat bahagia dan

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 98

    Siang itu mereka semua berkumpul di sebuah lokasi untuk kegiatan team building. Ternyata aktivitas yang telah disiapkan oleh panitia ialah paint ball.Sarah sedikit terkejut saat mendengar tentang gambaran kegiatan yang akan mereka lakukan itu.First of all, tentu saja, karena dia tidak memiliki pengalaman sama sekali. Dia bahkan tidak pernah bermain game menembak, atau game apa pun. Jadi bagaimana mungkin dia bisa menembak lawan tepat sasaran? Sepertinya itu merupakan hal yang mustahil.Lalu yang kedua, dia yakin dia pasti akan merasa ketakutan ketika harus berhadapan face to face dengan lawan yang memegang senjata semacam itu. Jangankan menembak dengan tepat... jika dia mampu mengalahkan ketakutannya sendiri dan menarik pelatuk saja itu sudah sangat bagus.Sedikit khawatir, dia berujar pelan pada Susan. “Sepertinya aku akan jadi pemain yang paling payah,” ucapnya jujur.Susan pun tertawa. “Sama saja denganku. Aku jug

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 97

    Hari keberangkatan ke Bali pun tiba. Mereka semua telah berkumpul di airport dan menunggu boarding time di gate yang ditentukan.“Sarah!!”Susan melambaikan kedua tangan dengan semangat, bergegas mendekati sahabatnya yang sedang duduk di salah satu kursi.Sarah tersenyum lebar. “Hai, Susan. Hari ini kau kelihatan manis sekali.”Susan mengenakan white dress simpel sepanjang lutut, yang dipadukan dengan cardigan berwarna pastel.“Kau juga manis dan cantik,” balas Susan riang. “Kau dapat seat nomor berapa, Sarah? Apa kita duduk berdekatan nanti?”

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 96

    Sepulangnya mereka dari acara makan siang bersama Regina, Sarah lebih banyak berdiam diri. Di perjalanan pulang, Randy sama sekali tidak mengusik istrinya itu. Dia ingin memberikan waktu bagi Sarah untuk menenangkan pikirannya. Mereka berdua berkendara dalam diam. Begitu pun beberapa jam kemudian di rumah. Sarah masih tidak banyak bicara. Dia hanya sibuk dengan ponselnya dan juga buku jurnal hariannya. Menjelang sore hari barulah Randy mendekatinya dan memulai pembicaraan. “Apa kau baik-baik saja, Sayang?” “Iya,” jawab Sarah sambil tersenyum menatap suaminya. Namun Randy dapat merasakan bahwa itu adalah sebuah senyuman yang dipaksakan. Senyum yang diberikan istrinya untuk sekadar menenangkannya. “Kau tidak perlu memendamnya sendirian, Sayang. Kalau memang merasa kesal, katakan saja,” ucap Randy lagi. “Aku sendiri juga kesal mendengar perkataan Ibu tadi siang. Seharusnya Ibu tidak ikut campur urusan kita berdua.” Ucapan Randy membuat Sarah berpikir dari sudut pandang yan

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 22

    Di malam hari, ketika mereka bertiga sedang menonton film bersama di salah satu cabin, ada panggilan telepon masuk dari Randy. Sarah segera keluar ke teras untuk berbicara dengan suaminya itu.“Hai Sayang, bagaimana kabarmu?” tanya Randy.“Aku baik. Bagaimana denganmu?” balas Sarah.“Aku juga baik.

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 21

    Sewaktu membantu Randy bersiap-siap untuk berangkat ke airport, Sarah sudah mulai merasa kesepian. Padahal suaminya itu masih berada di sampingnya.Dia sudah membayangkan bahwa selama lima hari ke depan, dia akan sepenuhnya berada sendirian di rumah. Kondisinya berbeda dengan beberapa waktu lalu ket

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 20

    Di usianya yang baru menginjak tujuh tahun, Randy sudah merasakan ada hal tak wajar yang terjadi di dalam keluarganya. Dia merasa tidak nyaman saat berada di rumahnya sendiri. Ayahnya, seperti biasa, bersikap dingin dan tidak banyak bicara, hanya sibuk dengan pekerjaannya. Ibunya tetap bersikap baik

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 19

    Setelah makan malam sendirian seperti biasa, Sarah duduk santai di ruang tamu sambil memainkan ponselnya. Tiba-tiba terdengar suara mobil Randy yang memasuki halaman rumah. ‘Damn!’ pikirnya. ‘Ini baru pukul tujuh. Kenapa Randy sudah pulang?’ Biasanya pria itu pulang di atas jam sembilan. Sarah ta

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status