"Aku dengar Zafran menemuimu sampai ke ruangan pasien. Kenapa kau tidak memanggil satpam, hm?!" tanya Dokter Langit dengan lembut. Zayna berdiri tegak di hadapannya, map rekam medis masih di tangannya.“Tidak ada pelanggaran, Dok. Dia hanya berbicara sebentar,” jawabnya tenang, meski dadanya berdegup tak karuan.“Dan aku bisa mengatasinya.” “Rumah sakit bukan tempat untuk urusan pribadi,” potong Langit. “Kau tahu itu.” “Aku tahu,” sahut Zayna lirih. “Dan aku sudah menghentikannya.” Langit menarik napas panjang, berusaha meredam emosinya. Ia menutup pintu ruang jaga, memastikan tak ada orang lain yang mendengar.“Zayna, aku tidak akan berputar-putar. Dari yang kulihat, pertunangan itu menekanmu. Kau kehilangan fokus, kehilangan keberanian untuk jujur pada dirimu sendiri.” Zayna menatap lantai. Kata-kata itu seperti pisau yang membelah kebimbangannya. “Dok, ini hidupku,” ucapnya akhirnya.“Aku sedang berusaha bertanggung jawab.” “Bertanggung jawab pada siapa?” tanya Langit tajam.
Huling Na-update : 2026-01-11 Magbasa pa