Kemudian, Ewan menggambar sebuah Jimat Penghenti Darah dan menggunakannya untuk mengobati luka di kepala Eko. Dalam sekejap mata, seluruh luka Eko sembuh total."Baiklah, cepat selesaikan urusan di sini."Lalu Ewan berkata kepada Nazar, "Tua bangka, jangan diam saja. Bantu pimpin ritual pemakaman.""Baik."Nazar mengangguk setuju. Barulah Ewan memperkenalkannya kepada Eko, "Ini Nazar, Kepala Akademi Nagendra. Kalau ada sesuatu yang kamu butuhkan, jangan sungkan minta bantuannya."Eko segera mengucapkan terima kasih."Terima kasih, Pak Ewan. Terima kasih, Master."Setelah itu, Eko memanggil beberapa warga desa untuk membantu menurunkan peti mati kembali ke liang makam dan menimbunnya dengan tanah.Nazar duduk bersila di samping makam sambil melafalkan mantra untuk mendoakan arwah ayah Eko. Sementara itu, perhatian Ewan tertuju pada Koji."Aku benar-benar nggak nyangka. Di usia semuda ini, tenagamu sudah sebesar itu. Apa kamu memang terlahir seperti itu?" tanya Ewan sambil tersenyum.Koj
Baca selengkapnya