Belum sempat emosinya mereda, ponsel Farel kembali bergetar. Nomor tak dikenal terpampang di layar. Dengan jengkel ia menggeser ikon hijau, menempelkan ponsel ke telinga.Suara yang sudah lama ingin ia hindari terdengar jelas, penuh nada puas, berat, menusuk.“Woi, Farel…” suara itu tertawa pendek sebelum melanjutkan. “…aku lihat video kamu, hahahaha… sumpah, tragis,parah banget kemampuanmu di ranjang.”Darah Farel seketika naik. Rahangnya mengeras, napasnya tercekat. “Carlos.”“Ya, siapa lagi?” Carlos tergelak panjang, kasar, penuh keangkuhan. Tawa itu seperti cambuk yang mencabik-cabik harga diri. “Gila ya, ternyata bener dugaan aku selama ini. Kamu itu nggak pernah bisa jaga muka sendiri. Sekarang? Jadi bahan tontonan jutaan orang. Bahkan orang warung sebelah rumah pembantu aku pun udah nonton, Rel. Bayangin! Malu nggak kamu,? kalau aku jadi kamu amu udah bunuh diri!”Farel meremas setir mobilnya.lidahnya kelu.“Tutup mulutmu,” ucapnya teredam, berusaha mengendalikan diri.“Tutup
Last Updated : 2025-08-17 Read more