---Rumah Carlos berdiri megah di kawasan elit, jauh dari keributan rumah keluarga besarnya. Dindingnya tinggi, gerbang otomatis, dan interiornya masih menyimpan banyak kenangan masa lalu. Elina melangkah masuk dengan hati-hati, mencoba menata perasaan setelah pindah dari rumah penuh drama.“Setidaknya di sini kita bisa lebih tenang, Mas,” ucapnya lirih, menatap ruang tamu yang lapang.Carlos hanya mengangguk singkat, suaranya dingin. “Tenang atau tidak, itu tergantung kamu. Jangan buat aku naik darah.”Nada itu membuat Elina tercekat, tapi ia memilih diam. Ia tahu, Carlos memang bukan tipe lelaki yang lembut dalam perkataan. Ia keras, dominan, dan sering melukai perasaan dengan ucapannya, tapi di balik itu Elina percaya masih ada cinta yang ia pertahankan.Mereka masuk ke ruang keluarga. Pandangan Elina langsung jatuh pada foto besar Keira bersama anaknya, Desmond. Wajah Keira tersenyum anggun, memeluk putranya yang masih kecil. Elina terpaku, hatinya seakan diremas.“Mas…” ia mencob
Last Updated : 2025-09-23 Read more